Jumlah Penumpang Prameks Turun Drastis Karena Corona, Biasanya Penuh Kini Dibatasi

Merebaknya Virus Corona memberikan banyak pengaruh pada berbagai kebijakan, salah satunya di bidang transportasi umum. KA Prambanan Ekspres (Prameks) tujuan Jogja-Solo biasanya selalu penuh khususnya pada akhir pekan. Sejak merebaknya kasus Virus Corona, jumlah penumpang yang naik kereta api itu dibatasi.

Shani Ramadhan Rasyid
Oleh Shani Ramadhan Rasyid - Reporter
Jumlah Penumpang Prameks Turun Drastis Karena Corona, Biasanya Penuh Kini Dibatasi
KA PRAMEKS. ©2017 Merdeka.com/arie sunaryo

Merebaknya Virus Corona memberikan banyak pengaruh pada berbagai kebijakan, salah satunya di bidang transportasi umum. Berbagai tempat seperti stasiun kereta api, bandara, dan terminal dilakukan penyemprotan dengan cairan disinfektan.

Selain itu pihak transportasi umum juga terus melakukan imbauan kepada masyarakat agar tidak bepergian kecuali dalam keadaan mendesak. Kapasitas buat para penumpang-juga dibatasi.

KA Prambanan Ekspres (Prameks) tujuan Jogja-Solo biasanya selalu penuh khususnya pada akhir pekan. Sejak merebaknya kasus Virus Corona, PT KAI DAOP 6 Yogyakarta melakukan pembatasan terhadap penumpang yang hendak naik kereta api itu.

Jumlah Penumpang Prameks Turun

Seiring dengan merebaknya kasus Virus Corona di Solo dan Yogyakarta, jumlah penumpang KA Prameks juga mengalami penurunan drastis. Hal itu terlihat dari jumlah penumpang kereta api jurusan Solo-Jogja itu yang naik maupun turun. Selain itu Stasiun Purwosari juga terlihat sepi.

"Turunnya tajam. Tadinya penumpang KA Prameks bisa sampai 150 persen dan bisa penuh tiap harinya. Tapi sekarang tinggal 20 hingga 25 persen," ujar Humas PT KAI DAOP 6 Yogyakarta, Eko Budiyanto dilansir dari Liputan6.com, Minggu (22/3).

KAI Batasi Jumlah Penumpang

Eko juga menyebut kapasitas angkut kereta api itu dikurangi. Sebelumnya, kapasitas mencapai 150 persen, kini diturunkan menjadi 75 persen saja. Hal itu dilakukan dengan tujuan mengurangi penyebaran Virus Corona pada penumpang kereta api.

"Dengan adanya COVID-19, kita batasi menjadi 75 persen jadi di dalam kereta sangat leluasa," kata Eko.

Stasiun Sudah Lakukan Social Distancing

Pencegahan penularan Virus Corona tak hanya dilakukan di atas kereta api, namun juga pada stasiun-stasiun tempat singgah kereta api. Stasiun Yogyakarta sendiri sudah menerapkan social distancing untuk penumpang yang berpergian melalui stasiun itu.

Begitu pula di Stasiun Purwosari. Di stasiun itu kursi-kursi dipasang tanda jarak aman antar penumpang satu dengan penumpang lainnya. Selain itu penumpang juga diimbau dengan penuh kesadaran selalu menjaga jarak dengan penumpang lainnya.

"Demi kelancaran dan hasil yang maksimal, penumpang diharapkan mengetahui tanda batas untuk mengantri dengan tertib dan duduk di tempat duduk yang tidak ada larangannya," ujar Eko mengutip dari Liputan6.com, Minggu (22/3).

Kondisi Terbaru Solo dan Jogja

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjadikan Kota Solo dan Semarang sebagai prioritas dalam pemeriksaan cepat Virus Corona. Dua kota itu diputuskan mengingat banyaknya orang yang positif terpapar Virus Corona di sana.

"Solo dan Semarang kami tetapkan karena dari hasil penelusuran banyak warga yang positif Virus Corona di sana," ujar Ganjar dikutip dari ANTARA, Jumat (20/3).

Sementara itu di Yogyakarta, sudah ada satu PDP (Pasien Dalam Pengawasan) yang meninggal. Namun belum diketahui hasilnya tes corona yang sudah dijalani pasien tersebut.

"Ada laporan kematian PDP dari RS Bethesda. Laki-laki 69 tahun yang beralamat di Depok, Sleman. Tapi hasil laboratorium belum keluar," ujar Jubir Penganangan COVID-19 Daerah Istimewa Yogyakarta, Berty Murtiningsih dilansir dari ANTARA, Minggu (22/3).

Rekomendasi