Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pernah Diangkat di Sinetron, Ternyata Begini Sosok Angling Dharma yang Sebenarnya

Pernah Diangkat di Sinetron, Ternyata Begini Sosok Angling Dharma yang Sebenarnya Angling Dharma. ©Historyofjava.com

Merdeka.com - Angling Dharma adalah sebuah film sinetron legendaris yang pernah tayang di salah satu stasiun televisi Indonesia. Serial TV ini menghiasi layar kaca pemirsa televisi setidaknya selama lima tahun, dari tahun 2000 hingga 2005.

Tak hanya itu, beberapa kali sinetron ini meraih penghargaan seperti Drama Seri Laga Terfavorit pada Panasonic Award 2002 dan Festival Film Bandung 2004.

Secara umum, sinetron ini berkisah tentang sosok Angling Dharma yang dianugerahi kesaktian berupa Aji Gineng yang membuatnya jadi paham bahasa binatang. Namun karena mengingkari sebuah sumpah, dia harus menjalani pembuangan dalam jangka waktu yang lama.

Dalam pembuangan ini, dia bertemu tiga orang putri bernama Kenanga, Cempaka, dan Kantil. Dari sinilah kisah asmara Angling Dharma dimulai hingga episode terakhir.

Namun ternyata sosok Angling Dharma ada di kehidupan nyata. Bahkan di Desa Mlawat, Kecamatan Sukolilo, Pati, terdapat sebuah makam yang diyakini menjadi peristirahatan terakhir Angling Dharma. Lalu sebenarnya siapa tokoh tersebut di kehidupan nyata? Berikut selengkapnya:

Muncul dalam Sastra Lisan Zaman Hindu-Buddha

angling dharma

©Wikipedia.org

Dwi Cahyo, seorang arkeolog dan pengajar Sejarah Universitas Negeri Malang mengatakan kisah Angling Dharma lebih dulu muncul dalam sastra lisan zaman Kerajaan Hindu Buddha. Walaupun hanyalah sebuah kisah, di dalam ceritanya terdapat daerah toponim yang bisa dijumpai seperti Negara Boja yang kemudian disebut dengan nama Bojonegoro.

Dilansir dari laman Historia, kisah tentang Angling Dharma sebenarnya telah ada sejak sebelum zaman Majapahit. Tapi dalam perkembangannya banyak versi naskah yang menceritakan tentang tokoh itu.

Menurut seorang peneliti bernama Lydia Kieven, kisah Angling Dharma yang sekarang diambil dari sebuah kidung berbahasa Jawa Modern berjudul Aji Dharma. Kisah itu tak bisa lagi dikorelasikan dengan kisah Angling Dharma yang terpahat dalam relief Candi pada era Hindu-Buddha.

Jejak Angling Dharma di Kehidupan Nyata

Banyak orang yang percaya, Angling Dharma pernah hidup di masa lalu. Di Desa Mlawat, Sukolilo, Pati, terdapat makam yang diyakini sebagai tempat Angling Dharma disemayamkan. Sementara itu, dua kilometer dari sana, terdapat makam Patih Batik Madrim, salah satu tokoh dalam kisah Angling Dharma.

Selain itu, di Desa Wotangare, Kalatidu, Bojonegoro, terdapat tempat yang dipercaya menjadi tempat petilasan Angling Dharma. Bahkan sosok itu kemudian diwacanakan sebagai ikon Kota Bojonegoro dan salah satu klub sepak bola di sana. Persibo Bojonegoro, menjuluki klubnya dengan nama Laskar Angling Dharma.

Tokoh Rekaan

Walau memiliki jejak di berbagai tempat, Dwi Cahyo meyakini bahwa Angling Dharma hanyalah tokoh rekaan. Namun dia tidak memungkiri bahwa kisah yang terjadi di dalamnya merupakan peristiwa faktual.

Dia menilai wajar akan hal ini. Menurutnya apabila sebuah kisah begitu memasyarakat, maka masyarakat akan mengaitkannya dengan wilayah tertentu.

Punya Makna Mendalam

angling dharma

©2020 liputan6.com

Seiring waktu, kisah Angling Dharma ini terbukti mampu melintasi zaman. Ketika memasuki zaman peradaban Islam, kisah ini masih diminati. Bahkan pada abad millenial ini, kisah ini diadaptasi dalam serial TV dan bisa dinikmati.

Terkait hal itu, Dwi menambahkan bahwa kisah Angling Dharma memiliki makna yang mendalam. Dia menjelaskan bahwa kisah itu memiliki sebuah pesan yang terkadung yakni arti dari sebuah kesetiaan.

Menurutnya, Angling Dharma adalah sosok yang setia pada istrinya, Satyawati. Hingga Angling Dharma ingin ikut mati saat istrinya mati. Jadi, apa benar Angling Dharma itu ada?

(mdk/shr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP