Pengertian Iklim Oldeman, Lengkap Beserta Klasifikasi dan Penjelasannya
Merdeka.com - Pengertian iklim oldeman adalah sebuah hasil klasifikasi berdasarkan berbagai kriteria, yang ada pada bulan-bulan. Oldeman menciptakan sebuah cara atau sistem klasifikasi baru yang mendukung pertanian dengan irigasi air hujan.
Secara umum, adanya iklim ini dapat menyusun jenis iklim yang ada di negara Indonesia sesuai dengan kriteria bulan kering dan bulan hujan secara total. Meski masih tergolong baru, tetapi iklim oldeman berperan penting di bidang pertanian dan perikanan di Indonesia.
Selain itu, banyak sekali kegunaan iklim oldeman, seperti menentukan masa tanam, pola tanam, hingga identitas penanaman. Lebih jelasnya, berikut pengertian iklim oldeman yang dilansir dari ums.ac.id dan sumber lainnya:
Pengertian Iklim Oldeman

©2021 Merdeka.com/pexels-pok-rie
Setiap wilayah memiliki iklim yang berbeda-beda. Ini dipengaruhi letak astronomis dan kondisi topografinya. Berbagai contoh iklim yang ada akan memengaruhi dan menentukan berbagai aspek kehidupan masyarakatnya.
Iklim oldeman adalah klasifikasi iklim yang didasarkan pada kriteria bulan basah dan bulan kering secara berturut-turut. Jenis klasifikasi iklim ini masih tergolong baru di Indonesia. Maka dari itu, dalam beberapa hal, masih dibutuhkan diskusi dan penelitian lebih lanjut mengenai batasan atau kriteria yang digunakan.
Kendati demikian, klasifikasi ini tetap memiliki peran penting untuk keperluan praktis klasifikasi lahan pertanian tanaman pangan Indonesia. Oldeman membuat sistem baru dalam pengklasifikasian iklim yang dihubungkan dengan pertanian menggunakan unsur iklim hujan.
Klasifikasi Iklim Oldeman
Sebagai mana kita tahu, pengertian iklim oldeman adalah iklim yang dipakai untuk pertanian di Indonesia. Adapun kriteria dalam klasifikasi ini didasarkan pada perhitungan Bulan Basah (BB), Bulan Lembab (BL), dan Bulan Kering (BL) dengan batasan yang memperhatikan peluang hujan, hujan efektif, dan kebutuhan air tanaman.
• Bulan Kering (BK) adalah bulan dengan rata-rata curah hujan kurang dari 100 mm.
• Bulan Basah (BB) adalah bulan dengan rata-rata curah hujan lebih dari 200 mm.
• Bulan Lembab (BL) adalah bulan dengan rata-rata curah hujan 100 hingga 200 mm.
Dalam pengklasifikasian tersebut, iklim oldeman memakai ketentuan panjang periode bulan basah dan bulan kering secara berturut-turut. Jenis klasifikasi iklim oldeman ini dibagi menjadi lima kategori, di antaranya:
1. Tipe A, bulan basah secara berturut-turut lebih dari 9 bulan.
2. Tipe B, bulan basah secara berturut-turut antara 7 sampai 9 bulan.
3. Tipe C, bulan basah secara berturut-turut antara 5 sampai 6 bulan.
4. Tipe D, bulan basah secara berturut-turut 3 sampai 4 bulan.
5. Tipe E, bulan basah yang terjadi kurang dari 3 bulan.
Manfaat Iklim Oldeman

©2021 Merdeka.com/pixabay
Meski masih tergolong baru, iklim oldeman banyak dimanfaatkan oleh para petani di Indonesia. Tentu saja, adanya iklim oldeman ini memiliki peran penting bagi perekonomian di Indonesia, yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani.
Selain itu, dengan adanya pengklasifikasian iklim oldeman ini juga dapat memperhitungakan unsur cuaca lain seperti radiasi matahari yang dikaitkan dengan kebutuhan air oleh tanaman. Maka dari itu, dibandingkan dengan metode pengklasifikasian iklim lainnya, metode ini jauh lebih modern.
Ada beberapa manfaat iklim oldeman lainnya yang penting diketahui, antara lain:
• Iklim oldeman dapat memengaruhi dalam sebuah produksi, yaitu seorang pertanian.
• Kehidupan pada suatu manusia lebih senang hidup karena terlalu panas.
• Dapat melakukan kegiatan di bidang pertanian dan perikanan.
• Cocok untuk tanaman yang meliputi karet, kelapa sawit, dan cengkeh.
(mdk/jen)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya