Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengenal Penyakit Addison, Ketahui Penyebab dan Gejalanya

Mengenal Penyakit Addison, Ketahui Penyebab dan Gejalanya Ilustrasi ginjal. ©Shutterstock.com/SSCREATIONS

Merdeka.com - Seperti diketahui, tubuh manusia memproduksi berbagai macam hormon yang dapat membantu fungsi kerja berbagai organ dengan baik. Hormon ini dapat dihasilkan oleh otak seperti bagian hipotalamus dan hipofisis, maupun dihasilkan oleh organ lain di luar otak, seperti pankreas, adrenal, kelenjar tiroid, dan organ reproduksi.

Meskipun hormon berupa zat yang berjumlah kecil, namun perannya sangat berpengaruh besar pada aktivitas setiap sel-sel tubuh. Sehingga produksi hormon manusia seharusnya dapat tercukupi dengan baik agar sistem kerja tubuh dapat berjalan dengan lancar. Jika tidak, tentu kondisi tubuh yang kekurangan hormon akan menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang bisa membahayakan.

Salah satu gangguan produksi hormon yang perlu diwaspadai adalah penyakit Addison. Penyakit Addison merupakan kondisi kesehatan yang disebut juga dengan insufisiensi adrenal, yaitu kelainan yang terjadi ketika tubuh tidak menghasilkan hormon tertentu dengan cukup. Pada kondisi ini biasanya kelenjar adrenal yang terletak tepat di atas ginjal, menghasilkan terlalu sedikit kortisol dan aldosteron.

Gangguan penyakit Addison ini dapat terjadi pada siapa saja, baik laki-laki maupun wanita di segala kelompok usia. Dengan begitu, penting untuk memahami seperti apa penyakit Addison, mulai dari penyebabnya, gejala, hingga cara pencegahan yang tepat. Dilansir dari situs Mayoclinic, berikut kami merangkum berbagai informasi mengenai penyakit Addison yang perlu diketahui.

Mengenal Penyakit Addison

005 siti rutmawati

©www.hindustantimes.com

Seperti yang telah dijelaskan, bahwa penyakit Addison merupakan kondisi insufisiensi adrenal, di mana tubuh tidak menghasilkan hormon tertentu dengan cukup.

Pada kondisi ini, biasanya kelenjar adrenal yang terletak di atas ginjal menghasilkan terlalu sedikit kortisol dan aldosteron. Penyakit Addison terjadi pada semua kelompok umur dan kedua jenis kelamin. Ini termasuk penyakit yang membahayakan bagi kesehatan.

Biasanya, penderita yang mengalami kondisi ini memerlukan pengambilan hormon untuk menggantikan hormon yang hilang pada tubuh.

Gejala Penyakit Addison

Setelah mengetahui pengertian umum, berikutnya terdapat beberapa gejala penyakit Addison yang perlu diketahui. Gejala penyakit Addison biasanya berkembang perlahan, atau biasanya berlangsung selama beberapa bulan.

Seringkali, penyakit berkembang sangat lambat sehingga gejala yang terjadi cenderung diabaikan. Misalnya seperti gejala stres, sakit atau cedera. Kondisi gejala yang dibiarkan begitu saja dapat berkembang dan berubah menjadi lebih buruk. Berikut beberapa gejala penyakit Addison yang perlu diketahui:

  • Kelelahan yang ekstrem
  • Penurunan berat badan dan penurunan nafsu makan
  • Kulit Anda menjadi gelap (hiperpigmentasi)
  • Tekanan darah rendah, bahkan sampai pingsan
  • Mengidam garam
  • Gula darah rendah (hipoglikemia)
  • Mual, diare atau muntah (gejala gastrointestinal)
  • Sakit perut
  • Nyeri otot atau sendi
  • Mudah marah
  • Depresi atau gejala perilaku lainnya
  • Rambut rontok atau disfungsi seksual pada wanita
  • Gejala pada penyakit Addison akut (krisis addisonian) bisa muncul secara tiba-tiiba. Kegagalan adrenal akut (krisis addisonian) dapat menyebabkan syok yang mengancam jiwa. Berikut beberapa tanda dan gejala yang bisa terjadi:

