Sejarah militer di Indonesia tentu memiliki rekam jejak yang begitu panjang. Untuk mengenang dan menyimpan benda-benda sejarah itulah maka didirikan museum militer yang langsung di bawah naungan Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Di Jawa Tengah terdapat beberapa museum militer yang menarik untuk dikunjungi saat akhir pekan. Di tempat ini, pengunjung bisa mendapat edukasi serta wawasan terkait sejarah TNI di Indonesia.
Salah satu musimnya adalah Museum Abdul Djalil ini. Berikut ulasan selengkapnya.
Museum Abdul Djalil atau yang dikenal dengan nama Museum Taruna Abdul Djalil ini terletak di kompleks Akademi Militer bagian Angkatan Darat di Jalan Gatot Subroto, Magelang, Jawa Tengah. Di dalamnya terdapat berbagai barang-barang militer bersejarah termasuk perjalanan berdirinya Akmil.
Selain itu, museum ini juga masih menjadi bagian dari fasilitas yang dimiliki oleh pendidikan Akademi militer.
Advertisement
Penggunaan nama Abdul Djalil pada museum ini memiliki sejarah dan kisah tersendiri. Dikutip dari situs asosiasimuseumindonesia.org, nama Abdul Djalil sendiri adalah seorang taruna Akmil Yogyakarta yang gugur ketika berjuang dalam mempertahankan kemerdekaan RI di Kalasan pada tahun 1949.
Museum ini diresmikan pada tanggal 4 Oktober 1964 oleh Brigadir Jenderal (Brigjen) Soerono Reksodimejo. Tempat ini bukan hanya sebagai bentuk edukasi kepada taruna Akmil saja, masyarakat umum juga bisa mengunjungi museum bersejarah yang satu ini.
Secara umum museum ini masih di bawah naungan dan tanggung jawab TNI-AD. Sementara itu untuk pengawasan museum dipegang oleh Gubernur Akademi Militer yang bekerja sama dengan konservasi koleksi benda cagar budaya.
Advertisement
Dihimpun dari berbagai sumber, di Musuem Abdul Djalil ini tersimpan banyak koleksi benda-benda militer Indonesia dari waktu ke waktu. Di dalam bangunan ini terdapat dua lantai dengan tujuh ruangan.
Tujuh ruangan tersebut terdiri dari ruang auditorium, ruang pra-Akademi Militer Nasional (AMN), ruang AMN, ruang AKABRI, ruang Akmil, ruang senjata, dan ruang Bhakti Taruna. Di bagian luar bangunan museum juga bisa melihat taman meriam.
Di ruang auditorium terdapat koleksi film-film terkait sejarah berdirinya Akademi Militer Magelang, sementara di ruang pra-AMN bisa dijumpai buku virutual yang bertuliskan sejarah pendirian Akademi Militer oleh para Komandan BKR dari berbagai daerah di Indonesia.
Selain itu, pada ruang pra-AMN terdapat pula tanda penghargaan kepada Jenderal Urip Sumoharjo, teks himne Taruna, diorama peristiwa Palagan Ambarawa serta masih banyak lagi benda-benda sejarah militer lainnya yang menarik.