Rencana di Pontianak Cuma Sehari, Kakak Beradik Asal Sragen Jadi Korban Sriwijaya Air

Pada Sabtu siang (9/1) pukul 14.40, pesawat Sriwijaya Air jenis Boeing 737-500 yang membawa 62 orang dengan rute Jakarta-Pontianak jatuh di Perairan Kepulauan Seribu. Dua orang penumpang yang ikut dalam penerbangan naas itu adalah kakak beradik asal Sragen, Jawa Tengah, Suyanto (40) dan Riyanto (32).

Shani Ramadhan Rasyid
Oleh Shani Ramadhan Rasyid - Reporter
Rencana di Pontianak Cuma Sehari, Kakak Beradik Asal Sragen Jadi Korban Sriwijaya Air
Basarnas periksa bagian pesawat Sriwijaya Air SJ182. ©2021 Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Pada Sabtu siang (9/1) pukul 14.40, pesawat Sriwijaya Air jenis Boeing 737-500 dengan rute Jakarta-Pontianak jatuh di Perairan Kepulauan Seribu. Di dalam pesawat itu, ada 62 orang dengan rincian 50 penumpang dan 12 orang kru.

Dua orang penumpang yang ikut dalam penerbangan nahas itu adalah kakak beradik asal Sragen, Jawa Tengah, Suyanto (40) dan Riyanto (32). Dalam kesehariannya, Suyanto dan Riyanto bekerja di sebuah perusahaan kontraktor yang proyeknya banyak dilakukan di luar Jawa termasuk Pontianak.

Pada saat menumpang pesawat itu, kedua kakak beradik itu rencananya terbang ke Pontianak dan berada di sana hanya sehari saja untuk menandatangani kontrak kerja. Tapi nahas, saat hendak ke sana, pesawat yang mereka tumpangi hilang kontak dan jatuh di wilayah Kepulauan Seribu.

Hingga kini, pihak keluarga masih menunggu kabar terkini dari kedua kakak beradik itu. Berikut selengkapnya:

Berangkat dari Rumah

Dilansir dari ANTARA pada Senin (11/1), Suyanto dan Riyanto berangkat dari rumah mereka di Desa Katelan, Sragen, ke Jakarta pada tanggal 31 Desember 2020 karena harus mencari tes usap PCR sebagai persyaratan penerbangan. Rencananya, mereka akan pergi ke Pontianak pada Sabtu (9/1) karena ada tender proyek.

Menurut informasi dari pihak keluarga, Suyanto dan Riyanto seharusnya sudah terbang ke Pontianak pada pukul 07.00 dan kemudian ada penundaan karena cuaca hingga pukul 13.00. Namun keberangkatannya harus ditunda lagi hingga pukul 14.30.

“Sebelum berangkat, Suyanto sempat menghubungi istrinya, Yuni di Sragen. Namun setelah beberapa jam, dia tak memberi kabar sudah tiba di Pontianak. Pihak keluarga kemudian menanyakan pada saudaranya di Jakarta. Ternyata kemudian ada kabar pesawat Sriwijaya Air SJ-182 hilang kontak,” kata Kunto Cahyono, Kepala Desa Katelan, Kecamatan Tangen, Sragen.

Kabar Sampai ke Sragen

Kabar tentang kakak beradik yang menjadi penumpang pesawat Sriwijaya Air itu akhirnya sampai ke Sragen melalui pihak kepolisian. Pihak kepolisian langsung mengecek kebenaran itu ke keluarga Suyanto. Ternyata benar, saat mau berangkat Suyanto mengirimkan foto tiket pesawat Sriwijaya Air SJ-182 kepada istrinya.

Pihak Keluarga ke Jakarta

Mengetahui kejadian ini, pihak keluarga di Sragen langsung berangkat ke Jakarta pada Sabtu malam (9/1) dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta Minggu pagi (10/1). Kemudian pada Senin (11/1) pagi kedua orang tua Suyanto sudah berada di RS Bhayangkara Jakarta untuk diambil sampel tes DNA untuk mencocokkan dengan kedua anaknya.

“Pihak keluarga di Sragen masih menunggu kabar terkini, dan berharap Suyanto dan Riyanto dapat segera ditemukan,” kata Kunto Cahyono dikutip dari ANTARA.

Rekomendasi