Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Niat Puasa Senin Kamis untuk Hajat dan Artinya, Perlu Diketahui

Niat Puasa Senin Kamis untuk Hajat dan Artinya, Perlu Diketahui Ilustrasi puasa. iStock

Merdeka.com - Puasa sunah adalah amalan sukarela yang dianjurkan dalam agama Islam. Puasa sunah tidak wajib seperti puasa Ramadan yang merupakan salah satu dari lima rukun Islam, namun melaksanakan puasa sunah sangat dianjurkan dan memberikan banyak manfaat.

Salah satu puasa sunah yang baik dilakukan adalah puasa Senin Kamis. Sesuai dengan namanya, ibadah puasa ini dilakukan setiap hari Senin dan Kamis. Selain dapat mendatangkan pahala, amalan puasa Senin Kamis juga bisa dilakukan untuk hajat tertentu.

Bukan tanpa alasan, setiap hajat yang Anda inginkan harus disertai dengan berbagai ibadah dan amalan baik untuk mendapatkan ridho kemudahan dari Allah SWT. Dengan begitu, keinginan Anda bisa dikabulkan oleh Allah dan menjadi kenyataan.

Bagi Anda yang sedang menginginkan suatu hajat, puasa Senin Kamis menjadi amalan baik yang bisa Anda lakukan. Dalam hal ini, Anda perlu mengetahui bacaan niat puasa Senin Kamis untuk hajat dan artinya dengan benar.

Selain memperhatikan bacaan niat puasa Senin Kamis untuk hajat, Anda juga perlu mengetahui bagaimana tata cara pelaksanaan serta keutamaan yang bisa didapatkan. Mengutip NU Online, berikut kami merangkum penjelasan lengkapnya, bisa disimak.

Niat Puasa Senin Kamis untuk Hajat

Bacaan niat puasa Senin Kamis untuk hajat, pada dasarnya memiliki lafal yang sama seperti niat puasa Senin Kamis pada umumnya. Niat puasa Senin Kamis untuk hajat ini sebaiknya dibaca di malam hari atau sebelum subuh, waktu dimulainya puasa. Berikut bacaan niat puasa Senin Kamis yang bisa dilafalkan:

011 tantri setyorini

©Shutterstock

Niat Puasa Senin

Nawaitu shauma yaumil itsnaini lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: "Aku berniat puasa sunah hari Senin karena Allah ta‘âlâ."

Niat Puasa Kamis

Nawaitu shauma yaumil khamîsi lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: "Aku berniat puasa sunah hari Kamis karena Allah ta‘âlâ

Jika Anda lupa membaca niat puasa Senin Kamis untuk hajat di malam hari seperti yang dianjurkan, Anda masih dapat membaca niat di siang hari. Dengan catatan, Anda belum melakukan berbagai hal yang membatalkan puasa. Berikut bacaan niat puasa Senin Kamis yang dapat dibaca di siang hari:

Niat Puasa Senin

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnati yaumil itsnaini lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah hari Senin ini karena Allah ta’ala".

Niat Puasa Kamis

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnati yaumil khamîsi lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah hari Kamis ini karena Allah ta’ala".

Cara Pelaksanaan Puasa Senin Kamis

Setelah mengetahui bacaan puasa Senin Kamis untuk hajat, berikutnya akan dijelaskan bagaimana cara pelaksanaan puasa Senin Kamis yang baik dan benar. Seperti ibadah puasa pada umumnya, puasa Senin Kamis dilakukan dengan menahan diri dari rasa lapar dan dahaga, serta nafsu dalam diri.

Puasa Senin Kamis dimulai sejak terbit waktu fajar atau subuh hingga petang hari dengan adzan maghrib sebagai penanda berakhirnya puasa di hari tersebut. Selain menahan lapar dan haus, Anda juga perlu menghindari berbagai hal yang dapat membatalkan ibadah puasa seperti melakukan hubungan seksual dengan pasangan.

Dari sisi waktu pelaksanaan, puasa Senin Kamis dapat dilakukan kapan saja. Namun, terdapat beberapa waktu yang haram bagi umat muslim untuk menunaikan puasa sunah, termasuk puasa Senin Kamis. Beberapa waktu yang dilarang ini seperti Hari Raya Idul Fitri (1 Syawal), Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijjah) hari tasyriq (11, 12, dan 13 Dzulhijjah), separuh terakhir dari bulan Sya’ban, dan hari yang diragukan (30 Sya’ban), yaitu saat banyak orang membicarakan ru’yatul hilal.

Keutamaan Puasa Senin Kamis

Setelah mengetahui bacaan niat puasa Senin Kamis untuk hajat dan cara pelaksanaannya, terakhir akan dibahas tentang beberapa keutamaan dari amalan sunah ini. Seperti disebutkan, puasa sunah Senin Kamis sangat dianjurkan dalam Islam karena dapat mendatangkan banyak kebaikan.

