Mengenal 'Orkestra' Tonggeret, Tanda Alam Sambut Kemarau dan Berakhirnya Pandemi
Merdeka.com - Bagi orang-orang yang tinggal di perkotaan, suara binatang serangga bernama tonggeret mungkin sudah jarang terdengar. Namun berbeda dengan para masyarakat yang tinggal di pedesaan. Bila malam hari dan keadaan telah sunyi, sayup-sayup dari rumah mereka terdengar suara serangga kecil itu. Kalau suaranya terdengar, berarti itu pertanda musim akan segera berganti.
Tonggeret atau garengpun adalah jenis serangga angota sub-ordo Cicadomorpha ordo Homoptera. Serangga ini dikenal memiliki suara nyaring yang ia bunyikan dari pepohonan. Di Indonesia, suara binatang ini akan nyaring terdengar di akhir musim penghujan.
Suara tonggeret menandakan awal musim kemarau yang dipercaya masyarakat setempat bisa 'menghentikan' persebaran Virus Corona. Banyak yang beranggapan, di musim kemarau matahari akan bersinar terik, dan corona tak bisa bertahan.
Suara Tonggeret Mulai Muncul di Pedesaan

2020 Merdeka.com
Dilansir dari Antara pada Kamis (9/4), sejumlah kelompok seniman petani Lima Gunung Kabupaten Magelang, beberapa hari belakangan mulai melaporkan munculnya suara tonggeret di dekat kediaman masing-masing. Salah satunya adalah Wakil Ketua Komunitas Lima Gunung, Haris Kertorahardjo melalui unggahan di grup percakapan medsos komunitas.
Begitu pula dengan anggota lain kelompok Lima Gunung Nungki Nur Cahyani yang tinggal di Purworejo, dan juga penari Lyra De Blauw yang tinggal di kawasan Gunung Tidar, Magelang. Mereka melaporkan kemunculan suara tonggeret di kediaman masing-masing.
Suara Unik dan Misterius

Wikipedia.org
Salah seorang budayawan asal Magelang, Sutanto Mendut, bahkan rela menghentikan mobilnya untuk sejenak merekam suara tonggeret yang bersumber dari pepohonan rindang di Kawasan Gunung Merbabu.
Dilansir dari Antara, suara itu mengingatkannya pada sebuah pengalamannya di tahun 1983. Pada saat itu sejumlah seniman mementaskan karya musik konkret di Gedung Senisono, Yogyakarta yang musiknya bersumber dari rekaman suara tonggeret. Bagi Sutanto, tonggeret disebutnya sebagai unikum isi alam dan misterius yang muncul pada akhir musim penghujan.
Suara Tonggeret dan Berakhirnya Wabah Virus Corona

Wikipedia.org
Bila pada saat-saat sebelumnya kemunculan suara tonggeret tidak terlalu diperhatikan banyak orang, pada musim wabah seperti saat ini suara serangga itu justru dinantikan. Hal itu dikarenakan suara tonggeret menandakan musim kemarau segera datang.
Antara menyebut, pada musim kemarau, matahari akan bersinar terik sepanjang hari dan masyarakat percaya sinar matahari akan membantu menghentikan serangan Virus Corona.
Masih Menjadi Perdebatan

2020 Merdeka.com
Sebenarnya asumsi bahwa musim kemarau dapat mengurangi penyebaran Virus Corona masih menjadi perdebatan. Menurut ahli epidemologi dari Universitas Andalas, Defriman Djafri Ph.D, asumsi itu masih membutuhkan kajian mendalam.
Seperti yang kita tahu selama ini, sinar matahari di jam tertentu baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Antaranews menyebut daya tahan tubuh inilah yang dapat menangkal serangan virus corona masuk ke jaringan paru-paru.
Budaya Berjemur di Tengah Pandemi

Shutterstock/Elena Efimova
Kesadaran masyarakat untuk meningkatkan daya tahan tubuh membuat banyak dari mereka berjemur di bawah sinar matahari. Dilansir dari Antara pada Kamis (9/4), dalam budaya Jawa kebiasaan berjemur di dekat rumah masing-masing biasa disebut dhedhe atau kekaring.
Agar tubuh kuat menghadapi Virus Corona, mereka tetap berusaha mencari sinar matahari walaupun masih musim pancaroba. Seakan-akan mereka berjemur sambil menikmati 'orkestra' tonggeret dan terus menyimpan harapan untuk segera terlepas dari wabah COVID-19 ini.
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya