Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menjelajahi Sarang Garuda, Bangunan Tua Peninggalan Raja Gula Semarang

Menjelajahi Sarang Garuda, Bangunan Tua Peninggalan Raja Gula Semarang Sarang Garuda Raja Gula Semarang. ©YouTube/J Christiono

Merdeka.com - Era Kejayaan Raja Gula Oei Tiong Ham memang telah lama berlalu. Namun sisa-sisa kejayaan itu masih bisa dijumpai di Kota Semarang.

Salah satunya adalah bangunan yang dulunya disebut Eagle Nest atau Sarang Garuda. Bangunan itu berada di puncak sebuah bukit bernama Gedong Duwur.

Kini, bangunan peninggalan Sang Raja Gula itu sudah menjadi pemukiman penduduk. Lantas seperti apa isi dari bangunan itu? Berikut selengkapnya, dikutip dari kanal YouTube J. Christiono:

Dulunya Digunakan untuk Bisnis Candu

sarang garuda raja gula semarang

©YouTube/J Christiono

Sarang Garuda hanyalah satu dari sekian banyak istana milik Oei Tiong Ham. Bangunan itu sebelumnya milik sang ayah, Oei Tjie Sien.

Pada masanya, bangunan itu digunakan untuk menjalankan bisnis candu. Apalagi letaknya cukup strategis karena tak jauh dari aliran Kali Garang.

“Di bagian depan ini ada bangunan-bangunan lain yang merupakan bangunan tambahan yang dahulu digunakan sebagai tempat menampung kereta-kereta kuda milik Oei Tiong Ham dan juga ada kandang kuda,” ungkap narator dari akun YouTube J. Christiono.

Jadi Asrama Tentara

sarang garuda raja gula semarang

©YouTube/J Christiono

Pada tahun 1961, semua aset Oei Tiong Ham disita negara termasuk bangunan Sarang Garuda. Sejak saat itu, bangunan Sarang Garuda digunakan sebagai sarang tentara. Pada waktu itu lahan di sekitar Sarang Garuda masih kosong dan hanya berupa tanaman pohon asam atau kelengkeng serta sejumlah makam. Bahkan kawanan babi hutan masih sering memasuki daerah tersebut.

Kini bangunan itu telah beralih fungsi sebagai permukiman penduduk. Beberapa bagian bangunan masih tampak asli seperti tangga yang terbuat dari kayu dan juga tembok-tembok yang terbuat dari kayu. Namun kebanyakan dari kayu-kayu itu sudah keropos dan tidak layak pakai.

Tulisan Cina

sarang garuda raja gula semarang

©YouTube/J Christiono

Bagian kantor yang berada di lantai dua kini telah beralih fungsi menjadi sarang burung. Di bagian atasnya terdapat tulisan Cina yang berbunyi “Shan Kao Shui Liu” yang artinya “Gunung Tinggi, Aliran Sungai Deras”. Kata-kata itu dimaknai sebagai persahabatan yang sangat tulus dan erat.

Di bagian bawahnya, lantai terakota tampak masih orisinil. Walaupun bagian atasnya sudah tidak layak huni, banyak warga yang menempati bagian bawah bangunan tersebut. Beberapa warga ada yang berbisnis toko kelontong di bangunan itu.

Hingga saat ini, bangunan Sarang Garuda masih menjadi perhatian para pengamat sejarah di Kota Semarang karena tak bisa lepas dari nama besar Sang Raja Gula.

(mdk/shr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP