Pernah Latihan 17 Jam Sehari, Begini Cerita Yayan Ruhian jadi Pelatih Silat

Salah satu latihan yang cukup berat adalah ketika ia latihan selama 17 jam sehari. Latihan itu diperlukan ketika ia ingin mendapatkan izin untuk menjadi seorang pelatih silat.

Denny Marhendri
Oleh Denny Marhendri - Reporter
Pernah Latihan 17 Jam Sehari, Begini Cerita Yayan Ruhian jadi Pelatih Silat
Pernah Latihan 17 Jam Sehari, Begini Cerita Yayan Ruhian untuk jadi Pelatih Silat. You Tube - Ngobrol Asix

Nama Yayan Ruhian tak hanya dikenal di Indonesia, namun juga di luar negeri. Sebagai seorang aktor, pencapaiannya saat ini bukanlah sesuatu yang mudah.

Berbicara mengenai karier, ternyata Yayan Ruhian memang mengawali kariernya sebagai seorang pesilat. Berbagai bentuk latihan telah dilewatinya untuk menjadi seorang pendekar silat.

Salah satu latihan yang cukup berat adalah ketika ia latihan selama 17 jam sehari. Latihan itu diperlukan ketika ia ingin mendapatkan izin untuk menjadi seorang pelatih silat.

Sabuk Hitam

Baru-baru ini, Yayan Ruhian menceritakan pengalamannya saat ia menerima pelatihan yang sangat berat. Hal itu diungkapkan dalam video perbincangannya yang diunggah di kanal YouTube Ngobrol Asix pada beberapa hari lalu.

Ketika pemain film The Raid itu mendapatkan sabuk hitam untuk pertama kali, ia langsung dipanggil ke Bandung. Di Bandung ia mendapatkan berbagai macam latihan untuk menjadi seorang pelatih silat.

"Setelah saya mencapai sabuk hitam dan saya dipanggil ke Bandung untuk di-training di Bandung di tempat master-master selama 4 bulan," ungkap Yayan Ruhian.

Daftar Latihan

Setiap hari selama empat bulan ia selalu menerima latihan selama 17 jam sehari. Berbagai materi pencak silat diterimanya guna menjadi pelatih silat yang tangguh.

"Dengan materi dari jam 6 pagi sampai jam 11 malam, dari fisik sampai meditasi itu semua ada," kata Yayan Ruhian.

"Begitu masuk kamar itu udah (daftar) latihannya. Jam sekian fisik, jam sekian jurus, jam sekian gerak dasar, itu udah ada. Sampai terakhirnya itu sikap lilin itu," imbuhnya.

Asisten Pelatih

Setelah 4 bulan mendapatkan pelatihan, ia kemudian berpindah ke Jakarta untuk bekerja sebagai seorang pelatih silat. Hingga akhirnya ia bisa menjadi seorang aktor laga di film pertamanya, Merantau.

"Nah itu 4 bulan digodhok itu sampai akhirnya ke Jakarta itu ngajar satu kelas ke kelas lainnya," ucapnya.

"Waktu itu sudah sabuk hitam, sabuk hitam itu asisten pelatih," pungkasnya.

Rekomendasi