Kasus perundungan dan pelecehan salah satu pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) berinisial MS terus berlanjut. Sebelumnya MS mengaku telah menjadi korban penindasan dan pelecehan seksual yang dilakukan oleh rekan kerjanya sejak 2012 hingga 2019.
Kasus ini pun langsung menjadi sorotan. Tak sedikit masyarakat dan figur publik terkemuka yang turut merespons kasus tersebut, termasuk dokter Tirta.
Mengenai kasus tersebut, dokter Tirta mempunyai pandangannya sendiri. Ia menyarankan Ketua KPI untuk melepaskan jabatannya sebagai ketua. Berikut selengkapnya.
Advertisement
Kenal Dekat
Opini dokter Tirta itu ia sampaikan dalam video perbincangannya bersama Deddy Corbuzier yang diunggah di kanal Youtube Deddy Corbuzier pada Minggu (6/9). Dalam obrolan tersebut, dokter Tirta juga mengungkapkan fakta lain.
Seperti yang diketahui, dokter Tirta dengan Ketua KPI memang kenal secara dekat. Lalu, ketika dokter Tirta ingin mengetahui kebenaran kasus pelecehan tersebut, Ketua KPI malah meminta bantuan dokter Tirta.
"Jadi Ketua KPI sebelum saya ketemu Om Deddy tuh japri Om Deddy, japri (jalur pribadi) saya juga, untuk membantu nge-up press rilisnya, 'loh ngapain itu kan instansi lu'" ungkap dokter Tirta.
"Kita kan cuma bertanya bener apa nggak, karena ini kalo terjadi pelecehan di instansi, kerja nggak bener bos. Kerjanya menyensor pornografi, tapi malah terjadi pelecehan di instansi nya," imbuh dokter Tirta.
Advertisement
Perumpamaan
Lebih lanjut, dokter Tirta mengatakan bahwa Ketua KPI lebih baik mundur dan mengubah sistem agar masyarakat bisa mempercayai KPI lagi. Dokter Tirta juga membuat perumpamaan jika kasus pelecehan tersebut terjadi di bidang usaha yang dikelolanya.
"Logikanya, sebagai CEO, untuk menjaga trust customer ke company saya, saya mundur," kata dokter Tirta.
"Kalau nggak, maka customer akan menilai Shoes and Care sarang pelecehan karena owner-nya melindungi. Saya mundur, pegawai yang terkait mundur, lalu dilibas, ganti semua," tambahnya.
Advertisement
Secara Wibawa
Selanjutnya, dokter Tirta memberikan saran untuk memberikan klarifikasi mengenai kasus tersebut sebelum mengundurkan diri. Sehingga, ia lebih terlihat bertanggung jawab dalam menghadapi kasus tersebut.
"Makannya lebih baik ketuanya harus klarifikasi, sekaligus lebih baik cari aman aja, mundur aja, mundur dan secara wibawa," ucap dokter Tirta.