Buang air kecil merupakan salah satu respon dan kebiasaan tubuh yang sering dilakukan. Setiap kali tubuh menerima asupan cairan akan diserap dan sisa cairan yang sudah tidak berguna akan ditampung dalam bentuk urin dan selanjutnya dibuang. Cairan urin ini merupakan racun yang harus dikeluarkan agar tidak membahayakan tubuh.
Biasanya ketika Anda minum banyak air, maka sering kali akan merasa ingin buang air kecil lebih banyak dari biasanya. Ini memang kondisi umum yang sering terjadi. Meskipun begitu, jika kondisi ini semakin sering terjadi tentu tidak bisa disepelekan begitu saja. Sebab, kondisi ini bisa menjadi tanda dari masalah kesehatan yang lebih serius.
Dalam hal ini, terdapat beberapa penyebab sering buang air kecil yang perlu diwaspadai. Penyebab sering buang air kecil ini bisa datang dari kondisi infeksi saluran kemih, akibat penyakit diabetes, kondisi hamil, hingga pengaruh kecemasan yang sedang dialami. Dengan begitu, beberapa penyebab ini perlu diperhatikan dengan baik untuk mendeteksi akar pemicu gejala sering buang air kecil.
Jika beberapa penyebab sering buang air kecil dapat dipahami dengan baik, tentu dapat memudahkan Anda untuk mengambil langkah penanganan dan pencegahan yang tepat. Dilansir dari situs The Healhty, berikut kami merangkum beberapa penyebab sering buang air kecil yang perlu Anda ketahui.
Advertisement
Infeksi Saluran Kemih
Penyebab sering buang air kecil yang pertama bisa datang dari kondisi Infeksi Saluran Kemih (ISK). Menurut ahli, sering buang air kecil memang kerap dikaitkan dengan berbagai gangguan ginjal.
Namun, jika sering buang air kecil disertai dengan demam serta rasa sakit dan tidak nyaman pada perut, biasanya menandakan kondisi infeksi saluran kemih. Infeksi saluran kemih dapat menyerang ketika bakteri masuk ke kandung kemih, tetapi biasanya dapat diobati dengan obat-obatan umum.
Advertisement
Penyakit Diabetes
Penyebab sering buang air kecil berikutnya yaitu kondisi penyakit diabetes. Sering buang air kecil, dengan jumlah urin yang sangat banyak, seringkali merupakan gejala awal dari diabetes tipe 1 dan tipe 2, karena tubuh mencoba untuk melepaskan diri dari glukosa yang tidak terpakai melalui urin.
Gejala sering buang air kecil juga biasanya menyebabkan dehidrasi pada penderita diabetes. Hal ini tidak lain karena tubuh mengeluarkan banyak cairan karena sering buang air kecil. Dengan begitu penderita diabetes disarankan untuk minum air dengan cukup, namun hindari minum sebelum waktu tidur.
Advertisement
Gangguan Prostat
Penyebab sering buang air kecil juga bisa akibat dari gangguan prostat. Dalam hal ini, pembesaran prostat dapat menekan uretra (saluran yang membawa urin keluar tubuh) dan menghalangi aliran urin, yang dapat menyebabkan dinding kandung kemih menjadi sensitif.
Kandung kemih dapat mulai berkontraksi meskipun hanya mengandung sedikit urin, dan kondisi ini dapat menyebabkan ketidakmampuan menahan kencing sehingga lebih sering buang air kecil.
Advertisement
Hamil
Penyebab sering buang air kecil selanjutnya yaitu ketika And sedang dalam masa kehamilan. Pada tahap awal kehamilan, perubahan hormonal dapat menyebabkan peningkatan frekuensi buang air kecil, sehingga ibu hamil akan sering buang air kecil terutama pada trimester pertama. Meskipun begitu, kondisi ini sangat umum dan tidak berbahaya.
Untuk mengurangi gejala ini, ibu hamil dapat melakukan latihan senam kegel. Senam ini dapat membantu mengurangi gejala sering buang air kecil saat masa kehamilan awal. Selain itu, wanita hamil juga perlu menghindari konsumsi kafein yang dapat memicu gejala semakin parah.
Advertisement
Sindrom Kandung Kemih Terlalu Aktif
Penyebab sering buang air kecil juga bisa dipicu oleh kondisi sindrom kandung kemih yang terlalu aktif. Orang dengan sindrom kandung kemih terlalu aktif mungkin mengalami kontraksi kandung kemih yang tidak disengaja yang menyebabkan sering dan sering buang air mendesak.
Bahkan dorongan ini bisa muncul meskipun kandung kemih dalam tubuh kosong. Pada kondisi yang parah, sindrom ini dapat membuat sering terbangun di tengah malam untuk buang air kecil berkali-kali.
Advertisement
Sistitis Interstisial
Penyebab sering buang air kecil yang perlu diwaspadai berikutnya yaitu akibat kondisi sistitis interstisial. Orang yang menderita sistitis interstisial dapat buang air kecil sebanyak 35 hingga 40 kali sehari. Bahkan tidak jarang, saat beberapa kali buang air kecil hanya mengeluarkan beberapa tetes urin saja.
Gejala ini akan muncul sepanjang hari dan biasanya sepanjang malam, yang dapat menyebabkan gangguan pada pola tidur. Ditambah, rasa sakit mungkin ada, dan itu akan meningkat saat kandung kemih terisi.
Advertisement
Kecemasan
Kondisi kecemasan juga bisa menjadi penyebab sering buang air kecil. Ketika sedang mengalami keadaan cemas, tentu Anda sering kali merasa ingin buang air kecil. Dalam hal ini, biasanya kandung kemih terus membesar hingga penuh. Kemudian, kandung kemih mengirimkan sinyal ke otak bahwa sudah waktunya untuk buang air kecil.
Jika Anda sering mengalami hal ini, maka perlu mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengelola kecemasan yang ada. Beberapa pilihan termasuk pengurangan stres, teknik meditasi atau relaksasi, yoga, dan terapi fisik dasar panggul.
Advertisement
Stroke
Penyebab sering buang air kecil yang terakhir bisa datang dari penyakit stroke. Mengalami stroke terkadang dapat merusak saraf di kandung kemih dan menyebabkan buang air kecil berlebihan. Karena otot-otot yang digunakan untuk buang air kecil mungkin terpengaruh, yang dapat menyebabkan masalah kontrol kandung kemih.
Stroke juga dapat memengaruhi kognisi yang juga dapat menyebabkan buang air kecil berlebihan serta inkontinensia. Dengan begitu, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan dan cara pencegahan yang tepat.