10 Penyebab Rambut Rontok Parah, Kekurangan Nutrisi hingga Infeksi Jamur

Jika Anda mengalami kondisi ini, tentu tidak bisa dibiarkan begitu saja. Dalam hal ini, terdapat beberapa penyebab rambut rontok parah yang perlu Anda perhatikan. Bisa jadi kondisi rambut rontok merupakan suatu tanda dari gangguan kesehatan yang sedang dialami. Mulai dari adanya infeksi jamur, kekurangan nutrisi

Ayu Isti Prabandari
Oleh Ayu Isti Prabandari - Reporter
10 Penyebab Rambut Rontok Parah, Kekurangan Nutrisi hingga Infeksi Jamur
Ilustrasi rambut rontok. ©2012 Shutterstock/szefei

Rambut rontok merupakan salah satu gangguan umum yang sering terjadi. Kondisi ini terjadi ketika beberapa helai rambut rontok atau lepas dari kulit kepala. Bisa jadi rontok bersama akal rambut, bisa pula rontok dari batang rambut yang patah. Kondisi rambut rontok masih dikatakan wajar ketika berada pada jumlah yang tidak terlalu banyak.

Berbeda dengan kondisi rambut rontok parah. Orang yang mengalami kondisi ini biasanya kehilangan helai rambut dalam jumlah banyak. Seperti ketika keramas, biasanya banyak helai rambut yang jatuh dan mengalir bersama air. Atau ketika menyisir rambut, Anda akan mendapati banyak rambut tertinggal pada sisir dengan jumlah yang tidak sedikit.

Jika Anda mengalami kondisi ini, tentu tidak bisa dibiarkan begitu saja. Dalam hal ini, terdapat beberapa penyebab rambut rontok parah yang perlu diperhatikan. Bisa jadi kondisi rambut rontok merupakan suatu tanda dari gangguan kesehatan yang sedang dialami. Mulai dari adanya infeksi jamur, kekurangan nutrisi, hingga gangguan kesehatan yang menyerang rambut seperti kebotakan.

Dengan mengetahui beberapa penyebab rambut rontok, Anda bisa melakukan perawatan terbaik untuk mengurangi risiko kondisi rambut rontok yang semakin parah. Dilansir dari Medical News Today, berikut kami merangkum beberapa penyebab rambut rontok parah yang perlu diketahui.

Alopecia Androgenetik

Penyebab rambut rontok parah yang pertama bisa berasal dari kondisi Alopecia Androgenetik. Ini merupakan istilah lain untuk gangguan kebotakan rambut, baik pria maupun wanita.

Dapat dikatakan, Alopecia Androgenetik adalah penyebab rambut rontok parah yang sangat umum. Laki-laki cenderung kehilangan rambut dari pelipis dan mahkota kepala. Sedangkan pada wanita, rambut bisa menjadi lebih tipis atau rontok di seluruh bagian kepala.

Laki-laki cenderung kehilangan rambut dari pelipis dan mahkota kepala. Pada wanita, rambut biasanya menjadi lebih tipis di seluruh kepala. Banyak wanita yang mengalami androgenetic alopecia setelah melewati masa menopause. Kemungkinan kondisi ini juga mendapat pengaruh dari perubahan hormon.

Kehamilan

Penyebab rambut rontok parah berikutnya yaitu kehamilan. Beberapa wanita mungkin mengalami kerontokan rambut yang berlebihan segera setelah melahirkan. Hal ini disebabkan oleh penurunan kadar estrogen.

Jenis kerontokan rambut ini merupakan kondisi sementara dan biasanya sembuh dalam waktu satu tahun atau lebih cepat. Berikut terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu pemulihan rambut:

  • Menggunakan sampo dan kondisioner penambah volume
  • Menggunakan produk yang dirancang untuk rambut halus
  • Menghindari kondisioner atau sampo secara intensif atau berlebihan
  • Mengoleskan kondisioner ke ujung rambut, bukan kulit kepala, untuk menghindari kondisi rambut yang berat

 

Pengeluaran Telogen

Penyebab rambut rontok juga bisa berasal dari pengeluaran telogen. Telogen effluvium adalah suatu kondisi di mana rambut tetap berada dalam fase telogen dari siklus pertumbuhan. Hal ini menyebabkan lebih banyak rambut rontok, terkadang dalam hingga mencapai satu genggam.

Telogen effluvium biasanya merupakan kondisi sementara yang sembuh seiring waktu. Sebaiknya periksakan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya. Penyebab rambut rontok lain dari kondisi ini bisa meliputi stres berat, operasi, persalinan, penurunan berat badan cepat, masalah tiroid, dan konsumsi obat-obatan tertentu.

Anagen Effluvium

Anagen Effluvium juga termasuk salah satu penyebab rambut rontok parah yang perlu diperhatikan. Anagen effluvium menyebabkan sejumlah besar rambut rontok dengan cepat selama fase anagen (pertumbuhan) dari siklus rambut.

