Dalam mengolah makanan, sekarang tidak hanya kaum hawa saja yang boleh menunjukkan kemampuannya. Sekarang sudah banyak kaum pria yang berprofesi sebagai chef. Menanggapi makin banyak pria yang menjadi chef, Chef Marinka memberikan apresiasi.
Namun, beberapa orang masih ada yang menganggap bahwa pekerjaan memasak merupakan pekerjaan seorang perempuan. Baru-baru ini, Chef Marinka mengungkapkan pendapat mengenai pemahaman tersebut.
Advertisement
Persepsi yang Harus Dihilangkan
Hal itu diungkapkan oleh Chef Marinka dalam tayangan Brownies yang diunggah di kanal Youtube Trans TV Official, Selasa (25/8).
Dalam kesempatan itu, Chef Marinka mengungkapkan bahwa pemahaman memasak harus dilakukan perempuan itu harus dihilangkan.
"Adanya streotip bahwa memasak itu terbatas untuk perempuan saja harus dihilangkan," jelas Chef Marinka.
Advertisement
Kesetaraan dalam Memasak
Chef Marikan juga memberikan penjelasan bahwa tak menutup kemungkinan laki-laki juga dapat melakukan pekerjaan di dapur.
“Kalau perempuan bisa memasak dan kerja, laki-laki juga harus bisa juga semuanya,” tambah Chef Marinka.
Advertisement
Pernikahan Bahagia
Ia juga menuturkan bahwa kebahagiaan pernikahan bukan hanya dari perempuan yang bisa memasak. Menurut Chef Marinka, akan lebih bahagia jika sang suami juga ikut membantu memasak.
“Jadi kalau masakan yang enak adalah kunci untuk pernikahan yang bahagia. Menurutku makanannya bisa lebih enak kalau suami juga ikutan istri bantu di dapur,” tutur Chef Marinka.
Advertisement
Praktek Kesetaraan Gender
Menurut Chef Marinka, prakter kesetaraan gender ini masih sangat awam dalam kehidupan suami istri.
“Dalam kehidupan nyata implementasi kesetaraan gender, khususnya antara suami dan istri, masih dalam tahap yang sangat awal," ucap Chef Marinka.
Advertisement
Dimulai dari Rumah
Sedangkan untuk prakteknya, Chef Marinkan menyarankan bahwa praktek kesetaraan gender tersebut bisa dimulai di dalam keluarga. Ia juga menambahkan bahwa generasi muda juga perlu mengetahui pentingnya kesetaraan gender.
"Ini mengingatkan kita bahwa semangat kesetaraan gender harus dimulai dalam keluarga di rumah, dan harus diajarkan kepada generasi muda sedini mungkin, salah satunya lewat pemahaman bahwa laki-laki juga pantas memasak,” pungkasnya.