Chef Marinka berbagi kisah tentang pengalaman pahitnya di masa lalu mengenai kehidupan percintaannya. Mungkin tak banyak yang tahu seperti apa kehidupan percintaan Chef Marinka di masa lalu.
Chef Marinka pernah melewati masa-masa yang cukup pahit. Pada 2015, wanita berusia 40 tahun ini rupanya sempat bertunangan dengan kekasih yang sangat dicintainya.
Tidak hanya itu saja, Chef Marinka juga menceritakan bagaimana kondisinya pasca kejadian tersebut. Ia menceritakan bagaimana cara menyembuhkan luka dari kejadian tersebut.
Advertisement
Putus dengan Tunangan
Hal itu disampaikan Chef Marinka dalam video perbincangan bersama Daniel Mananta yang diunggah di kanal YouTube Daniel Mananta Network pada Senin (19/10). Dalam kesempatan itu, Ia menceritakan bagiamana kronologi awal saat berpisah dengan kekasih.
Kala itu, Chef Marinka sudah berkomitmen ingin membangun rumah tangga bersama kekasihnya, namun kisah cinta keduanya kandas usai lamaran. Meskipun sudah disetujui oleh pihak keluarga, mereka masih belum menyebarkan undangan pernikahan.
"Itu 2015 di akhir tahun gitu gue putus sama tunangan gue. Jadi basically sebentar lagi sudah mau nikah tuh. Untungnya belum (print undangan), cuma maksudnya sudah disetujui semuanya (oleh pihak keluarga)," ungkap Chef Marinka.
Advertisement
Lama Tak Bertemu
Ia lantas mengurai penyebab hubungannya dengan sang kekasih kandas. Itu lantaran keduanya jarang bertemu untuk menghabiskan waktu bersama.
"Pada saat itu gue kerja, dia kerja, tapi kita kerjanya bisa dua bulan enggak ketemu. Gue traveling selama dua bulan full, dia traveling selama sebulan full, akhirnya ya sudah enggak ketemu. Dan itu ngaruh banget dan bikin kita putus," tambah Chef Marinka.
Advertisement
Nangis Setiap Hari
Kala itu putus cinta membuatnya sangat patah hati hingga rasanya tak ingin lagi melanjutkan hidup. Namun dirinya tersadar bahwa itu bukanlah jalan keluar.
"Saat itu adalah saat-saat terburuk dalam hidup gue. Sampai kayak udah mau mati rasanya. Gue sampai doa sama Tuhan, 'Tuhan sudahlah gue mati aja, buat apa sih' cuma gue pikir kalau bunuh diri dosa, rugi di gue. Jadi mendingan enggak usah," tutur Chef Marinka.
Advertisement
Berterima Kasih dengan Tuhan
Akhirnya, mau tak mau fase patah hati itu ia hadapi setiap harinya. Di tengah perjalanannya, ia justru menjadi lebih dekat dengan Sang Pencipta.
"Cuma saat ini aku sangat berterima kasih pada Tuhan karena gara-gara itu gue jadi mencari Tuhan. Jadi selama sebelum-sebelumnya gue kayak ya ke gereja tapi enggak benar-benar dari hati. Gara-gara itu gue otomatis tahu udah enggak ada pegangan lagi, cuma Tuhan doang," ucap Chef Marinka.
Advertisement
KONTAK BANTUAN
Bunuh diri bukan jawaban apalagi solusi dari semua permasalahan hidup yang seringkali menghimpit. Bila Anda, teman, saudara, atau keluarga yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, dilanda depresi dan merasakan dorongan untuk bunuh diri, sangat disarankan menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan (Puskesmas atau Rumah Sakit) terdekat.
Bisa juga mengunduh aplikasi Sahabatku: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.tldigital.sahabatku
Atau hubungi Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567 yang melayani berbagai pengaduan, permintaan, dan saran masyarakat.
Anda juga bisa mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surat elektronik (surel) kontak@kemkes.go.id.