Diduga Kelelahan, Para Pelamar Kerja di Sragen Ini Justru Terinjak-Injak di Kerumunan

Ada satu perusahaan yang membuka lapangan kerja, banyak warga yang berbondong-bondong mengisi lapangan kerja tersebut. Hal inilah yang terjadi di Kecamatan Masaran, Sragen, Jawa Tengah.

Shani Ramadhan Rasyid
Oleh Shani Ramadhan Rasyid - Reporter
Diduga Kelelahan, Para Pelamar Kerja di Sragen Ini Justru Terinjak-Injak di Kerumunan
Kerumunan Pelamar Kerja di Sragen. ©Instagram/@smart.gram

Di saat masa pandemi ini, banyak warga yang kehilangan pekerjaan. Hal ini tak lepas dari banyaknya perusahaan yang merumahkan pada karyawannya atau mem-PHK mengingat keuangan yang buruk tidak sehingga bisa membayar gaji.

Ada satu perusahaan yang membuka lapangan kerja, banyak warga yang berbondong-bondong mengisi lapangan kerja tersebut. Hal inilah yang terjadi di Kecamatan Masaran, Sragen, Jawa Tengah.

Demi mendapatkan pekerjaan, para pelamar kerja bahkan harus antre sejak pukul 1 dini hari. Perjuangan mereka tak cukup sampai di situ, bahkan dalam video yang diposting akun Instagram @smart.gram, mereka harus berdesakan sampai terinjak-injak di tengah kerumunan.

Berdesak-desakan

Pada masa pandemi ini, tiap orang harus bisa menerapkan protokol kesehatan secara disiplin. Tapi yang terjadi pada pabrik itu justru sebaliknya.

Mereka malah berkerumun dan berdesak-desakan. Bahkan banyak pula dari mereka yang membuka masker yang dibawa agar lebih mudah dalam bernafas.

Pelamar Terinjak-Injak

Bahkan karena terus berdiri sambil menunggu giliran menyerahkan berkas yang sudah tersimpan rapi di amplop, mereka pada akhirnya kelelahan. Ketika kelelahan itulah keseimbangan mulai goyah.

Bermula dari satu pelamar yang jatuh, lalu diikuti pelamar-pelamar yang berdekatan dengannya. Kejadian itu sempat memancing keributan pada pabrik tersebut.

Antre Sejak Dini Hari

Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, para pelamar kerja itu memang sudah mengantre sejak pukul 01.00 WIB dini hari. Video itu sendiri juga beredar di media sosial dan mengundang berbagai perhatian warganet.  

Hingga kini, belum ada konfirmasi dari pihak pabrik mengenai kericuhan pelamar kerja yang membludak.

Rekomendasi