Postpartum Skizofrenia adalah Depresi Setelah Melahirkan, Berikut Cara Mengatasinya

Melahirkan dan memiliki anak merupakan hal yang paling membahagiakan bagi sebagian kaum hawa, terutama ibu baru. Namun, ada beberapa gangguan mental yang sering dialami oleh ibu setelah melahirkan, salah satunya postpartum skizofrenia.

Jevi Nugraha
Oleh Jevi Nugraha - Reporter
Postpartum Skizofrenia adalah Depresi Setelah Melahirkan, Berikut Cara Mengatasinya
Ilustrasi ibu dan bayi. Shutterstock/Christophe Testi

Melahirkan dan memiliki anak merupakan hal yang paling membahagiakan bagi sebagian kaum hawa, terutama ibu baru. Namun, ada beberapa gangguan mental yang sering dialami oleh ibu setelah melahirkan, salah satunya postpartum skizofrenia.

Melansir dari Medical News Today, postpartum adalah depresi yang dialami oleh ibu setelah melahirkan. Penyakit ini menjadi gangguan serius yang sering dialami ibu dalam beberapa hari atau minggu setelah persalinan.

Umumnya, ibu yang mengalami psikosis setelah melahirkan juga memiliki gangguan bipolar atau skizofrenia. Ibu yang baru melahirkan dan memiliki riwayat gangguan postpartum sangat rentan mengalami gangguan mental ini. Apabila tidak segara ditangani, penyakit ini sangat membahayakan ibu atau bayi.

Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan postpartum skizofrenia dan bagaimana cara mengatasinya? Simak ulasannya yang dilansir dari Hello Sehat dan Medical News Today:

Gejala Postpartum Skizofrenia

Postpartum skizofrenia adalah gangguan mental serius yang kerap dialami oleh ibu dalam beberapa hari atau minggu usai persalinan. Gangguan ini dapat berkembang secara tiba-tiba bahkan hanya dalam beberapa jam sekali pun ibu tidak memiliki riwayat penyakit mental.

Umumnya, ibu dengan masalah gangguan mental ini dapat mengalami beberapa gejala selama beberapa hari. Berikut beberapa gejala postpartum skizofrenia yang sering dialami ibu setelah melahirkan:

• Perubahan mood yang ekstrem

• Mendengar suara dan melihat hal-hal yang tidak ada (halusinasi)

• Sering merasa takut, bingung, dan curiga

• Menarik diri dari lingkungan dan mudah menangis

• Berbicara dan berpikir terlalu banyak dan cepat, merasa terlalu senang, dan lainnya

• Memperlakukan bayi dengan cara tidak tepat

• Kehilangan nafsu makan dan tidak bersemangat

• Menjadi agresif dan kasar

Penyebab Postpartum Skizofrenia

Melahirkan dan merawat bayi memang tidak mudah, terlebih menjadi ibu baru. Melansir dari Royal Collage of Psyhiatrists, hanya ada 1 dari 1000 ibu baru melahirkan atau sekitar 0,1% yang akan mengalami gejala psikosis setelah melahirkan.

Penyebab postpartum skizofrenia tidak ada kaitannya dengan hubungan seks setelah melahirkan. Namun, penyebab postpartum skizofrenia adalah adanya perubahan kadar hormon dan pola tidur yang terganggu. Selain itu, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab postpartum skizofrenia lainnya, di antaranya:

• Memiliki gangguan kejiwaan bipolar tipe 1 maupun skizofrenia

• Mengalami masalah mental parah saat hamil

• Pernah mengalami psikosis pasca persalinan

• Memiliki ibu atau saudara yang pernah mengalami psikosis setelah melahirkan

• Memiliki riwayat keluarga yang pernah mengalami gangguan mental

Cara Mengatasi Postpartum Skizofrenia

Salah satu cara mengatasi postpartum skizofrenia yang paling utama adalah pemberian obat-obatan. Gangguan mental dapat ditangani dengan obat-obatan antipsikotik atau antidepresan di bawah pengawasan dokter maupun psikiater. Beberapa obat-obatan yang dapat diberikan antara lain antidepresan, antipsikotik, dan obat penenang.

Selain itu, melakukan terapi psikologis juga sangat diperlukan. Biasanya, dokter akan menyarankan Anda untuk menjalani terapi bicara, seperti cognitive behavioral therapy (CBT). Terapi perilaku kognitif (CBT) sendiri adalah terapi bicara yang dapat membantu penderita mengelola masalah dengan mengubah cara berpikir dan berperilaku.

Rekomendasi