Kondisi ini dapat menyebabkan rambut rontok dari kepala, serta dari bagian tubuh lainnya, termasuk alis dan bulu mata. Penyebab anagen effluvium meliputi:

  • Kemoterapi
  • Radiasi
  • Infeksi jamur
  • Penyakit autoimun

Jika seseorang memiliki anagen effluvium akibat menjalani kemoterapi , mendinginkan kulit kepala selama prosedur dapat membantu. Rambut akan sering tumbuh kembali 3-6 bulan setelah menghentikan kemoterapi.

Alopecia Areata

Penyebab rambut rontok parah selanjutnya yaitu kondisi Alopecia Aerata. Ini merupakan kondisi autoimun yang menyebabkan rambut rontok secara tiba-tiba. Sistem kekebalan menyerang folikel rambut, bersama dengan bagian tubuh yang sehat lainnya.

Rambut dari kulit kepala, serta alis dan bulu mata, mungkin rontok dalam potongan kecil. Jika seseorang memiliki kondisi ini, mereka harus menemui dokter. Seorang dokter mungkin meresepkan obat untuk membantu rambut tumbuh kembali.

Alopecia Traksi

Penyebab rambut rontok parah juga mendapat pengaruh dari Lopecia Traksi. Ini merupakan kondisi rambut rontok karena menarik rambut terlalu keras sehingga mengakibatkan rambut patah dan lepas.

Biasanya kondisi ini terjadi ketika Anda sering mengganti gaya rambut dengan tidak memperhatikan kelembutan dan kehati-hatian. Gaya rambut yang sering kali menyebabkan kerontokan meliputi:

  • Rambut ketat atau kuncir kuda
  • Kepang
  • Cornrows
  • Ekstensi

Jika traksi alopecia berlanjut, Anda dapat mengembangkan bintik-bintik botak dan penipisan rambut. Dalam hal perawatan diri, menghindari gaya rambut ketat biasanya akan mencegah kerusakan lebih lanjut.

Konsumsi Obat

Konsumsi obat-obatan tertentu juga bisa menjadi salah satu faktor penyebab rambut rontok parah yang mungkin terjadi pada Anda. Perlu diketahui bahwa obat-obatan tertentu memiliki efek samping yang dapat menyebabkan rambut rontok. Contoh obat-obatan tersebut meliputi:

  • Pengencer darah, seperti warfarin
  • Accutane, untuk mengobati jerawat
  • Antidepresan, termasuk Prozac dan Zoloft
  • beta-blocker
  • Obat penurun kolesterol, seperti Lopid

Jika Anda mengalami kerontokan rambut setelah mengonsumsi beberapa contoh obat tersebut, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Dengan begitu, dokter bisa memeriksa lebih lanjut dan menyarankan konsumsi obat pengganti atau mengurangi dosis untuk menurunkan risiko rambut rontok.

Pil KB

Penyebab rambut rontok parah juga bisa terjadi ketika mengonsumsi pil KB. Dalam hal ini, sebagian orang bisa mengalami kerontokan rambut saat minum pil KB untuk mengontrol kelahiran. Sebagian orang lainnya, mungkin mengalami kerontokan beberapa minggu atau bulan setelah berhenti mengonsumsinya.

Jika Anda menggunakan pil KB, Anda bisa memilih indeks androgen yang rendah. Ini tentu dapat membantu menurunkan risiko kerontokan rambut. Berikut beberapa contoh pil KB dengan indeks androgen rendah:

  • Desogen
  • Orto-Cept
  • Orto-Siklus

Kekurangan Nutrisi

Penyebab rambut rontok parah berikutnya bisa berasal dari faktor kekurangan nutrisi. Diet ekstrem yang terlalu rendah protein dan vitamin tertentu, seperti zat besi, terkadang dapat menyebabkan kerontokan rambut yang berlebihan.

Anda harus menemui dokter untuk tes darah guna memeriksa dan memastikan apakah memiliki kondisi kekurangan nutrisi yang menyebabkan rambut rontok.

Infeksi Jamur

Penyebab rambut rontok parah yang terakhir adalah infeksi jamur. Kurap adalah infeksi jamur yang dapat menyebabkan kerontokan rambut. Kurap di kulit kepala, atau tinea capitis ini bahkan bisa menyebabkan kebotakan sementara di kepala. Berikut beberapa gejala infeksi jamur penyebab rambut rontok yang perlu diketahui :

  • Bintik kecil yang membesar, menyebabkan kulit bersisik dan botak
  • Rambut rapuh yang mudah patah
  • Gatal, bercak merah pada kulit di daerah yang terkena
  • Mengeluarkan lepuh di kulit kepala
  • Tambalan seperti cincin, dengan bagian luar merah dan bagian dalam lingkaran yang cocok dengan warna kulit

Jika kurap tidak sembuh dengan sendirinya, segera temui doter agar bisa mendapatkan resep obat antijamur. Atau, dokter mungkin meresepkan antibiotik, seperti Griseofulvin untuk mengatasi masalah kerontokan rambut.

Rekomendasi