Proses Melahirkan Bayi dalam Air, Ketahui Persiapan yang Harus Dilakukan

Bagi Anda yang sedang menantikan anak pertama dan tertarik untuk melakukan water birth, perlu mengetahui hal apa saja yang perlu disiapkan untuk melakukan persalinan dalam air.

Ayu Isti Prabandari
Oleh Ayu Isti Prabandari - Reporter
Proses Melahirkan Bayi dalam Air, Ketahui Persiapan yang Harus Dilakukan
Ilustrasi water birth. http://americanpregnancy.org

Proses persalinan merupakan salah satu momen yang ditunggu-tunggu oleh sepasang suami istri yang menantikan kelahiran buah hatinya. Apalagi jika kelahiran yang dinantikan adalah anak pertama. Tentu saja hal ini menjadi pengalaman baru yang belum pernah terbayangkan sebelumnya. Tidak heran jika sepasang suami istri yang sedang menantikan anak pertamanya, memikirkan berbagai persiapan yang akan dilakukan saat waktunya tiba.

Salah satu hal yang perlu dipikirkan dan direncanakan adalah proses melahirkan itu sendiri. Apakah nantinya akan melakukan proses persalinan secara normal dan caesar di rumah sakit, atau justru ingin melakukan proses melahirkan bayi di dalam air (water birth). Biasanya proses persalinan dengan menggunakan media air, banyak dilirik oleh pasangan-pasangan muda. Pasalnya, proses melahirkan bayi dalam air bisa memudahkan proses persalinan pertama hingga mampu meredakan rasa sakit yang mungkin dialami.

Selain itu, water birth ini juga dikatakan sebagai proses persalinan secara alami, tanpa adanya pemberian obat induksi untuk mempercepat proses melahirkan. Bahkan proses persalinan yang satu ini dapat dilakukan di rumah, tanpa harus pergi ke rumah sakit. Tentu saja hal ini harus didampingi oleh profesional untuk membantu jalannya proses melahirkan bayi dalam air.

Bagi Anda yang sedang menantikan anak pertama dan tertarik untuk melakukan water birth, perlu mengetahui hal apa saja yang perlu disiapkan untuk melakukan persalinan dalam air. Dilansir dari situs Hellosehat, berikut kami telah merangkum proses melahirkan bayi dalam air beserta persiapannya yang perlu diketahui.

Mengenal Proses Melahirkan Bayi dalam Air

Sesuai dengan namanya, water birth dapat diartikan sebagai proses melahirkan bayi dalam air. Proses persalinan yang satu ini dilakukan dengan menggunakan kolam kecil berisi air hangat. Di mana ibu yang akan melahirkan, berendam di kolam air hangat tersebut saat proses melahirkan berlangsung. Penggunaan air di sini bertujuan untuk mempermudah proses melahirkan, serta untuk meredakan rasa sakit yang mungkin dirasakan oleh ibu.

Persalinan water birth ini pun dikatakan sebagai proses persalinan secara alami karena tidak menggunakan obat-obat tertentu yang berfungsi untuk mempercepat proses melahirkan. Daya apung yang didapatkan dari air pun sudah membantu memudahkan proses lahirnya bayi. Meski begitu, bukan berarti menerapkan water birth akan bebas dari segala rasa sakit. Lebih tepatnya, persalinan jenis ini bisa memberikan rasa lebih nyaman san santai bagi ibu yang akan melahirkan.

Persiapan Proses Melahirkan Bayi dalam Air

Setelah mengetahui apa yang dimaksud dengan water birth, selanjutnya Anda perlu mengetahui hal-hal apa saja yang perlu disiapkan sebelum melakukan proses melahirkan bayi dalam air. Berikut adalah hal yang harus disiapkan sebelum melakukan water birth :

  1. Lakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu, untuk memastikan kondisi tubuh ibu dan janin memungkinkan untuk melakukan water birth.
  2. Tentukan tempat untuk melakukan water birth, pilih rumah sakit yang menyediakan fasilitas water birth, atau bisa juga dilakukan di rumah namun harus didampingi oleh profesional.
  3. Jika water birth dilakukan di rumah, siapkan bak atau kolam air yang nyaman dan cukup dalam, setidaknya air bisa mencapai ketika ketika Anda duduk. Dalam hal ini, bisa menggunakan kolam renang plastic anak-anak untuk melakukan water birth.
  4. Pastikan air yang dipakai untuk proses melahirkan benar-benar bersih dari kuman dan bersuhu 35 – 38 derajat celcius. Namun suhu air ini bisa disesuaikan dengan kenyamanan Anda. Selain itu, bisa juga menambahkan garam ke dalam air agar mencegah kulit keriput saat berendam dalam air cukup lama.
  5. Tentukan ruangan yang yang cukup besar, agar kolam air dalam di letakkan di dalam ruangan. Pastikan ruangan dengan suhu sejuk, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin.
  6. Sebelum proses persalinan dilakukan, lebih baik melakukan simulasi terlebih dahulu. Mulai dari menyiapkan bak sampai terisi dengan air hangat. Hal ini untuk mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mempersiapkannya.

Proses Melahirkan Bayi dalam Air

Setelah mengetahui hal apa saja yang perlu dipersiapkan, selanjutnya Anda perlu mengetahui bagaimana proses melahirkan bayi dalam air berlangsung. Berikut beberapa tahapan dalam proses melahirkan bayi dalam air yang perlu Anda ketahui :

  1. Pastikan bak atau kolam air sudah dipersiapkan dengan baik. Ketika sang ibu sudah mengalami kontraksi, lebih baik segera isi bak dengan air hangat. Siapkan juga air minum dan lap bersih untuk mencegah dehidrasi saat melahirkan.
  2. Tunggu hingga ibu merasakan kontraksi yang begitu kuat untuk melahirkan. Biasanya dokter atau bidan pendamping akan menyarankan untuk menunggu hingga leher rahim membuka setidaknya 5 cm.
  3. Jika persalinan terasa lambat, Anda bisa masuk berendam ke dalam air untuk merangsang persalinan. Gunakan posisi yang nyaman saat berendam, seperti jongkok, bersandar, berlutut, maupun posisi lainnya yang diinginkan.
  4. Pasangan bisa menemani Anda selama proses melahirkan untuk memberikan dukungan dan semangat.
  5. Tunggu intruksi dokter atau bidan pendamping, kapan waktu yang tepat untuk mengejan. Penggunaan air di sini dapat turut mendorong bayi keluar dari mulut rahim sang ibu.
  6. Saat bayi sudah lahir, dokter akan mengangkat bayi ke permukaan secara perlahan agar tali pusar tidak rusak. Ketika bayi mulai bersentuhan dengan udara, saat ini lah bayi pertama kali bernapas.
  7. Meskipun bayi sudah lahir, proses persalinan belum selesai. Anda masih harus melahirkan plasenta, baik dilakukan di dalam air maupun di luar air. Jika plasenta terlalu lama, sebaiknya segera keluar dari bak untuk melahirkan plasenta di luar air.
Rekomendasi