Ratusan orang memadati sebuah klinik di Blora pada Selasa(16/6) pagi hingga siang. Kedatangan mereka bukan tanpa alasan, yakni untuk memaksa pulang belasan pasien yang dirawat di klinik tersebut.
Direktur RSUD dr. R Soetijono Blora, Nugroho Adiwarsono mengatakan ratusan orang tersebut merupakan keluarga dan para tetangga pasien dari klaster pondok pesantren Al-Fatah, Temboro, Magetan, Jawa Timur. Nugroho mengatakan, ratusan orang itu meminta agar pasien yang masih dirawat di klinik itu dipulangkan saat itu juga.
“Pihak keluarga meminta paksa agar pasien baik yang masih positif COVID-19 maupun yang sudah negatif untuk dirawat di rumah,” kata Nugroho dikutip dari Liputan6.com pada Selasa (16/6).
Advertisement
Dokter Sudah Mengingatkan
Nugroho menjelaskan, pihaknya telah memberikan penjelasan pada keluarga pasien bahwa membawa pulang pasien COVID-19 sangat membahayakan orang lain. Sayangnya, penjelasan tersebut tidak dipatuhi.
“Namun yang terjadi mereka tetap meminta paksa agar pasien itu dibawa pulang. Apapun syaratnya mereka menyanggupi. Mau gimana lagi? dari pada terjadi keributan, akhirnya kita perbolehkan,” kata Nugroho.
Advertisement
Wajib Jalankan Protokol Kesehatan
Pada akhirnya, belasan pasien ini diperbolehkan pulang ke rumah. Namun, Nugroho berpesan agar pihak keluarga dan pasien harus menjalankan protokol kesehatan saat berada di rumah. Protokol kesehatan itu antara lain memakai masker setiap hari dan menjalankan isolasi mandiri.
Protokol kesehatan itu harus dilakukan sampai hasil tes swab menyatakan mereka sudah negatif. Semua protokol itu dilakukan agar virus COVID-19 tidak menyebar ke orang lain, terutama orang yang tinggal serumah dengan pasien positif itu.
Advertisement
Belasan Orang Masih Positif
Berdasarkan keterangan Nugroho, total ada 14 orang yang dirawat di klinik bernama Klinik Bhakti Padma. Dari jumlah itu, 11 orang masih dinyatakan positif dan sisanya sudah dinyatakan negatif dari hasil tes swab.
Sebagai informasi, klinik tersebut merupakan tempat yang dipilih Pemkab Blora sebagai rumah sakit darurat penanganan COVID-19.
“Rata-rata santri yang dirawat di sana usianya antara 13-17 tahun,” ujar Nugroho.
Advertisement
Sudah Terlalu Lama di Klinik
Menurut Umar, salah satu keluarga pasien positif COVID-19 yang dibawa pulang, pasien COVID-19 sudah terlalu lama dirawat di klinik, namun tidak ada perkembangan. Selain itu, pasien merasa berada dalam keadaan normal dan tidak memiliki gejala apapun.
Dia menambahkan, di antara para pasien itu sudah ada yang dirawat sampai dua bulan.
“Secara fisik, mereka itu sehat. Tidak menunjukkan gejala sakit. Dokter di sini saja tadi menyampaikan keheranan melihat kondisi ini. kondisi sehat tapi tes swab masih positif,” terang Umar, Selasa (16/6).