Selain Bendera Tak Naik di Thomas Cup, Indonesia juga Dapat Konsekuensi Ini dari WADA

Kemenangan tersebut dirayakan dengan berkumandangnya lagu Indonesia Raya di Ceres Area, Denmark. Meski demikian, bendera Merah Putih tidak bisa ikut berkibar dan diganti dengan bendera PBSI selaku induk bulu tangkis Indonesia.

Denny Marhendri
Oleh Denny Marhendri - Reporter
Selain Bendera Tak Naik di Thomas Cup, Indonesia juga Dapat Konsekuensi Ini dari WADA
Selain Bendera Tak Naik di Thomas Cup, Indonesia juga Dapat Konsekuensi Ini dari WADA. Instagram - Badminton.ina

Kabar bahagia untuk Indonesia datang kembali dari sebuah pesta olahraga. Setelah penantian selama 19 tahun, Indonesia berhasil mengangkat piala Thomas usai kalahkan China dengan skor telak 3-0.

Kemenangan tersebut dirayakan dengan berkumandangnya lagu Indonesia Raya di Ceres Area, Denmark. Meski demikian, bendera Merah Putih tidak bisa ikut berkibar dan diganti dengan bendera PBSI selaku induk bulu tangkis Indonesia.

Hal itu dikarenakan Indonesia sedang menjalani sanksi dari Badan Antidoping Dunia (WADA) karena tidak patuh terhadap penegakan standar antidoping. Ternyata konsekuensi yang diterima Indonesia tidak hanya itu saja.

Kena Sanksi

Sanksi yang diterima oleh Indonesia itu harus diterapkan mulai 7 Oktober, lalu. Indonesia dilarang mengibarkan bendera negara, kecuali dalam ajang Olimpiade.

Selain itu, Indonesia juga tidak bakal dianugerahkan status tuan rumah kejuaraan level regional, kontinental, dan dunia selama masa penangguhan. Meski demikian, WADA tetap mengizinkan atlet dari Indonesia untuk bersaing pada kejuaraan level regional, kontinental, dan dunia.

Tak Bisa Jadi Anggota Dewan

Kemudian, perwakilan Lembaga Antidoping Indonesia (LADI) juga dilarang duduk sebagai anggota dewan di komite. Sanksi ini terus berlaku sampai status sanksi dipulihkan atau minimal menjalani masa penangguhan selama satu tahun.

Sanksi tersebut dijatuhkan kepada Indonesia karena pemerintah dinilai lambat dalam merespons peringatan dari WADA. Karena tak ada sikap dari pemerintah, WADA akhirnya menetapkan status non-compliance untuk Indonesia per tanggal 7 Oktober.

Sebelum adanya sanksi tersebut, WADA sempat mengirim pemberitahuan soal ketidakpatuhan akan peraturan antidoping sesuai standar terbaru pada 15 September lalu. Kemudian WADA menilai Indonesia tidak patuh kepada aturan karena gagal menerapkan program pengujian yang efektif.

Rekomendasi