Mengenal Gejala Darah Rendah yang Perlu Diwaspadai, Begini Cara Mengatasinya
Merdeka.com - Darah rendah merupakan salah satu kondisi di mana tekanan darah di dalam arteri lebih rendah dari tekanan darah normal. Penyakit yang juga disebut hipotensi ini sering menyebabkan penderita mengalami pusing dan mata berkunang-kunang. Selain itu, hipotensi juga kerap menyebabkan lemas, konsentrasi berkurang, dan sesak napas.
Melansir dari Healthline, darah rendah bisa dialami siapa saja, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Seseorang dikatakan mengidap hipotensi jika memiliki tekanan darah di bawah 90/60 mmHg. Meski tidak berbahaya, namun hipotensi bisa menjadi gejala penyakit tertentu.
Di samping itu, tekanan darah bisa berubah sepanjang waktu, hal ini tergantung dengan aktivitas yang dilakukan masing-masing orang. Ada banyak faktor yang sering menjadi penyebab darah rendah, salah satunya ialah faktor makanan. Mengonsumsi makanan tertentu bisa meningkatkan risiko tekanan darah rendah.
Lantas, apa saja gejala darah rendah yang perlu diwaspadai? Simak ulasannya yang merdeka.com lansir dari Mayo Clinic:
Mengenal Gejala Darah Rendah

©Thinkstock photos/ Getty Images
Hipotensi atau darah rendah jika tidak secara ditangani bisa memicu terjadinya penyakit komplikasi. Menurut US National Library of Medicine mengindikasikan penurunan tekanan darah sekecil 20 mmHG saja bisa menimbulkan beragam masalah kesehatan. Ada beberapa gejala darah rendah yang biasa dialami penderita, salah satunya adalah sering merasa pusing.
Seseorang yang sering merasakan pusing secara tiba-tiba bisa menjadi gejala darah rendah. Terutama saat tiba-tiba berdiri dari posisi duduk atau berbaring. Selain itu, ada beberapa gejala darah rendah lainnya, di antaranya sebagai berikut:
Makanan Penyebab Darah Rendah

©Thinkstock photos/ Getty Images
Ada banyak faktor yang sering menjadi penyebab darah rendah seperti kekurangan nutrisi, kehamilan, gangguan tiroid, dan mengonsumsi obat-obatan tertentu. Selain itu, penyebab darah rendah juga bisa dipicu karena faktor makanan, adapun beberapa jenis makanan yang bisa menjadi penyebab darah rendah adalah seperti berikut:
Makanan penyebab darah rendah pertama adalah sayur bayam. Sayur yang memiliki nama lain Amaranthus ini, seringkali diolah menjadi berbagai macam menu makanan seperti lalapan, pecel hingga aneka tumisan. Meski memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, sayur ini tidak baik dikonsumsi secara berlebihan oleh penderita hipotensi.
Bayam merupakan sumber kalium yang biasanya digunakan untuk membantu menurunkan tekanan darah. Oleh kerena itu, bagi penderita tekanan darah rendah, sebaiknya mengurangi atau tidak mengonsumsinya secara berlebihan.
Kafein
Makanan yang mengandung banyak kafein menjadi salah satu makanan penyebab darah rendah. Kebiasaan mengonsumsi kopi secara berlebihan dapat mengganggu pola tidur. Padahal, penderita hipotensi dianjurkan para ahli untuk memiliki waktu istirahat yang cukup
Oleh karena itu, bagi Anda yang memiliki tekanan darah rendah, sebaiknya menghindari mengonsumsi kopi secara berlebihan. Gunakan waktu untuk banyak istirahat agar tekanan darah kembali normal.
Seledri
Makanan penyebab darah rendah berikutnya adalah sayur seledri. Jenis sayuran satu ini memang memiliki manfaat yang banyak bagi tubuh, namun seledri juga kerap dianggap sebagai makanan penyebab darah rendah. Hal ini karena seledri memiliki kandungan metanol yang dapat menurunkan tekanan darah.
Oleh karena itu, para ahli menyarankan untuk tidak mengonsumsi seledri secara berlebihan, terutama penderita hipotensi. Seledri akan aman dikonsumsi sesekali, namun harus tetap memperhatikan porsinya.
Cara Mengatasi Darah Rendah Secara Alami
Seseorang yang merasakan beberapa gejala darah rendah untuk segera periksa dokter. Selain itu, Anda juga bisa melakukan beberapa mengatasi darah rendah secara alam. Melansir dari Mayo Clinic oleh Halodoc, berikut cara mengatasi darah rendah yang bisa diterapkan:
1. Menumpuk 2-3 bantal saat hendak tidur agar sewaktu bangun dan berdiri tidak mengalami penurunan tekanan darah secara drastis
2. Ubah posisi untuk tidak berdiri terlalu lama sebisa mungkin dan perlahan
3. Perbanyak konsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi dan meningkatkan volume darah
4. Kurangi mengonsumsi minuman beralkohol
(mdk/jen)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya