7 Gejala Pembekuan Darah yang Sering Tidak Disadari, Perlu Diketahui

Biasanya, terdapat beberapa gejala pembekuan darah yang muncul ketika seseorang mengalami kondisi ini. Namun tidak jarang, orang yang mengalami kondisi pembekuan darah justru tidak menyadari gejala-gejala yang muncul.

Ayu Isti Prabandari
Oleh Ayu Isti Prabandari - Reporter
7 Gejala Pembekuan Darah yang Sering Tidak Disadari, Perlu Diketahui
Ilustrasi Darah. ©2020 Merdeka.com/www.pixabay.com

Seperti diketahui, tubuh bekerja sesuai dengan sistemnya sehingga dapat menjaganya tetap sehat. Bahkan tubuh secara otomatis akan bekerja memperbaiki diri ketika terjadi suatu gangguan. Salah satunya ketika kulit mengalami luka, kemudian tubuh akan melakukan pembekuan darah untuk menghentikan risiko pendarahan yang semakin parah pada luka tersebut.

Hal ini tidak lain merupakan respons tubuh yang secara sigap mengatasi masalah yang sedang terjadi. Meskipun pembekuan darah dalam hal ini sangat berguna untuk menghentikan pendarahan, namun jika kondisi pembekuan darah terjadi tanpa sebab justru perlu diwaspadai. Kondisi pembekuan darah yang terjadi secara tiba-tiba ini dapat berbahaya bahkan bisa mengancam jiwa.

Sebab, darah yang membeku pada akhirnya tidak dapat mengalir dalam tubuh dengan baik sehingga sangat mungkin terjadi penyumbatan. Dengan begitu, berbagai organ tubuh yang membutuhkan aliran darah dan oksigen untuk melakukan fungsinya akan terganggu. Maka dari itu, kondisi ini tidak boleh diremehkan begitu saja.

Biasanya, terdapat beberapa gejala pembekuan darah yang muncul ketika seseorang mengalami kondisi ini. Namun tidak jarang, orang yang mengalami kondisi pembekuan darah justru tidak menyadari gejala-gejala yang muncul. Gejala pembekuan darah yang sering terjadi dapat berupa kram kaki, sakit punggung, kulit terasa hangat saat disentuh, hingga keringat yang muncul dalam jumlah banyak atau berlebihan.

Melansir dari The Healthy, berikut kami rangkum beberapa gejala pembekuan darah yang sering tak disadari, perlu Anda ketahui.

Mengenal Kondisi Pembekuan Darah

Sebelum mengetahui beberapa gejala pembekuan darah, perlu dipahami terlebih dahulu apa yang disebut dengan pembekuan darah. Pembekuan darah merupakan kondisi di mana darah mengental atau membentuk konsistensi yang lebih padat. Biasanya pembekuan darah terjadi ketika tubuh mengalami cedera, sehingga dapat mencegah kehilangan darah terlalu banyak saat cedera berlangsung.

Dalam kondisi ini, komplikasi dapat terjadi ketika darah yang mengental atau membeku tidak larut secara alami jika tidak mendapatkan pengobatan khusus. Hal yang perlu diwaspadai yaitu pada beberapa kasus kondisi ini tidak menimbulkan gejala khusus.

Sehingga penderita tidak menyadari bahwa dalam tubuhnya sedang terjadi pembekuan darah. Kondisi pembekuan darah perlu segera mendapatkan penanganan agar tidak menyebabkan berbagai risiko penyakit yang berbahaya dan mengancam jiwa.

Kram Kaki

Setelah mengetahui kondisi umum, berikutnya terdapat beberapa gejala pembekuan darah yang perlu Anda ketahui. Gejala yang pertama adalah kram kaki. Orang yang mengalami penggumpalan darah bisa merasakan gejala krama atau nyeri pada bagian-bagian tubuh.

Pembekuan darah yang berbentuk vena besar, sering kali terjadi di tungkai bawah sehingga kerap menyebabkan nyeri kaki atau kram. Gumpalan dapat berkembang perlahan atau muncul tiba-tiba, khususnya setelah waktu yang lama dalam posisi duduk atau berada di tempat yang sempit, seperti ketika duduk di kendaraan terlalu lama.

Sakit Punggung

Gejala pembekuan darah yang sering tak disadari berikutnya adalah sakit punggung. Munculnya rasa nyeri di bagian punggung bisa menjadi salah satu tanda bahwa terdapat penggumpalan darah di daerah panggul.

Gejala nyeri punggung terkait pembekuan darah memang jarang terjadi, namun gejala ini bisa menyebabkan kerusakan permanen karena dapat menghambat aliran darah secara ekstrem. Jika Anda mengalami kondisi ini, segera hubungi dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat.

Kulit Berubah Warna

Kulit berubah warna juga termasuk salah satu gejala pembekuan darah yang perlu diketahui. Darah yang membeku otomatis akan mengganggu aliran darah normal sehingga dapat menyebabkan perubahan warna kulit.

Jika area satu kaki tampak merah atau memiliki warna yang berbeda, bekuan darah bisa menjadi salah satu penyebabnya. Gejala ini harus diperiksa oleh dokter, dengan begitu dokter akan memberikan perawatan dan pengobatan tertentu untuk mencegah kondisi yang semakin buruk.

Kulit Terasa Hangat saat Disentuh

Gejala pembekuan darah selanjutnya adalah kulit terasa hangat saat disentuh. Ini merupakan gejala paling umum yang sering terjadi. Sama seperti perubahan warna kulit, kondisi kulit yang terasa hangat saat disentuh juga disebabkan oleh gangguan aliran darah.

Jika suhu semakin meningkat, kemungkinan penderita memiliki risiko pembekuan darah yang semakin parah. Biasanya gejala ini muncul bersamaan dengan gejala kram kaki dan perubahan warna kulit.

Pembengkakan

Pembengkakan bagian tubuh juga menjadi salah satu gejala pembekuan darah yang sering tidak disadari. Ketika terjadi pembengkakan di bagian lengan, tangan, kaki, atau pergelangan kaki, bisa menjadi salah satu indikasi bahwa Anda mengalami pembekuan darah.

Gejala ini biasanya terjadi secara tiba-tiba. Dengan begitu, jika Anda mengalami gejala ini sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk mencegah risiko yang semakin buruk.

Keringat Berlebihan

Keringat berlebihan juga perlu Anda waspadai sebagai salah satu gejala pembekuan darah. Munculnya keringat yang berlebihan menjadi salah satu gejala pembekuan darah yang bisa terjadi pada paru-paru atau jantung.

Ini merupakan jenis pembekuan darah yang sangat serius sehingga perlu segera mendapatkan penanganan darurat medis. Jika gejala ini terjadi pada Anda, segera kunjungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat.

Sesak Napas

Gejala pembekuan darah yang terakhir adalah sesak napas. Ketika gumpalan darah menyumbat pembuluh darah di paru-paru, dapat menyebabkan gejala seperti sesak napas, kesulitan bernapas, dan nyeri dada.

Dalam beberapa kasus, penderita mungkin mengalami penurunan tekanan darah, pingsan, atau bahkan batuk darah. Ini juga termasuk kondisi serius sehingga tidak boleh diremehkan begitu saja dan segera dapatkan penanganan yang tepat.

Rekomendasi