Dalam sebuah video yang viral yang diunggah akun @smart.gram, tampak mobil pemadam kebakaran menyemprot sejumlah kios yang melanggar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Kios-kios yang berada di kawasan Mijen, Semarang itu disemprot menggunakan mobil damkar karena beroperasi hingga malam hari.
Tak hanya itu, perabotan seperti meja, kursi, bahkan barang dagangan ikut dibawa petugas PPKM itu.
Cara penindakan yang dilakukan oleh petugas PPKM ini pun mendapat reaksi keras dari berbagai pihak. Mereka menyayangkan aksi oknum penegak aturan itu yang sampai membawa perabotan yang dimiliki pedagang.
Pada akhirnya kabar ini sampai juga pada Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi. Pria yang akrab disapa Hendi itu memberi peringatan pada para petugas agar bisa bertindak sewajarnya dalam menegakkan aturan. Berikut selengkapnya.
Advertisement
Peringatan Wali Kota
Melalui akun Instagramnya, Wali Kota Hendi memberi teguran kepada jajarannya, terutama petugas Satpol PP di Pemerintah Kota Semarang yang telah menyemprot warung-warung itu dan menyita barang-barang. Menurutnya, apa yang mereka lakukan itu tidak sesuai dengan perintahnya.
“Saya rasa masih banyak hal yang kita lakukan supaya semua bisa menurut dengan aturan. Bermainlah yang efisien. Sampaikan pada masyarakat dengan santun. Jangan sampai ada kejadian-kejadian yang karena anda semua capek, muncullah hal-hal yang kontraproduktif,” kata Hendi melalui akun Instagramnya pada Selasa (7/7).
Advertisement
Turun Langsung ke Lapangan
Sebelumnya, Hendi turun sendiri ke lapangan dalam menindak para pelanggar PPKM. Dia mendatangi sejumlah warung makan dan meminta mereka untuk segera tutup saat hari sudah malam.
“Nggak boleh buka. Ini sudah aturan. Nggak bisa ditawar-tawar. Dari pada nanti laporannya ke mana-mana, selama tiga minggu ini nurut aja dulu,” kata Hendi pada seorang pemilik warung makan di Semarang.
Advertisement
Bayar Semua Jajanan
Selain minta para pemilik menutup warung makannya, Hendi juga menyempatkan diri untuk membayar semua jajanan yang dibeli pelanggan. Bahkan ada pembeli yang tidak mengira bahwa yang membayarkan jajanannya adalah Wali Kota Semarang.
“Nih, sudah aku bayarin semua. Bikin kolesterol!” kata Hendi kepada seorang penjual gorengan.
“Pak Wali Kota, ya?” tanya seorang pembeli.
“Bukan, aku Anwar,” jawab Hendi mengutip dari akun Instagram pribadinya.