Penyebab Perut Buncit dan Keras pada Wanita, Bisa Tandakan Penyakit

Rabu, 18 Mei 2022 12:50 Reporter : Ayu Isti
Penyebab Perut Buncit dan Keras pada Wanita, Bisa Tandakan Penyakit Ilustrasi perut buncit. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/photomak

Merdeka.com - Penyebab perut buncit dan keras pada wanita perlu diperhatikan.Biasanya perut buncit terjadi ketika mengalami buang air besar yang tidak lancar.Sehingga fases masih tertumpuk dalam usus dan belum dibuang dengan baik. Terkadang kondisi perut buncit disertai dengan perut yang terasa keras saat disentuh.

Tentu, kondisi ini semakin menyebabkan perasaan tidak nyaman bahkan bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Terdapat beberapa penyebab perut buncit dan keras pada wanita. Kondisi ini bisa terjadi akibat pengaruh konsumsi minuman berkarbonasi, makan berlebihan, sembelit, atau intoleransi terhadap jenis makanan tertentu.

Selain itu, penyebab perut buncit dan keras pada wanita juga ditimbulkan dari kondisi kesehatan yang lebih serius. Mulai dari gangguan Sindrom Iritasi Usus (IBS), penyakit radang usus, divertikulitis, hingga perut yang keras saat hamil. Dengan begitu, kondisi perut buncit dan keras pada wanita tidak boleh disepelekan begitu saja.

Sebab, ini bisa menjadi tanda dari kondisi penyakit yang sedang dialami. Dilansir dari Healthline, berikut kami merangkum beberapa penyebab perut buncit dan keras pada wanita yang perlu Anda ketahui.

2 dari 4 halaman

Penyebab Perut Buncit dan Keras pada Wanita: Minuman Berkarbonasi hingga Intolerasi Makanan

  • Minuman Berkarbonasi

Penyebab perut buncit dan keras pada wanita yang pertama bisa ditimbulkan dari konsumsi minuman berkarbonasi. Jika Anda penggemar minuman soda mungkin lebih sering mengalami kondisi ini. Terlebih, jika Anda mengonsumsi minuman soda terlalu cepat, tentu kandungan gas yang ada pada minuman tersebut akan terkumpul dan menumpuk di dalam perut. Kondisi ini tentu menimbulkan perasaan yang tidak nyaman di bagian perut sehingga perut terasa bergas dan selalu ingin buang angin atau bersendawa.

  • Makan Berlebihan

Penyebab perut buncit dan keras pada wanita berikutnya adalah kebiasaan makan berlebihan. Makan terlalu banyak dalam sekali duduk atau makan terlalu cepat dapat membuat perut terlalu kenyang atau kembung.

Kondisi perut kembung ini menimbulkan perasaan yang tidak nyaman, di mana Anda akan sulit bergerak atau tidak nyaman ketika berbaring. Untuk mengatasi hal ini, biasanya jalan-jalan selama beberapa menit setelah makan untuk membantu makanan tercerna dengan baik di dalam perut.

  • Sembelit

Penyebab perut buncit dan keras pada wanita juga bisa ditimbulkan karena faktor sembelit. Jika Anda mengalami masalah dengan buang air besar, Anda mungkin mengalami konstipasi. Hal ini dapat menyebabkan perasaan tidak nyaman karena terlalu kenyang atau kondisi perut kembung dan keras secara bersamaan. Untuk mengatasinya, banyak minum air putih dan konsumsi makanan berserat agar buang air besar bisa berjalan dengan lancar.

  • Intolerasi Makanan

Intolerasi makanan juga menjadi salah satu penyebab perut buncit dan keras pada wanita. Jika Anda kesulitan mencerna makanan tertentu, misalnya, produk susu untuk intoleransi laktosa, mengonsumsi makanan tersebut dapat menyebabkan kembung dan pembengkakan yang dapat membuat perut Anda terasa keras. Ini bisa dihindari dengan tidak mengonsumsi jenis makanan yang tubuh Anda tidak dapat mencerna dengan baik.

3 dari 4 halaman

Penyebab Perut Buncit dan Keras pada Wanita: Sindrom Iritasi Usus hingga Divertikulitis

  • Sindrom Iritasi Usus

Penyebab perut buncit dan keras pada wanita selanjutnya adalah Sindrom Iritasi Usus (IBS). Perlu diketahui, gangguan sindrom iritasi usus ini biasanya menimbulkan beberapa gejala seperti perut kembung, perut terasa bergas, hingga gejala sakit dan kram perut. Jika Anda mengalami beberapa gejala ini, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan dan pengobatan yang tepat.

  • Penyakit Radang Usus

Penyakit radang usus juga bisa menjadi penyebab perut buncit dan keras pada wanita. Penyakit radang usus ini meliputi kondisi seperti kolitis ulserativa dan penyakit Crohn yang dapat menyebabkan perut kembung dan kram. Kondisi perut kram inilah yang menimbulkan sensasi keras pada perut. Penyakit ini perlu segera mendapatkan penanganan yang tepat agar tidak berkembang semakin parah.

  • Divertikulitis

Divertikulitis juga termasuk salah satu penyebab perut buncit dan keras pada wanita yang perlu diwaspadai. Divertikulitis adalah gangguan peradangan dan infeksi pada saluran pencernaan, yang dapat menyebabkan kembung dan pembengkakan. Pembengkakan ini yang sering kali membuat perut Anda terasa keras dan berbeda dari biasanya.

4 dari 4 halaman

Penyebab Perut Buncit dan Keras pada Wanita: Radang Perut hingga Perut Keras saat Hamil

  • Radang Perut

Penyebab perut buncit dan keras pada wanita juga bisa terjadi akibat kondisi peradangan pada perut. Radang perut atau gastritis adalah kondisi peradangan lambung yang biasanya disebabkan oleh tukak lambung atau infeksi bakteri H. pylori. Gejala penyakit ini meliputi perut yang terasa sakit atau nyeri, kembung, serta terjadi pembengkakan yang menyebabkan sensasi perut terasa keras.

  • Kanker Perut

Penyebab perut buncit dan keras pada wanita berikutnya adalah kanker perut. Kanker perut atau kanker lambung, biasanya melibatkan kerusakan pada lapisan perut atau dinding otot perut. Meskipun ini termasuk jenis kanker yang relatif jarang terjadi, namun tetap harus diwaspadai. Penyakit ini biasanya menimbulkan beberapa gejala, salah satunya pembengkakan dan perut yang terasa keras.

  • Perut Keras saat Hamil

Penyebab perut buncit dan keras pada wanita yang terakhir namun tak kalah penting bisa terjadi saat kondisi hamil. Perut keras yang terjadi saat hamil biasanya disebabkan oleh rahim yang tumbuh dan memberi tekanan pada perut Anda.

Selain itu, kondisi perut keras saat hamil juga dapat terjadi jika Anda mengonsumsi makanan rendah serat atau banyak minum minuman berkarbonasi. Jika Anda mengalami rasa sakit yang parah bersama dengan perut yang keras, Anda harus menemui OB-GYN untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat. Perlu diwaspadai, terkadang rasa sakit yang parah pada 20 minggu pertama kehamilan merupakan indikator keguguran.

Baca juga:
Perut Buncit Bisa Disebabkan Karena Kurang Tidur, Ini Cara Mengatasinya

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini