50 Kata-kata Gus Mus, Inspiratif dan Menyejukkan Hati

KH Mustofa Bisri atau biasa dikenal Gus Mus merupakan salah satu ulama terkemuka di Indonesia. Pria kelahiran Rembang, 10 Agustus 1944 ini, merupakan sosok kyai karismatik yang dikenal dekat dengan semua kalangan. Selain aktif mengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Gus Mus juga masih sering diundang ke berbagai

Jevi Nugraha
Oleh Jevi Nugraha - Reporter
50 Kata-kata Gus Mus, Inspiratif dan Menyejukkan Hati
Gus Mus. ©2020 Merdeka.com

KH Mustofa Bisri atau biasa dikenal Gus Mus merupakan salah satu ulama terkemuka di Indonesia. Pria kelahiran Rembang, 10 Agustus 1944 ini, merupakan sosok kyai karismatik yang dikenal dekat dengan semua kalangan. Selain aktif mengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Gus Mus juga masih sering diundang ke berbagai macam acara.

Gus Mus yang pernah belajar di Universitas Al Azhar Cairo, Mesir pada 1964 -1970 ini juga dikenal sebagai seorang yang multitalenta. Pasalnya beliau juga dikenal sebagai seorang seniman atau budayawan. Maka tak heran apabila Gus Mus merupakan sosok ulama karismatik yang dikenal sangat dekat dengan semua kalangan.

Di samping itu, kyai yang juga dikenal sahabat dekat Alm. Gus Dur ini juga aktif di media sosial, seperti Twitter, Instagram dan Facebook. Beliau seringkali membagikan nasihat serta kata-kata bijak dalam statusnya yang dapat menentramkan hati para jemaahnya. Berikut ini kata-kata Gus Mus yang penuh makna dan menentramkan hati.

1. Masing-masing kita punya kelebihan dan kekurangan. Marilah saling melengkapi dan menyempurnakan untuk mencapai kebahagiaan sempurna, kebahagiaan kita bersama.

2. Orang yg paling lemah ialah orang yang tidak mampu mendapatkan teman. Lebih lemah lagi: org yg mendapatkannya dan menyia-nyiakannya.

3. Sering kali pilihan Tuhan untuk kita tidak seperti yang kita inginkan. Baru belakangan kita ketahui bahwa pilihanNYA yang terbaik.

4. Sombong ialah lebihan ketololan dimana pemiliknya tak tahu harus dikemanakan.

5. Orang yang tidak mampu melihat kekurangannya sendiri, sulit bisa melihat kelebihan-kelebihan orang lain.

6. Menghormati orang lain adalah bagian dari menghormati diri sendiri.

7. Ada yang sibuk memperdebatkan ibadah, hingga tak sempat ibadah.

8. Sebelum menendang, perlu engkau sadari bahwa engkau akan berdiri dengan satu kaki saja.

9. Boleh berhenti sekolah, tapi jangan berhenti belajar.

10. Iman tidaklah sekedar ucapan, tapi amanah dan tanggung jawab.

11. Penampilan luar orang belum tentu menggambarkan pribadinya, bahkan seringkali kita terkecoh kalau hanya melihat penampilan seseorang. Bukankah kita sering melihat orang yang tampaknya sopan dan halus, ternyata tabiatnya suka menghasut.

12. Malaikat tidak pernah salah, setan tidak pernah benar. Manusia bisa salah dan benar, maka kita dianjurkan saling mengingatkan bukan menyalahkan.

13. Geram pada malam tak hilangkan kelam, murka pada siang tak sirnakan bayang.

14. Orang yg hanya mendengarkan suaranya sendiri, apa bedanya dengan orang tuli?

15. Berbuat baik sajalah dan biarkan mereka yang menerima kebaikanmu yang mengingatnya.

16. Caci maki dan fitnah sama sekali bukanlah argumentasi dan jauh dari akhlak Islami.

17. Kerendahanmu tidak akan terangkat dengan merendahkan orang lain.

18. Kecantikan batiniahmu dapat memperelok lahiriahmu dan tidak sebaliknya.

19. Berusahalah membalas kebaikan orang, meski dengan sekedar berdoa baik untuknya. Tapi jangnlah mengharap balasan keabaikanmu kepada orang.

20. Orang itu kan macam-macam tabiatnya. Ada yang kasar, ada yang lembut. Ada yang sopan, ada yang tidak. Kita sendiri memang harus berusaha menjadi orang yang lembut dan sopan, tapi kan tidak harus membenci mereka yang belum bisa bersikap begitu.