Pertama, niat puasa Senin Kamis merupakan ibadah sunah yang rutin dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Umat muslim yang menjalankan puasa Senin Kamis berarti meneladani ibadah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

Kedua, puasa Senin Kamis merupakan ibadah sunah yang dapat membukakan pintu surga. Ini pun dijelaskan dalam Hadist Riwayat Muslim, “Sesungguhnya pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Semua dosa hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu akan diampuni, kecuali bagi orang yang antara dia dan saudaranya terdapat kebencian dan perpecahan." (HR Muslim, No. 4652)

Ketiga, niat puasa Senin Kamis menjadi amalan ibadah yang mulia karena dijelaskan bahwa hari penyetoran amal manusia di akhir zaman akan dilaksanakan pada hari Senin dan Kamis. Hal ini pun dijelaskan dalam sebuah hadist, di mana Rasulullah SAW bersabda “Amal perbuatan manusia akan disampaikan pada setiap hari Kamis dan Senin. Maka aku ingin amalku diserahkan saat aku berpuasa” (HR Tirmidzi).

Keempat, puasa Senin dan Kamis juga mendatangkan amalan kebaikan karena hari Senin merupakan hari kelahiran sekaligus wafatnya Rasulullah SAW. “Nabi ditanya soal puasa pada hari Senin, beliau menjawab, ‘Pada hari itu aku dilahirkan dan wahyu diturunkan kepadaku” (HR Muslim: 1162).

Terakhir, mempunyai niat puasa Senin Kamis menjadi amalan baik yang dapat meningkatkan kesungguhan bagi setiap umat muslim yang sedang memanjatkan suatu hajat kepada Allah. Setiap hajat yang diinginkan, tentu perlu disertai dengan berbagai amal ibadah yang dapat meningkatkan ketakwaan kepada Allah. Ini tidak lain dilakukan agar Allah memberikan ridho kebaikan dan dapat mengabulkan setiap permintaan yang Anda inginkan.

Cara Agar Hajat Terkabul

Setelah menyimak niat puasa hajat, berikutnya dijelaskan bagaimana cara agar hajat terkabul. Dalam Islam, ada beberapa cara yang dianjurkan untuk memohon kepada Allah agar hajat atau keinginan kita terkabul. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:

1. Niat yang Ikhlas

Pastikan niat Anda ikhlas hanya untuk Allah. Hajat yang diinginkan harus dalam kebaikan dan tidak bertentangan dengan ajaran agama.

2. Shalat Hajat

Shalat Hajat adalah salah satu ibadah sunnah yang dilakukan untuk memohon terkabulnya suatu hajat. Setelah melaksanakan shalat sunnah ini (biasanya dua rakaat), dianjurkan untuk berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Allah.

3. Berdoa dengan Khusyuk dan Yakin

Berdoalah dengan khusyuk dan yakin bahwa Allah akan mengabulkan permohonan Anda. Ada beberapa waktu yang dianjurkan untuk berdoa, seperti:

  • Setelah shalat fardhu
  • Di sepertiga malam terakhir (tahajud)
  • Saat hujan turun
  • Antara adzan dan iqamah
  • Ketika berpuasa dan menjelang berbuka
  • 4. Membaca Doa yang Sesuai

    Ada beberapa doa yang dianjurkan untuk dibaca, seperti:

  • Doa Meminta Kebaikan Dunia Akhirat: “Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanatan wa fil-aakhirati hasanatan wa qinaa ‘adzaaban-naar.” (QS Al-Baqarah: 201)
  • Doa Memohon Perlindungan dan Kebaikan: “Allahumma inni as-aluka bi anii ashhadu annaka anta Allahu laa ilaaha illa anta, Al-Ahadu Ash-Shamadu, Al-Ladzi lam yalid wa lam yuulad wa lam yakullahu kufuwan ahad.”
  • 5. Bersedekah

    Bersedekah atau memberikan bantuan kepada orang lain dapat menjadi sarana agar doa kita lebih mudah dikabulkan. Rasulullah SAW bersabda bahwa sedekah dapat menolak bala dan mendatangkan rezeki.

    6. Istighfar dan Tobat

    Memperbanyak istighfar (memohon ampun kepada Allah) dan tobat dari dosa-dosa yang telah dilakukan. Dengan taubat yang sungguh-sungguh, hati menjadi lebih bersih, dan doa lebih mudah dikabulkan.

    7. Mengamalkan Asmaul Husna

    Membaca dan mengamalkan Asmaul Husna (nama-nama indah Allah) dalam doa-doa Anda, karena Allah sangat mencintai ketika hamba-Nya menyebut-Nya dengan nama-nama tersebut.

    8. Memperbanyak Dzikir

    Berdzikir atau mengingat Allah secara rutin akan mendekatkan diri kepada-Nya, sehingga doa-doa kita lebih mungkin untuk dikabulkan.

    9. Bersabar dan Tawakal

    Selalu bersabar atas ketentuan Allah dan bertawakal atau menyerahkan hasilnya kepada Allah. Ingat bahwa Allah lebih tahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya, dan terkabulnya doa bisa dalam berbagai bentuk yang mungkin tidak kita duga.

    10. Menjaga Silaturahmi dan Memperbaiki Hubungan dengan Sesama

    Memperbaiki hubungan dengan sesama, baik dalam keluarga maupun masyarakat, adalah salah satu cara untuk mendapatkan ridha Allah.

    (mdk/ayi)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP