Meski sempat menutup wisatanya, Jogja kini kembali melonggarkan industri wisata. Walau dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, Jogja masih menjadi destinasi wisata yang menjanjikan. Tak hanya wisata alam, tapi juga budaya dan sejarah.
Tepat pada Senin (23/11) kemarin, atau dalam kalender Jawa, Senin Pon malam Selasa Wage, merupakan hari kelahiran Sultan Hamengku Buwono X. Kraton Jogja menyebut hari kelahiran sultan ini dengan istilah 'Wiyosan Dalem'.
Dalam memeringati hari itu, Kraton Jogja menggelar 'Uyon-Uyon Hadiluhung' di Kagungan Dalem Bangsal Srimanganti, Kraton Jogja. Dalam acara tersebut, akan menampilkan komposisi gendhing dan Beksan Panji Sekar.
Digelar di tengah pandemi, penyelenggara tak kehabisan akal. Acara peringatan hari kelahiran sultan ini, ditayangkan secara langsung lewat kanal Youtube Kraton Jogja dan juga siaran RRI Pro 4, mulai pukul 20.00 WIB.
Advertisement
Sajikan Penampilan Beksan Panji Sekar
Beksan Panji Sekar merupakan tari tradisi karya Sri Sultan Hamengku Buwono I. Tarian ini dibawakan oleh empat orang penari pria dengan membawa properti perang, seperti keris dan panah. Dilansir dari laman resmi Kraton Jogja, tari ini menceritakan tentang peperangan antara Jayakusuma dari negara Jawa dan Klana Jayalengkara dengan negara Bali.
"Koreografi Beksan Panji Sekar ini, (hampir) sama dengan tari Beksan-Beksan lain, menceritakan dua orang tokoh antagonis dan protagonis yang digandakan, jadi empat orang," jelas RW Rogomurti, salah satu pemucal tarian, lewat siaran langsung, Senin (23/11).
Acara peringatan ini berlangsung dengan lancar, dan mematuhi protokol kesehatan yang baik. Pengunjung yang hadir di lokasi, dibatasi dan harus menerapkan 3M.