Widy Soediro Nichlany atau lebih dikenal sebagaiWidy Vierra bergabung denganKevin Aprilio dalam band Vieratelle pada 2008 silam. Vokalis perempuan di antara personel band lainnya yang laki-laki, tentu saja membuat Widy menjadi pusat perhatian.
Selain memiliki suara indah, Widy juga memiliki penampilan yang menarik. Penampilannya yang selalu menjadi ciri khas adalah mengenakan sepatu sneakers meskipun tampil pakai gaun.
Di balik parasnya yang cantik, ternyata Widy juga mempunyai penampilan yang terlihat gagah saat dirinya melakukan hobi favoritnya. Seperti yang diketahui, Widy juga mempunyai hobi menembak dan tergabung dalam klub tembak reaksi.
Advertisement
Hal itu disampaikan Widy dalam video perbincangannya bersama Onadio Leonardo yang diunggah di kanal YouTube The Leonardo's pada beberapa hari lalu. Dalam kesempatan itu, Widy mengungkapkan bahwa Ia sudah cukup lama menekuni hobinya tersebut.
Karena sudah cukup lama, Widy juga sudah mempunyai sertifikat yang menunjukkan bahwa Ia tergabung dalam suatu klub menembak. Tidak hanya itu saja, Widy ternyata juga menjadi seorang instruktur menembak.
"Hobi nembak, gue punya sertifikat, kan gue anggota Perbakin, anggota reaksi dan sekarang ngajar nembak," ungkap Widy.
Advertisement
Ternyata kemampuan Widy untuk menjadi seorang instruktur tersebut sangat berguna di lapangan menembak. Widy menjelaskan bahwa Ia melatih perempuan-perempuan yang ingin menekuni hobi menembak.
Biasanya, para perempuan tersebut enggak untuk dilatih oleh pelatih laki-laki. Karena hal itulah, peran Widy sebagai instruktur sangat berguna.
"Iya (mengajari) yang cewek-cewek sih yang malas diajarin sama mas-mas atau bapak-bapak, (jadinya) gue yang ajarin," tambah Widy.
Advertisement
Dalam perbincangan tersebut, Widy juga menceritakan bagaimana latar belakang keluarganya. Ternyata, Widy mempunyai keluarga yang juga menekuni tembak reaksi tersebut.
Terlebih, ayah Widy juga seorang penembak yang kemudian mengenalkan dunia tembak reaksi kepada Widy. Kemudian, pada 2011, Widy mulai menekuni hobi menembak tersebut.
"Nenek gue penembak, jadi nenek dan kakek gue adalah Perbakin pertama dulu. Terus ya sudah teman-teman bokap penembak, akhirnya gue minta Bokap, gue pengin nembak entah kenapa. ‘Dad I want to shoot dong’, dikenalin penembak, dan akhirnya dari 2011 gue nembak," jelas Widy.
Advertisement
Widy juga menjelaskan bahwa hobi menembak tersebut membutuhkan otak yang dapat berpikir taktis. Widy menjelaskan bagaimana sulitnya saat Ia harus menembak secara taktis di lapangan tembak.
"Karena kita mikir berapa peluru yang dikeluarin. Jadi setiap target 2 kali tembak, nah kalau target ada 5, kita harus keluarin berapa tembakan, itu harus diingat, lari, safety diingat, reload kapan. Kayak gitu, itu susah," tutur Widy.
Advertisement
Momen seperti yang ada pada foto ini, Widy selalu menjaga kecantikannya saat akan terjun ke lapangan tembak. Karena itu, Widy selalu menggunakan lipstik agar kecantikannya selalu terjaga.