Mengenal Jemek Supardi, Maestro Seni Pantomim Indonesia yang Pernah Dikira 'Gila'
Merdeka.com - Jemek Supardi, begitulah orang-orang mengenalnya, adalah seniman yang bergerak di bidang seni pantomim. Jemek lahir di Sleman, 14 Maret 1953. Walaupun hanya seorang lulusan SMP, pengalaman Jemek tidak diragukan lagi.
Jemek pernah bergabung di sejumlah kelompok teater seperti Teater Alam, Teater Boneka, dan Teater Dinasti. Namun ketika menjalani pementasan bersama Teater Dinasti, ia kesulitan menghafal naskah.
Menyadari kelemahannya, ia menekuni pantomim sebagai penyaluran hasrat berekspresi. Seni itu ia pelajari secara otodidak. Begini perjalanan hidup Jemek, seniman pantomim asal Jogja.
Alasan Dinamakan Jemek

©tasteofjogja disbud diy
Terlahir dengan nama asli Supardi, ia menambah kata “Jemek” pada bagian depan namanya saat sudah berkecimpung di dunia seni. Waktu belajar seni pantomim, ada seorang dosen seni yang memuji gerakannya yang lancar, namun di sisi lain ada orang yang menganggap gerakannya aneh.
“Wah njinjiki jemek iki! Nah itu cikal bakal sama memakai kata jemek. Saya kalau latihan improvisasi memang njijiki. Itu tahun 1973-74 lah,” kenang Jemek dikutip dari kanal YouTube Paradoks.
Aksi-Aksi Jemek Supardi

©tasteofjogja disbud diy
Dilansir dari Wikipedia, Jemek sering berpantomim di tempat yang tak lazim seperti di jalan, di makam pahlawan, dan juga di rumah sakit jiwa. Pernah suatu hari ia berpantomim di acara Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) tahun 1997. Waktu itu dia sendiri tak diundang untuk tampil di acara itu.
Namun Jemek tetap nekat datang menggunakan becak dengan berpakaian kaus hitam-hitam dari rumahnya. Tapi petugas keamanan langsung mencegat dan menggelandangnya. Kemudian ia menggelar pantomim berjudul “Pak Jemek Pensiun” di sepanjang Jalan Malioboro hingga jalan itu macet total.
Mengkritik Pemerintah

©tasteofjogja disbud diy
Dalam memainkan seni pantomim, Jemek banyak menyampaikan kritik-kritik pada pemerintah melalui karya seninya. Namun karena waktu itu karya pantomim belum dikenal banyak orang, Jemek sering dikira orang gila.
“Kritik sosial dengan omong aja nggak digubris apalagi yang kayak saya. Itu kan lebih sulit lagi. Bisa dianggap orang gila. Tapi bagi saya, gila saya sama gila kamu berbeda. Ini gila yang untuk mengkritik, bukan sekadar gila-gilaan,” ungkap Jemek.
Maestro Seni Pantomim

©tasteofjogja disbud diy
Jemek Supardi bisa dibilang maestro pantomim Indonesia. Jemek mengatakan, biasanya karya seni pantomim hanya dijadikan selingan dalam suatu acara seni. Tapi dia pernah mengadakan pementasan tunggal. Ia berani mengklaim kalau dia merupakan orang yang pertama kali memainkan pementasan tunggal pantomim di Indonesia.
“Waktu itu teater memang banyak. Tapi kalau pantomim saya kira saya berani mengakui yang pertama kali,” ujar Jemek dikutip dari kanal YouTube Paradoks.
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya