Syaraf kejepit dapat dikatakan sebagai salah satu gangguan kesehatan yang umum terjadi. Kondisi ini terjadi akibat beberapa terlalu banyak tekanan yang diterima otot oleh jaringan-jaringan di sekitarnya. Seperti tulang, tulang rawan, hingga otot atau tendon. Tekanan ini dapat menghimpit otot dan menyebabkan gejala yang tidak nyaman seperti nyeri.
Tidak heran, penderita yang mengalami kondisi ini bisa merasakan rasa sakit yang tidak tertahankan. Mulai dari rasa nyeri yang begitu hebat, kesemutan, hingga otot merasa lemah atau mati rasa. Kondisi ini harus segera mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat untuk menghindari berbagai risiko kondisi yang lebih buruk.
Kondisi syaraf kejepit ini dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor. Beberapa penyebab syaraf kejepit bisa berasal dari kondisi cedera, radang sendi, stres, hingga faktor obesitas. Bukan hanya itu terdapat beberapa faktor risiko tertentu yang menyebabkan seseorang rentan mengalami gangguan syaraf kejepit.
Untuk itu, Anda perlu mengetahui beberapa penyebab syaraf kejepit dan faktor risiko yang dimiliki oleh sebagian orang. Bukan hanya itu, kami juga akan menjelaskan gejala-gejala apa yang terjadi pada penderita syaraf kejepit dan bagaimana cara pencegahan yang bisa dilakukan.
Dilansir dari situs Mayoclinic, berikut kami merangkum beberapa penyebab syaraf kejepit dan berbagai informasi lainnya yang bisa Anda simak dengan jelas.
Advertisement
Pengertian Syaraf Kejepit
Sebelum mengetahui beberapa penyebab syaraf kejepit, perlu diketahui terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan syaraf kejepit. Syaraf kejepit, merupakan kondisi saraf yang terjepit akibat terlalu banyak mendapatkan tekanan dari jaringan yang ada di sekitarnya. Seperti tulang, tulang rawan, otot atau tendon. Tekanan ini akan mengakibatkan fungsi syaraf terganggu sehingga menimbulkan berbagai macam gejala. Seperti nyeri otot, kesemutan, hingga mati rasa.
Gangguan syaraf kejepit ini dapat terjadi di beberapa bagian tubuh. Namun bagian tubuh yang paling rentang terhadap gangguan ini adalah tulang belakang bagian bawah. Bagian tubuh yang terkena gangguan ini bisa menyebabkan rasa sakit di beberapa bagian tubuh yang lain. Misalnya syaraf pada tulang belakang bagian bawah yang terjepit dapat menyebabkan rasa sakit di kaki bagian belakang. Dengan begitu, kondisi ini tidak boleh disepelekan dan harus segera mendapat penanganan.
Advertisement
Penyebab Syarat Kejepit
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kondisi syaraf kejepit bisa terjadi akibat otot yang terlalu banyak menerima tekanan yang didapatkan dari bagian tubuh di sekitarnya. Misalnya, tulang belakang yang menekan akar syaraf, atau bisa juga otot atau tendon yang menjadi pemicu utama syarat kejepit. Hal ini bisa dipengaruhi oleh beberape penyebab. Berikut adalah beberapa penyebab syaraf kejepit yang perlu diketahui:
- Kondisi bagian tubuh yang mengalami cedera
- Rheumatoid atau radang sendi pergelangan tangan
- Stres karena pekerjaan atau melakukan gerakan yang berulang
- Terjadi akibat aktivitas olahraga
- Obesitas
Pada faktor obesitas, saraf dapat terjadi dalam waktu singkat dan tidak akan menimbulkan kerusakan permanen. Biasanya setelah tekanan mulai mereda, fungsi syaraf akan kembali normal dengan sendirinya.
Namun jika tekanan terus berlanjut dan tidak kunjung reda, maka nyeri kronis tidak dapat dihindarkan. Lebih lanjut, kondisi ini akan menyebabkan kerusakan syaraf secara permanen yang dapat mengganggu sistem kerja tubuh.
Advertisement
Faktor Risiko Syaraf Kejepit
Setelah mengetahui pengertian dan beberapa penyebab syaraf kejepit, berikutnya terdapat beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terserang gangguan ini. Berikut adalah beberapa faktor yang bisa meningkakan risiko terjadinya syaraf kejepit:
- Seks, wanita mempunyai risiko syaraf kejepit lebih tinggi karena memiliki terowongan karpal yang lebih kecil dan rentan terjadi sindrom atau gangguan.
- Tulang taji, yaitu kondisi gangguan tulang yang disebabkan oleh kondisi penebalan tulang. Kondisi ini dapat memberikan tekanan pada tulang belakang dan mempersempit ruang tempat syaraf bergerak. Hal inilah yang menimbulkan risiko syarat terjepit.
- Artritis rheumatoid, yaitu peradangan yang biasanya terjadi para persendian. Gangguan ini dapat memberikan tekanan pada syaraf sehingga rentan terserang syaraf kejepit.
- Penyakit tiroid, orang yang memiliki penyakit ini mempunyai risiko lebih tinggi terkena sindrom terowongan karpal.
Selain itu, beberapa faktor risiko syaraf kejepit juga bisa didapatkan oleh:
- Penderita diabetes yang mengalami kompresi syaraf.
- Aktivitas yang melibatkan gerakan tangan, pergelangan tangan, atau bahu yang berulang.
- Obesitas, atau orang yang memiliki kelebihan berat badan.
- Serta kehamilan, dimana air dan bertambahnya berat badan saat hamil dapat mengakibatkan jalur syaraf tertekan.
Advertisement
Gejala Syaraf Kejepit
Setelah mengetahui beberapa penyebab syaraf kejepit dan faktor risikonya, Anda juga perlu mengetahui gejala-gejala apa saja yang mungkin muncul pada penderita. Berikut adalah beberapa gejala sayraf kejepit yang perlu diketahui:
- Mati rasa atau berkurangnya kepekaan di area yang disuplai oleh syaraf.
- Nyeri yang tidak tertahankan, atau seperti nyeri dengan sensasi terbakar yang dapat menjalar di bagian tubuh sekitarnya.
- Kesemutan yang bertahan cukup lama.
- Kelemahan otot yang terkena syaraf kejepit.
- Sering merasa kaki dan tangan tidak bekerja atau terasa lemah.
Advertisement
Cara Mencegah Syaraf Kejepit
Untuk meminimalisir risiko terserangnya syaraf kejepit, berikut beberapa cara pencegahan yang bisa Anda lakukan:
- Pertahankan posisi tubuh dengan baik, jangan menyilangkan kaki atau berbaring di satu posisi dalam waktu yang cukup lama.
- Lakukan latihan kekuatan dan fleksibilitas ke dalam aktivitas olahraga Anda secara rutin.
- Hindari atau batasi aktivitas berulang, berikan waktu istirahat dengan frekuensi sering untuk menghindari risiko syaraf kejepit.
- Jaga berat badan yang ideal dan sehat, hal ini dapat memberikan perlindungan Anda dari risiko gangguan syaraf kejepit.