10 Kata-Kata Mutiara Raden Ajeng Kartini yang Tak Lekang Oleh Zaman

Besarnya pengaruh Kartini membuat ia memiliki tempat khusus di hati bangsa Indonesia. Hari kelahirannya pun rutin diperingati setiap tahun. Kata-kata yang pernah terucap dan ditulis oleh Kartini pun seolah tak pernah lekang oleh zaman dan masih menjadi inspirasi untuk generasi muda saat ini.

Novi Fuji Astuti
Oleh Novi Fuji Astuti - Reporter
10 Kata-Kata Mutiara Raden Ajeng Kartini yang Tak Lekang Oleh Zaman
10 Kata-Kata Mutiara Raden Ajeng Kartini Tak Lekang Oleh Zaman. ©2020 Merdeka.com

Raden Ajeng Kartini lahir pada tanggal 21 April 1879 di Mayong, Kabupaten Jepara. Lahir dari keluarga bangsawan Jawa, ayah Kartini Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat merupakan seorang patih yang diangkat menjadi Bupati Jepara setelah Kartini lahir.

Kartini sendiri merupakan anak sulung tetapi bukan dari istri utama karena ibunya M.A. Ngasirah bukanlah seorang bangsawan. Kebijakan kolonial waktu itu mengharuskan seorang bangsawan juga beristri bangsawan. Maka dari itu ayah Kartini kemudian menikah lagi dengan Raden Adjeng Moerjan yang merupakan keturunan langsung dari raja Madura.

Kartini tumbuh menjadi perempuan berani yang menjadi inspirasi bagi perempuan lainnya hingga sekarang. Pemikiran-pemikiran Kartini yang tercurahkan dalam surat-suratnya terdahulu telah dihimpun dalam buku Habis Gelap Terbitlah Terang.

Melalui surat-suratnya itu, orang akhirnya mengetahui cita-cita besar Kartini ingin membawa perubahan bagi kehidupan perempuan Indonesia dengan menyuarakan kesetaraan gender. Pemikirannya kemudian kita kenal sekarang dengan istilah emansipasi perempuan.

Besarnya pengaruh Kartini membuat ia memiliki tempat khusus di hati bangsa Indonesia. Hari kelahirannya pun rutin diperingati setiap tahun. Kata-kata yang pernah terucap dan ditulis oleh Kartini pun seolah tak pernah lekang oleh zaman dan masih menjadi inspirasi untuk generasi muda saat ini. Berikut ini 10 kata-kata Mutiara yang telah dirangkum merdeka.com melalui berbagai sumber:

Berangkat dari kehidupannya sebagai putri seorang bangsawan dengan beragam aturan yang kaku membawa Kartini pada keinginan-keinginannya untuk bebas. Keinginannya meningkatkan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan ia wujudkan dengan mendirikan sekolah khusus perempuan pada tahun 1903.

Menurutnya seorang gadis atau perempuan harus memiliki pikiran-pikiran yang cerdas, cara pandang yang luas, sehingga ia dapat melawan kehidupan kolot yang terlalu diagungkan oleh nenek moyang.

Membaca pemikiran Kartini yang satu ini secara jelas menggambarkan bahwa ia merupakan pribadi yang teguh dengan pendiriannya. Secara tidak langsung ia memberi tahu generasi muda saat ini untuk tidak mudah terpengaruh dengan orang lain.

Selain itu, hal yang bisa kita petik dari kata-kata tersebut adalah selama kita memiliki sikap yang baik, pikiran yang positif maka kita tidak akan mudah dijatuhkan oleh apa pun dan oleh siapapun.

Tidak ada kebahagiaan yang instan sepertinya itu benar. Semua hal dalam kehidupan ada usahanya, ada prosesnya. Kalau selama proses mengalami kendala atau kesulitan itu bukan sesuatu yang hanya kamu sendiri yang merasakan. Semua orang merasakannya termasuk juga Kartini.

Proses yang diperjuangkan bisa jadi adalah proses yang tidak akan pernah sia-sia, tetapi pada waktunya akan memberimu kebahagiaan yang jauh lebih baik, yang dalam pengertian Kartini adalah kebahagiaan yang sempurna.

Perjuangan Kartini ternyata kerap disalahpahami oleh beberapa pihak, bahkan salah paham tersebut juga datang dari kaum perempuannya sendiri. Banyak yang mengira selama ini apa yang diperjuangkan Kartini dahulu merupakan upaya untuk melawan laki-laki. Namun kenyataannya bukanlah demikian.

Hal yang menjadi perhatian Kartini memang isu-isu mengenai persamaan hak antara laki-laki dan perempuan, namun sejatinya yang ia lawan adalah kebiasaan atau pendapat kolot mengenai perempuan yang selalu dianggap kaum kelas dua.

Merasa sudah banyak usaha yang dilakukan tapi belum juga membuahkan hasil. Ingin mencobanya kembali tapi perasaan ragu terasa lebih besar. Coba baca dan renungkan baik-baik kata-kata ini, barangkali yang Kartini bilang dapat membuatmu lebih mantap lagi melangkahkan kaki dan meraih apa yang kamu inginkan.

Jangan-jangan selama ini yang kita keluhkan bersumber dari diri kita sendiri, dari apa yang kita pikirkan, apa yang kita putuskan, dan apa yang kita lakukan. Melihat dari kata-kata di atas Kartini seolah ingin memberitahu generasi muda saat ini untuk membentuk pikiran yang positif dan tidak merugikan diri sendiri dengan prasangka buruk.

Kutipan yang sangat inspiratif dari Kartini bisa kamu jadikan pemacu untuk terus bermimpi sesulit apa pun prosesnya. Meskipun kehidupan yang sesungguhnya adalah kehidupan yang kejam tapi kita tetap harus bermimpi, seperti yang diutarakan Kartini apakah jadinya hidup tanpa bermimpi.

Selain pandai berbahasa Belanda Kartini juga pandai menulis puisi. Hal itu tercermin dari ungkapan-ungkapannya yang begitu puitis. Lewat kata-kata ini, Kartini seakan ingin memberitahu pada generasi setelah dirinya bahwa perubahan merupakan hal yang pasti sebab tidak ada sesuatu yang tetap selamanya, tidak perlu khawatir karena habis gelap terbitlah terang, habis kesulitan pasti ada kemudahan.

Kutipan ini seperti mewakili setiap hati kawula muda saat ini yang sedang bimbang atau bahasa populernya galau sama pasangannya. Tenangkan diri, kalau sudah merasa yakin dan merasa kamu cukup berharga untuknya tidak akan ada alasan baginya meninggalkanmu.

Tidak selalu bicara mengenai pendidikan dan upaya-upaya melawan ketidakadilan yang selama ini terjadi pada perempuan, Kartini juga merupakan sosok yang mencintai keluarganya. Baginya tak ada hal yang lebih menyenangkan selain membuat bahagia orang-orang yang dicintainya.

Rekomendasi