21. Caci maki dan fitnah sama sekali bukanlah argumentasi dan jauh dari akhlak Islami.

22. Aku teringat apa yang kubaca tentang tablig Rasulullah SAW yang santun dan lembut.Benar-benar mengajak. Tak pernah Rasulullah tunjuk hidung. Jangan-jangan dalam bertablig panutan mubalig-mubalig itu bukan Rasulullah, pikirku. Lalu siapa?

23. Menghormati tamu itu merupakan anjuran Rasulullah; jadi siapapun tamu kita, mesti kita hormati. Muslim yang baik ialah yang dapat menundukkan rasa suka dan tidak sukanya demi melaksanakan ajaran Rasulnya.

24. Berikhtiarlah sambil berdoa kepada Allah. Karena hasil ikhtiarmu tidak di tanganmu. Tapi di tangan Nya.

25. Kebencian yang bercampur dengan iri dengki menyebabkan orang kalap dan seringkali menghalalkan segala cara.

26. Boleh jadi dosa yang kita anggap remeh adalah dosa besar di sisi Allah. Maka kita perlu selalu berhati-hati dan banyak beristigfar kepada NYA.

27. Allah yang maha pengasih dan penyayang hanya mengasihsayangi hamba-hambanya yang memiliki rasa belas kasihan.

28. Berbahagialah mereka yang tidak mempunyai sesuatu untuk dikatakan dan diam.

29. Sebelum Anda menasihati orang banyak, sudahkah Anda menasihati diri Anda sendiri?

30. Upayakan agar minimal orang yang engkau sayangi menjadi baik atau lebih baik, setidaknya dengan mendoakannya.

31. Perbedaan adalah hal yang fitri. Maka upaya penyeragaman merupakan upaya sia-sia.

32. Cobaan yang berupa anugerah tidak kalah gawatnya dibanding cobaan yang berupa penderitaan.

33. Kalau kita boleh meyakini pendapat kita sendiri, mengapa orang lain tidak boleh meyakini pendapatnya?

34. Tak hanya R. A. Kartini. Menurutku semua perempuan yang menghargai dirinya, menghargai dan menginginkan kemajuan sesamanya, Harum namanya.

35. Kebencian kalian terhadap suatu kaum mendorong kalian untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Adil itu lbh dekat kepada takwa. Takwalah kepada Allah.

36. Sering-sering memamerkan kegagahan sering kali malah menunjukkan kekerdilan.

37. Amal makruf dan nahi munkar seharusnya disampaikan dengan cara yang makruf juga.

38. Apa yang tidak mengingatkanmu kepadaNYA? lalu apa yang membuatmu lupa?

39. Jangan berlebihan membenci. Nanti engkau akan menghalalkan segala cara untuk mendiskreditkan orang yang engkau benci. Dan engkau sendiri yg rugi.

40. Orang baik ialah orang yang mengingat kebaikan orang kepadanya dan melupakan kebaikan sendiri kepada orang lain.

41. Allah pasti mengabulkan doa kita. Atau kah Ia memberi apa yang kita minta, atau menggantinya dengan yang lebih manfaat dari yang kita minta.

42. Ada yang pikun pada waktunya, ada yang sebelum waktunya. Semoga, jika pun pikun, pikun kita tidak membuat bingung orang.

43. Sebesar apa pun masalah kita, akan terasa kecil bila kita benar-benar yakin mempunyai.

44. Apa pun sebabnya, kebencian kepada sesama hamba Allah, hanya akan merugikan diri sendiri.

45. Bersikap baik dan berhati-hati terhadap Allah itu termasuk tidak bersikap sembrono terhadap hamba-hambaNya.

46. Tak ada gunanya kita menyebar aib atau keburukan orang; menutupinya justru bermanfaat bagi kehidupan kita di akhirat, insyaAllah.

47. Kalau tidak ingin kehilangan kekasih, pastikanlah kekasihmu adalah Kekasih yang selalu Ada.

48. Menurut seorang arif, Orang bijak ialah orang yang tahu kapan mesti bicara; bagaimana berbicara; dan dengan siapa dia bicara.

49. Wajah terindahmu ialah saat engkau tersenyum. Dan senyum terindahmu ialah yang terpantul dari hatimu yang damai dan tulus.

50. Kita perlu berusaha selalu berbuat baik kepada hamba Allah; bukan demi mendapatkan balasannya, tapi demi mendapatkan ridlo-Nya.

Rekomendasi