Mulai Senin (21/12), Fly Over Purwosari di Kota Solo mulai dibuka untuk umum. Sebelum dilintasi kendaraan umum, dilakukan peresmian Fly Over yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo.
Selain Fly Over atau jalan layang, Wali Kota Solo juga meresmikan “underpass” atau terowongan Suro Noto Sari yang berada di Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Solo. Namun, terowongan itu hanya khusus diperuntukkan bagi kendaraan roda dua.
"'Flyover' dan 'underpass' ini untuk mengurangi lintasan sebidang. Di Solo jumlah lintasan sebidang kan ada tujuh, ini sudah berkurang tiga, ada Manahan, Purwosari, Pajang. Harapannya ini bisa mengurangi kecelakaan lalu lintas dan menghindarkan kemacetan," kata pria yang akrab disapa Rudy itu dikutip dari ANTARA pada Senin (21/12).
Berikut penampakan dan kondisi proyek Fly Over Purwosari Solo yang baru selesai dibangun:
Advertisement
Tutup Semua Perlintasan Sebidang
Menurut Rudy, peresmian dua proyek itu merupakan bagian dari tujuannya untuk meniadakan perlintasan sebidang yang ada di Kota Solo. Hingga saat ini, di Solo masih ada 4 perlintasan sebidang yaitu Jebres, Pasar Nongko, Purwoloyo, dan Joglo.
"Meniadakan lintasan sebidang cukup lama, izinnya saja butuh waktu 1 tahun 3 bulan. Yang pasti dengan adanya jalan ini pergerakan ekonomi bisa ditingkatkan,” kata Rudy.
Advertisement
Hanya Sementara
Walau sudah bisa dilalui kendaraan umum, Rudy mengatakan bahwa pembukaan itu hanya sementara karena sifatnya baru uji coba. Rencananya, uji coba itu akan dilakukan hingga tanggal 26 Desember mengingat ada pekerjaan tambahan yang harus diselesaikan.
"Ada pekerjaan tambahan seperti drainase Kleco dan jalur lambat. Pekerjaan tersebut sebenarnya tidak ada dalam rencana, tetapi sisa pagu/anggaran diharapkan bisa untuk membangun itu," kata Rudy.
Advertisement
Peresmian Underpass Baru
Selain peresmian Fly Over baru, Wali Kota Solo beserta jajarannya juga berkesempatan untuk meresmikan underpass baru yang berada di Kelurahan Pajang, Laweyan, Solo. Underpass itu dinamakan Suro Noto Sari yang menelan anggaran sebesar Rp5,6 miliar.
Pada kesempatan itu, Rudy berharap masyarakat sekitar untuk ikut menjaga fasilitas yang ada di terowongan tersebut.
“Lampunya jangan dicopoti. Ini untuk kepentingan umum. Masak baru dipasang lampu dua hari sudah hilang. Agar semua bisa menikmati fasilitasnya,” ungkap Rudy dikutip dari ANTARA.