Penyebab Bayi Batuk dan Muntah, Ketahui Cara Mengatasinya
Merdeka.com - Batuk dan muntah merupakan dua dari berbagai gejala umum yang sering terjadi pada bayi. Di mana bayi yang mengalami batuk-batuk biasanya diakibatkan karena terjadi gangguan di saluran pernapasannya, baik pernapasan atas atau bawah. Sementara gejala muntah, sering kali ditandai dengan kondisi perut mual yang tidak nyaman, hingga terjadi dorongan yang memuntahkan isi perut.
Selain menunjukkan tanda gangguan dari saluran pernapasan atau pencernaan, gejala batuk dan muntah juga terjadi akibat pengaruh satu sama lain. Di mana batuk mempengaruhi gejala muntah, begitu pula sebaliknya kondisi perut yang tidak nyaman bisa mempengaruhi batuk.
Dalam hal ini, terdapat beberapa penyebab bayi batuk dan muntah yang perlu Anda ketahui. Mulai dari gangguan batuk kering atau batuk basah, refluks asam, hingga asma. Bukan hanya itu, penyebab bayi batuk dan muntah juga bisa terjadi akibat kebiasaan mendengkur saat tidur, baik dengan atau tanpa gangguan sleep apnea.
Dengan begitu, jika Anda mendapati anak sering terbangun batuk dan muntah, beberapa kondisi ini bisa menjadi salah satu penyebabnya. Selain memahami berbagai penyebab, Anda juga perlu mengetahui bagaimana cara mengatasi gangguan batuk dan muntah yang baik dan efektif untuk anak.
Dilansir dari Healhtline, berikut kami merangkum beberapa penyebab bayi batuk dan muntah serta cara mengatasi, bisa Anda simak.
Penyebab Bayi Batuk dan Muntah: Batuk Kering dan Basah, Refluks Asam
Penyebab bayi batuk dan muntah yang pertama bisa berasal dari gangguan batuk kering atau basah. Jika anak Anda mengalami batuk ringan di siang hari, biasanya gejala batuk akan semakin memburuk di malam hari. Gangguan batuk yang lebih parah dan terjadi lebih sering, bisa memicu refleks muntah pada anak.
Gangguan muntah ini dapat terjadi saat anak mengalami batuk kering maupun basah. Batuk kering mungkin bertambah parah jika anak Anda bernapas melalui mulut. Bernapas dengan mulut terbuka saat tidur menyebabkan tenggorokan kering dan teriritasi. Ini menyebabkan lebih banyak batuk, yang pada gilirannya menyebabkan anak Anda muntah.
Sementara batuk basah biasanya terjadi karena pilek atau flu. Batuk jenis ini disertai dengan lendir yang terdapat di saluran pernapasan. Cairan ekstra ini dapat menetes ke saluran udara dan perut kemudian terkumpul saat anak tidur. Jika terlalu banyak lendir yang menumpuk, pada gilirannya ini akan menyebabkan dorongan mual dan muntah.
Penyebab bayi batuk dan muntah berikutnya dipengaruhi oleh kondisi refluks asam. Refluks asam (mulas) dapat terjadi pada bayi maupun anak-anak dari usia 2 tahun ke atas. Refluks asam dapat mengiritasi tenggorokan, memicu batuk dan muntah.
Ini bisa terjadi di larut malam jika anak Anda makan sesuatu yang dapat memicu refluks asam. Beberapa makanan diketahui dapat memicu naiknya asam pada lambung. Meningkatnya asam pada lambung menyebabkan gejala mulas dan bisa mendorong gelombang muntah.
Jika anak Anda sering mengalami refluks asam, biasanya ini disertai dengan beberapa gejala lainnya. Mulai dari sakit tenggorokan, batuk, bau mulut, sering masuk angin, napas mengi, pernapasan serak hingga suara berderak di bagian dada. Dengan begitu, Anda perlu menghindarkan berbagai makanan pemicu refluk asam lambung pada anak, seperti gorengan, makanan berlemak, keju, cokelat, permen, jeruk, tomat, atau saus tomat.
Penyebab Bayi Batuk dan Muntah: Asma, Kebiasaan Mendengkur
Penyebab bayi batuk dan muntah selanjutnya yaitu gangguan asma. Jika anak Anda menderita asma, mereka mungkin akan lebih sering batuk dan mengi di malam hari. Ini karena saluran udara, paru-paru dan saluran pernapasan, lebih sensitif di malam hari saat anak tidur. Gejala asma malam hari ini terkadang menyebabkan muntah. Ini bisa lebih buruk jika mereka juga menderita pilek atau alergi.
Tanda-tanda anak mengalami gangguan asma yang perlu diperhatikan seperti dada terasa sesak, napas mengi, terlihat sulit bernapas, kesulitan tidur, kelelahan, mudah marah, dan merasa cemas. Jika mengalami beberapa gejala ini, Anda perlu segera memeriksakan ke dokter untuk memastikan kondisi dan mendapatkan perawatan yang tepat/
Penyebab bayi batuk dan muntah yang terakhir bisa datang dari kebiasaan mendengkur saat anak tidur. Anak-anak dapat mengalami dengkuran ringan hingga cukup serius karena sejumlah alasan. Beberapa penyebab ini hilang atau menjadi lebih baik seiring bertambahnya usia.
Tetapi kebiasaan mendengkur bisa terbawa hingga dewasa, bahkan bisa menyebabkan kondisi yang lebih parah. Seperti ketika anak mengalami jeda pernapasan yang signifikan saat mendengkur, maka kemungkinan anak mengalami sleep apnea.
Jika anak Anda menderita sleep apnea, mereka cenderung bernapas melalui mulut. Hal ini dapat menyebabkan tenggorokan kering, batuk, dan terkadang muntah. Pada beberapa anak bahkan tanpa sleep apnea, mendengkur bisa membuat sulit bernapas. Mereka mungkin terbangun tiba-tiba dengan perasaan seperti tersedak. Ini bisa memicu kepanikan, batuk, dan lebih banyak muntah.
Cara Mengatasi Batuk dan Muntah
Setelah mengetahui berbagai penyebab bayi batuk dan muntah, terakhir akan dijelaskan bagaimana cara mengatasinya dengan baik dan efektif. Cara paling tepat untuk mengatasi gangguan batuk dan muntah pada bayi, adalah dengan mengurangi penyebab dan pemicunya.
Jika anak mengalami batuk dan muntah akibat refluk asam, maka sebaiknya hindari berbagai makanan dan minuman yang dapat memicu naiknya asam lambung. Seperti gorengan, makanan berlemak, keju, cokelat, permen, jeruk, tomat atau saus tomat.
Jika anak mengalami batuk dan muntah akibat masalah pernapasan seperti batuk atau asma, lebih baik hindari berbagai hal yang dapat memperparah kondisi tersebut. Seperti lingkungan berdebu, serbuk sari, bulu binatang, bahan kimia, polusi udara, hingga asap rokok.
Beri anak Anda seteguk air untuk membantu mereka tetap terhidrasi setelah muntah. Untuk anak kecil atau bayi, Anda mungkin bisa meminta larutan rehidrasi seperti Pedialyte pada dokter. Ini bisa sangat membantu untuk bayi yang mengalami muntah atau diare yang berlangsung lebih lama dari semalam.
Anda juga dapat mencoba solusi rehidrasi dari toko obat setempat atau membuatnya sendiri. Jika ingin membuat sendiri, caranya cukup mudah, campurkan 4 gelas air dengan 3 hingga 6 sendok teh gula, dan ½ sendok the garam. Aduk hingga larut dan berikan pada anak.
(mdk/ayi)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya