Pada Juli 2021, kasus COVID-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta melonjak drastis. Lonjakan kasus itu membuat banyak rumah sakit mengalami kolaps. Karena tak tertampung, banyak pasien COVID-19 yang harus jalani isoman di rumah.
Selama Juli 2021, Pemda DIY mencatat jumlah kematian pasien COVID-19 mencapai 3.122 kasus, naik enam kali lipat dibanding bulan Juni yaitu 522 kasus. Sementara data dari tim penanganan jenazah pasien COVID-19 mencatat ada kasus 101 orang meninggal akibat COVID-19 setiap harinya.
Lantas apa yang menyebabkan jumlah pasien meninggaldi Yogyakarta meningkat drastis? Berikut selengkapnya:
Advertisement
Sumber Kematian
Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji menyebut bahwa kematian itu disumbangkan oleh dua sumber yaitu rumah sakit dan pasien yang tengah isoman. Ada pula pasien yang meninggal dalam perjalanan dari rumah ke rumah sakit. Aji memasukkan kasus ini dalam kematian isoman.
Perihal hal ini, Aji meminta seluruh pasien COVID-19 dengan gejala melakukan isolasi di selter secara terpusat sehingga mendapatkan pengawasan dari tenaga kesehatan secara intensif.
“Kalau memang di selter sakitnya tambah berat, nakes di sana akan merekomendasikannya ke rumah sakit,” kata Aji dikutip dari ANTARA pada Selasa (3/7).
Advertisement
Pantau Pasien Isoman
Walaupun memberikan perhatian khusus pada pasien yang melakukan isolasi di selter terpusat, namun Aji mengatakan kalau pihaknya juga telah merekrut 100 orang nakes yang bertugas untuk terjun ke lapangan. Mereka diberi tugas untuk memantau orang tanpa gejala (OTG) yang memilih lakukan isoman di rumah.
“Mereka akan mengunjungi rumah-rumah atau melakukan telemedicine supaya bisa memantau keberadaan atau kondisi yang isoman sehingga tidak terlambat menangani. Kalau ada saturasi menurun bisa langsung ditangani teman-teman di lapangan,” terang Aji.
Advertisement
Penyebab Lonjakan Kematian Pasien COVID-19
Sementara itu, Wakil Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD DIY Indrayanto mengusulkan seluruh warga yang positif COVID-19 menjalani isolasi secara terpusat di selter yang telah disediakan pemerintah daerah. Menurutnya, lonjakan kasus kematian akibat COVID-19 di DIY disebabkan oleh layanan kesehatan yang minim saat di rumah.
“Kami usulkan semua pasien isoman masuk selter untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak. Di selter layanan kesehatan, kontrol vitamin, gizi, makan, sampai aktivitas yang membantu pasien secara psikologi bisa teragendakan dengan baik,” kata Indrayanto dikutip dari ANTARA.