  • Tubuh terasa sangat lemah
  • Kebingungan
  • Nyeri di punggung bawah atau kaki
  • Sakit perut yang parah, muntah dan diare, menyebabkan dehidrasi
  • Kesadaran berkurang atau delirium
  • Pada krisis addisonian penderita juga akan mengalami:

  • Tekanan darah rendah
  • Kalium tinggi (hiperkalemia) dan natrium rendah (hiponatremia)
  • Penyebab Penyakit Addison

    ilustrasi ginjal

    Shutterstock/Spectral-Design

    Setelah mengetahui kondisi umum dan gejala, berikutnya terdapat beberapa faktor yang menjadi penyebab penyakit Addison. Secara umum, penyakit Addison disebabkan oleh kerusakan pada kelenjar adrenal yang mengakibatkan tubuh kekurangan hormon kortisol dan seringkali juga kekurangan aldosteron.

    Kelenjar adrenal adalah bagian dari sistem endokrin tubuh yang bekerja menghasilkan hormon dan memberikan instruksi ke hampir setiap organ dan jaringan di tubuh.

    Kelenjar adrenal terdiri dari dua bagian. Bagian dalam (medula) menghasilkan hormon seperti adrenalin. Lapisan luar (korteks) menghasilkan sekelompok hormon yang disebut kortikosteroid. Kortikosteroid meliputi:

  • Glukokortikoid. Hormon-hormon ini, termasuk kortisol, memengaruhi kemampuan tubuh Anda untuk mengubah makanan menjadi energi, berperan dalam respons peradangan sistem kekebalan Anda, dan membantu tubuh Anda merespons stres.
  • Mineralokortikoid. Hormon-hormon ini, termasuk aldosteron, menjaga keseimbangan natrium dan kalium tubuh untuk memastikan tekanan darah tetap normal.
  • Androgen. Hormon seks pria ini diproduksi dalam jumlah kecil oleh kelenjar adrenal baik pada pria maupun wanita. Mereka menyebabkan perkembangan seksual pada pria, dan mempengaruhi massa otot, dorongan seks (libido) dan perasaan sejahtera baik pada pria maupun wanita.
  • Penyebab lain dari kegagalan kelenjar adrenal mungkin termasuk:

  • Tuberkulosis
  • Infeksi lain pada kelenjar adrenal
  • Penyebaran kanker ke kelenjar adrenal
  • Pendarahan ke kelenjar adrenal. Dalam kasus ini, Anda mungkin mengalami krisis addisonian tanpa gejala sebelumnya.
  • Cara Mencegah Penyakit Addison

    Setelah mengetahui gejala dan penyebab penyakit Addison, berikutnya perlu mengetahui beberapa cara pencegahan yang tepat untuk gangguan produksi hormon ini.

    Sebenarnya, penyakit Addison tidak dapat dicegah, namun beberapa langkah berikut bisa dilakukan untuk menghindari risiko krisis addisonian:

  • Bicaralah dengan dokter jika Anda selalu merasa lelah, lemah, atau kehilangan berat badan. Tanyakan tentang kemungkinan kondisi kekurangan adrenal.
  • Jika Anda telah didiagnosis dengan penyakit Addison, tanyakan kepada dokter tentang apa yang harus dilakukan saat Anda sakit. Anda mungkin perlu mempelajari cara meningkatkan dosis kortikosteroid untuk membantu mencukupi kebutuhan hormon.
  • Jika kondisi menjadi semakin buruk dan sangat sakit, terutama jika Anda muntah dan tidak dapat minum obat, pergilah ke unit gawat darurat untuk mendapatkan penangan yang cepat dan tepat.
  • (mdk/ayi)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP