Kanker serviks merupakan kondisi tumbuhnya sel-sel abnormal pada leher Rahim. Pada umumnya kanker serviks disebabkan oleh human papillomavirus atau HPV yang biasanya ditularkan dari aktivitas seksual, mulai dari bersenggama, penetrasi hingga seks oral.
Berdasarkan data dari Patologi Anatomi tahun 2010 , Indonesia kanker serviks menempati urutan nomor dua dari sepuluh kanker yang banyak diidap oleh masyarakat Indonesia. Sedangkan di Amerika, pada akhir 2019 dokter mendiagnosa hingga 13.170 kasus, dan 4.200 perempuan meninggal akibat kanker ini menurut data American Cancer Society.
Kanker serviks sendiri bisa dideteksi sejak dini dengan berbagai cara. Yaitu dengan metode Papsmear (konvensional atau liquid-base cytology /LBC ) yaitu metode yang digunakan untuk perempuan yang berusia di atas 21 tahun dan aktif berhubungan seksual.
Yang kedua yaitu Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA), tes ini lebih murah dan tidak membutuhkan pemeriksaan laboratorium yang cenderung harus menunggu. Tes ini menggunakan asam asetat yang diusapkan ke leher Rahim, dan hasilnya cepat diketahui.
Sedangkan untuk metode Inspeksi Visual Lugoliodin (VILI) hampir sama dengan IVA namun menggunakan lugol yodium.Kemudian ada pula Test DNA HPV (genotyping / hybrid capture) yaitu dengan mengambil sampel darah dan menelitinya di laboratorium, biasanya tes ini dilakukan bersama dengan tes Papsmear.
Gejala pada kanker serviks sendiri meliputi nyerinya bagian bawah perut atau panggul, kerap mengalami kelelahan yang berlebihan, mengalami perubahan jadwal Buang Air Besar, timbulnya rasa nyeri saat berhubungan seks dan mengalami keputihan yang tampak tidak normal.
Kanker serviks bisa menyerang berbagai kalangan karena memiliki penyebab yang bermacam-macam. Di Indonesia, sekitar 40.000 kasus kanker serviks terdeteksi pada perempuan. Oleh sebab itu perlunya mengetahui penyebab kanker serviks supaya dapat mencegah sedini mungkin penyebarannya.
Berikut 9 penyebab kanker serviks yang perlu anda ketahui:
Advertisement
Human papillomavirus adalah virus yang sangat umum ditemukan di belahan dunia manapun. HPV biasanya menular melalui kontak seksual dan sebagian besar orang terinfeksi HPV setelah dimulainya kontak seksual.
Virus HPV terdiri dari 100 jenis, dan 13 di antaranya adalah penyebab kanker serviks. Vaksin yang telah ditemukan untuk melindungi dari HPV 16 dan 18 sudah direkomendasikan oleh WHO dan disetujui di banyak negara. Namun semakin dini diagnosa yang dilakukan, maka kemungkinan untuk sembuh akan semakin besar.
Advertisement
Melakukan kegiatan seksual sejak dini akan menambah resiko penularan HPV. Resiko ini akan semakin meningkat apabila seorang perempuan sering berganti-ganti pasangan, di mana penyebab kanker utama karena tertularnya infeksi dari pasangannya.
Advertisement
Penyebab kanker serviks selanjutnya adalah rokok. Perempuan yang merokok memiliki resiko lebih tinggi dibanding dengan perempuan non perokok terkena resiko infeksi HPV. Hal ini disebabkan karena bahan kimia pada tembakau merusak sel-sel serviks. Di mana HPV akan mudah menyebar.
Bagi perempuan yang merokok infeksi HPV berkembang pada tingkat yang jauh lebih cepat daripada yang bukan perokok," ungkap Ms. Broun dikutip dari cancervic.org.
Advertisement
Pada orang yang mengidap HIV atau AIDS di mana sistem kekebalan tubuh menurun akan mengurangi kemampuan tubuh untuk melawan infeksi virus. Sehingga penderita HIV akan memiliki resiko yang tinggi terkena kanker.
Resiko kematian juga tinggi untuk orang yang mengidap HIV sekaligus kanker bahkan terutama akses ke pelayanan kesehatan terlambat.
Advertisement
Pil KB menjadi penyebab kanker serviks selanjutnya. Sebuah penelitian mengatakan mengonsumsi pil KB dalam jangka waktu yang lama dapat meningkatkan resiko kanker serviks. Peningkatan resiko ini berangsur menurun apabila seseorang berhenti mengonsumsi pil KB.
Advertisement
Beberapa penyakit menular seks juga meningkatkan resiko terkena kanker serviks. Di antaranya yaitu Chlamydia, gonore, dan sifilis. Chlamydia merupakan penyakit yang berasal dari bakteri yang relative umum menginfeksi sistem reproduksi. Penularan penyakit ini melalui kontak seksual.
Beberapa studi mengungkapkan infeksi Chlamydia dapat membantu HPV tumbuh dan hidup di serviks dan meningkatkan resiko kanker serviks.
Advertisement
Genetik menjadi penyebab kanker serviks selanjutnya. Sebuah keluarga yang memiliki riwayat kanker serviks mempunyai resiko tinggi terkena kanker serviks.
Beberapa peneliti berasumsi bahwa kondisi di mana perempuan mudah terkena kanker serviks yaitu disebabkan memiliki kondisi bawaan yang kurang mampu melawan infeksi HPV daripada seorang perempuan yang keluarganya tidak memiliki riwayat tersebut.
Advertisement
Kanker serviks juga bisa disebabkan karena proses melahirkan terlalu sering. Perempuan yang melahirkan berkali-kali mempunyai resiko terinfeksi HPV yang tinggi. Para peneliti berasumsi perubahan hormone selama kehamilan atau trauma pada leher rahim selama kelahiran mempermudah resiko infeksi HPV.
Advertisement
Mengalami kehamilan dan melahirkan pada rentang usia yang amat muda, seperti 15 hingga 17 tahun adalah salah satu penyebab kanker serviks. Selain itu rentannya keguguran pada ibu muda akan membuat resiko kanker serviks semakin tinggi.