Tanah air kembali lagi kehilangan sosok hebat, kabar duka datang dari dunia jurnalistik. Jakob Oetama yang menjadi salah satu pendiri harian Kompas meninggal dunia, Rabu (9/9).
Informasi yang dihimpun, Jakob meninggal setelah sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta. Pada pukul 13.05 WIB, pria kelahiran 27 september 1931 tersebut menghembuskan napas terakhirnya di usia 88 tahun.
Perjalanan karier sudah ditorehkannya sejak awal tahun 1950an. Jakob juga mempunyai dedikasi tinggi di dunia jurnalistik tanah air. Berikut torehan prestasi Jakob Oetama semasa hidupnya:
Advertisement
Wirausahawan
Semasa hidupnya, Jakob telah berulang kali menerima penghargaan dari berbagai pihak. Baik dalam atau luar negeri, salah satunya adalah penghargaan untuk Jakob sebagai wirausahawan.
Berikut sederet prestasi Jakob di bidang wirausaha:
- Penghargaan Entrepreneur of The Year dari Ernst & Young (2005)
- World Entrepreneur of the Year Academy dari Ernst & Young (2006)
- CEO terbaik Tahun 2003 dari Majalah SWA (2004)
Advertisement
Penghargaan Seumur Hidup
Tidak hanya di bidang bisnis, Jakob juga menerima penghargaan seumur hidup. Ini adalah penghargaan untuk kegigihan dan keuletan sosok Jakob di dunia jurnalistik.
- Lifetime Achievement Award dari BRI (2007)
- Lifetime Achievement Award dari PWI (2008)
- Life Time Achievement Award dari Tahir Foundation (2015)
- Soegeng Sarjadi Award on Lifetime Achievement (2010)
Advertisement
Bidang Jurnalistik
Sepak terjang dan dedikasinya di dunia jurnalistik membuat Jakob mendapatkan berbagai penghargaan atas usahanya tersebut. Sudah sepantasnya Jakob menjadi sosok terbaik dalam dunia jurnalistik Indonesia.
- Medali Emas Spirit Jurnalisme (2011)
- Penghargaan 40 Tahun Pengabdian di Bidang Media Massa dari pemerintah (2006)
- Asia Communication Award (2013)
- Penghargaan Bidang Komunikasi - UNESCO (2015)
Advertisement
Bidang Akademis
Sebagai sosok terbaik dan berpengaruh dalam dunia jurnalistik Indonesia, Jakob tidak hanya menerima penghargaan dari bidang jurnalistik saja. Ia juga memperoleh penghargaan dari beberapa perguruan tinggi ternama.
- Doktor Honoris Causa dari UGM (2003)
- Gelar doktor kehormatan (”Honoris Causa”) dari UNS Surakarta (2014)
Advertisement
Penghargaan Lainnya
Tidak sedikit penghargaan yang diterima oleh Jakob, salah satunya adalah penghargaan dari Pemerintah Jepang untuk Jakob. Pendiri Kompas ini mendapatkan penghargaan tersebut karena berjasa dalam meningkatkan hubungan Jepang dengan Indonesia.
- Bintang Mahaputra Kelas III (Bintang Utama) - Pemerintah RI 1973
- Wira Karya Kencana dari Menteri Kependudukan BKKBN 1994
- Ciputra Award (2011)
- Paramadina Award (2013)
- Penghargaan Achmad Bakrie XVII (2019)
- The Order of The Rising Sun dan Gold Rays with Neck Ribbon dari Pemerintah Jepang (2009)