Tersangka kasus penyalahgunaan narkoba, Dwi Sasono sekarang sedang menjalani rehabilitasi di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur, Jakarta Timur. Diakui Dwi, selama berada di pusat rehabilitasi hidupnya jadi lebih sehat.
Hal itu diungkapkan Dwi Sasono saat persidangan kasus yang menjeratnya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (14/9). Seperti informasi yang dilansir dari Liputan6.com, suami Widi Mulia ini menceritakan pola hidup sehat ketika berada di RSKO.
Saat ini Dwi Sasono sudah bisa berhenti merokok, setelah 25 tahun tak pernah absen mengonsumsinya.
"Saya jauh lebih sehat, saya nggak ngerokok," ungkap Dwi Sasono.
Advertisement
Lari Pagi
Selama menjalani rehabilitasi, Dwi menjelaskan bahwa setiap paginya ia rutin berolahraga. Sehingga, ia bisa menghilangkan kecanduan rokok.
"Saya setiap pagi lari pagi terus. Saya merokok sejak SMP dan saya sudah 25 tahun merokok," tambah Dwi Sasono.
Kondisi Lebih Baik
Dengan berhenti merokok dan kerap olahraga di pagi hari, Dwi Sasono merasa bahwa Ia lebih menghargai tubuhnya. Sekarang ini Ia juga merasa pernapasannya lebih baik setelah tak lagi merokok.
"Saya sekarang lebih sehat dan lebih menghargai tubuh saya," ucapnya.
Advertisement
Interaksi Sosial
Carla, dokter yang menangani Dwi Sasono selama direhabilitasi menjelaskan, bahwa suami Widi Mulia itu sudah 3 bulan tidak merokok. Ia juga mudah bersosialisasi dengan pasien lainnya.
"Interaksi sosialnya bagus. Kemudian komitmen dia sendirinya juga bagus. Artinya sebelum masuk ke sini beliau masih merokok," jelas dr. Carla.
Advertisement
Tolak Merokok
Dokter Carla juga menjelaskan kebiasaan-kebiasaan pasien yang baru datang di RSKO tersebut. Biasanya, pasien diberikan kesempatan untuk merokok sebanyak tiga batang dalam satu hari, namun berbeda dengan Dwi Sasono yang sudah menolak untuk merokok ketika datang pertama kali di RSKO.
"Kalau pasien biasanya diberikan kesempatan merokok sehari tiga batang. Tapi beliau sejak pertama hingga kini menolak untuk menggunakan rokok dan sampai saat ini sudah tiga bulan tidak merokok," tambah dr. Carla.