Di dunia ini, banyak orang mempunyai masalah dengan jerawat. Mereka ingin agar wajah selalu bersih dari noda demi meningkatkan kepercayaan diri.
Oleh karena itu, obat jerawat senantiasa laris di pasaran. Hanya saja tak semua obat jerawat cocok untuk segala jenis kulit karena masing-masing orang memiliki jenis kulit yang berbeda-beda.
Kendati demikian, tim riset yang beranggotakan para mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berhasil menemukan obat jerawat yang dipercaya aman untuk segala jenis kulit. Obat jerawat itu berbahan dasar herbal yaitu dari belimbing wuluh yang bernama ilmiah Averrhoa bilimbi L.
Lalu seperti apa obat jerawat berbahan dasar herbal itu? Berikut selengkapnya:
Advertisement
Saila Rizqi, salah satu tim inovator UNY mengatakan, belimbing wuluh dipilih sebagai bahan dasar penyembuhan jerawat karena mengandung senyawa-senyawa di antaranya flavonoid, tannin, saponin, dan triterpenoid.
Menurutnya, senyawa-senyawa tersebut memiliki kemampuan untuk membentuk kompleks dengan protein bakteri melalui ikatan hidrogen.
Ikatan ini menyebabkan struktur dinding sel dan membran sitoplasma bakteri menjadi tidak stabil sehingga sel bakteri kehilangan aktivitas biologinya.
Advertisement
Sisca Kumaladewi, salah satu anggota tim menjelaskan, tanaman belimbing wuluh yang tumbuh dengan baik dapat menghasilkan 100-300 buah per pohon. Kemudian, buah yang sudah matang itu harus segera dipanen karena buah itu mudah sekali gugur dari pohonnya dan kemudian membusuk.
Namun, kemampuan tanaman belimbing wuluh untuk menghasilkan buah tidak sebanding dengan pemanfaatannya. Menurut Sisca, mayoritas orang belum menaruh perhatian yang besar pada belimbing wuluh sehingga buah itu terbuang sia-sia.
Advertisement
Dengan memanfaatkan bahan dasar belimbing wuluh, tim inovator mahasiswa UNY itu berhasil menciptakan obat jerawat yang mereka namakan Geverlim. Obat itupun berhasil meraih dana Dikti dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan di tahun 2020 dan kini siap dipasarkan.
Salah satu anggota tim, Dwi Anggi Marini menjelaskan bahan yang diperlukan untuk membuat obat itu adalah belimbing wuluh, ethanol 70 persen, karbopol 940, propingelikol, trietanolamin, metil paraben, rosewater, dan akuades.
“Proses pembuatannya terbagi dua, pertama, pembuatan ekstrak belimbing wuluh lalu kedua pembuatan gel ekstrak ethanol belimbing wuluh dengan basis karbopol,” jelas Dwi Anggi dikutip dari Liputan6.com pada Rabu (17/3).