Peristiwa 6 September, Presiden AS William McKinley Tewas Dibunuh
Merdeka.com - Tepat hari ini, 6 September pada 1901 silam, presiden AS, William McKinley tewas terbunuh di Buffalo, New York. McKinley merupakan presiden ke-25 AS yang sangat terkenal kala itu, ia baru terpilih kembali menjabat sebagai presiden untuk periode kedua.
Pada masa pemerintahannya, ia mengembangkan imperialisme Amerika dengan menguasai Hawaii dan Kuba. McKinley menjadi Presiden Amerika Serikat ketiga yang meninggal karena dibunuh. Ia ditembak dua kali oleh seorang anarkis bernama Leon Czogosz.
Setelah peristiwa penembakan tersebut, McKinley langsung dibawa ke rumah sakit. Ia hanya bertahan selama delapan hari, sebelum menghembuskan napas terakhirnya. Berikut kronologi pembunuhan McKinley yang dirangkum dari Liputan6.com:
Kronologi Pembunuhan William McKinley

History
Pada tanggal 6 September tahun 1901, ribuan orang berkerumun ingin bersalaman dengan presiden AS, William McKinley yang sedang mengunjungi pameran Pan-American di Buffalo, New York. Namun siapa sangka, salah seorang di antara kerumunan mass itu ternyata berniat membunuhnya.
McKinley merupakan presiden yang sangat terkenal kala itu, ia baru saja terpilih kembali menjadi presiden untuk periode kedua. Tentu saja, hal ini membuat masyarakat girang memiliki kesempatan untuk bertemu langsung dengan orang nomor satu itu.
Tepat pukul 16.07, seorang warga bernama Leon Czolgosz bersalaman dengan McKinley. Tidak ada yang menyangka, ternyata Czolgosz bermaksud untuk menembak sang presiden. Di mana tangan kanannya terselip kaliber 32 yang ditutupi dengan saputangan.
Leon Czolgosz mendekati presiden dan hendak bersalaman, kemudian ia melepaskan 2 tembakan. Setelah itu, sang presiden jatuh tersungkur ke tanah. Pelaku mencoba untuk menembakan ketiga, namun langsung dibekuk oleh satuan pengawal presiden.
Tidak berlangsung lama, Czolgosz segara diamankan dan diseret oleh pengamanan. Sementara itu, McKinley yang bersimbah darah pun dilarikan ke ruang gawat darurat yang berada di dalam gedung. Ia teringat akan istrinya, Ida McKinley dan memberi pesan kepada orang-orang di sekitarnya, "Berhati-hatilah memberitahukan hal ini kepada istriku," seperti dikutip dari American President History.com.
William McKinley Meninggal Dunia
Setelah dilarikan ke rumah sakit, ditemukan sebuah peluru mengenai dada kanannya, sedangkan peluru lain mengenai organ dalam perutnya. Operasi dilakukan oleh Dokter Matthew Mann, itupun dalam kondisi yang sulit dengan sedikit cahaya, karena tidak listrik di dalam gedung itu.
Peluru yang bersarang di dadanya akhirnya berhasil dikeluarkan, namun operasi peningkatan sisa peluru di perutnya sulit dilakukan. Presiden AS ke-35 tersebut dipindahkan ke rumah sakit lain untuk perawatan lanjutan. Namun akibat infeksi terjadi dalam tubuh, kondisinya dikabarkan memburuk pada Jumat 13 September 1901 dan keesokan harinya meninggal dunia.
Sementara itu, pelaku diintrogasi oleh Jaksa Thomas Penney, mengaku dirinya sengaja menembak presiden. "Saya melakukan tugas saya, McKinley adalah simbol dari ketidakadilan di negeri ini," kata Czolgosz.
Pelaku Dihukum Mati

History
Setelah presiden McKinley meninggal dunia, wakil presiden Theodore Roosevelt menggantikan McKinley menjadi presiden, pada usianya yang ke-42. Akhirnya, Czolgosz dieksekusi mati pada 29 Oktober 1901. Dengan alasan keamanan, keluarganya tidak diizinkan membawa pulang jasadnya dan dimakamkan di kuburan penjara Auburn, New York.
William McKinley menjadi presiden AS ke-3 yang tewas dibunuh. Sebelumnya di 1865, Abraham Lincoln menjadi presiden AS yang menjadi korban pertama pembunuhan. Setelah itu, Presiden James Garfield ditembak petugas pada 1881, meskipun ia sampat hidup selama 80 hari.
(mdk/jen)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya