Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengenal Diet Hormon, Ketahui Manfaat dan Cara Melakukannya

Mengenal Diet Hormon, Ketahui Manfaat dan Cara Melakukannya Ilustrasi diet. Shutterstock/Evgeny Karandaev

Merdeka.com - Seperti diketahui, hormon merupakan salah satu zat yang terdapat dalam tubuh setiap manusia. Zat kimia ini berfungsi mendukung kinerja beberapa sistem tubuh. Mulai dari fungsi pencernaan, penyerapan zat gizi, fungsi seksual, reproduksi, pertumbuhan, suhu tubuh, siklus tidur, mood, hingga kontrol nafsu makan.

Tidak heran, jika hormon memainkan peranan besar pada tubuh setiap orang. Termasuk pada perempuan, hormon memberikan pengaruh besar pada siklus menstruasi yang terjadi setiap bulan. Hormon menstruasi yang tidak stabil menyebabkan suasana hari yang naik turun hingga nafsu makan yang meningkat.

Bagi sebagian perempuan, nafsu makan yang meningkat akibat ketidakseimbangan hormon ini dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Selain itu, konsumsi makan yang tidak sehat dengan kondisi hormon yang tidak stabil juga bisa menyebabkan masalah lain, seperti munculnya jerawat. Dengan begitu, kondisi ini perlu dikontrol dengan baik agar tidak menimbulkan berbagai masalah yang mengganggu kesehatan.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan diet hormon. Diet hormon ini dirancang untuk mengatur ulang hormon metabolisme guna mendorong penurunan berat badan. Dikatakan, rencana diet ini mampu mendorong penurunan berat badan hingga 15 pon dalam 21 hari. Lalu seperti apa dan bagaimana cara melakukannya.

Dilansir dari Verywell Fit, berikut kami merangkum berbagai informasi mengenai diet hormon yang perlu Anda ketahui.

Mengenal Diet Hormon

ilustrasi hormon

©2012 Shutterstock/marekuliasz

Program diet hormon diciptakan oleh ginekolog Dr. Sarah Gottfried yang bertujuan untuk mengatur hormon untuk mendorong penurunan berat badan. Rencana diet ini mengklaim dapat memberikan penurunan berat badan hingga 15 pon dalam 21 hari. Capaian ini didapatkan dengan meningkatkan keseimbangan tujuh hormon berbeda untuk membakar lemak perut dan mengurangi nafsu makan.

Program 21 hari pada dasarnya adalah diet eliminasi yang menghindari makanan tertentu yang dianggap menyebabkan ketidakseimbangan hormon. Dr Gottfied mengklaim bahwa kebanyakan wanita memiliki setidaknya satu, jika tidak tiga atau lebih, ketidakseimbangan hormon yang signifikan. Dengan rencana diet ini dapat membantu memperbaiki ketidakseimbangan hormon lebih baik, yaitu dengan menghindari konsumsi daging, alkohol, buah, biji-bijian, dan susu.

Jenis Makanan yang Dikonsumsi

Setelah mengetahui pengertian umum dari diet hormon, berikutnya perlu diperhatikan bahwa terdapat beberapa rekomendasi makanan yang diperbolehkan dalam rencana diet ini

Beberapa jenis makanan ini dinilai aman dikonsumsi dan tidak menyebabkan risiko ketidakseimbangan hormon. Berikut beberapa makanan yang bisa dikonsumsi dalam diet hormon :

  • Sayuran
  • Telur ayam kampung organik
  • Ayam atau unggas kampung
  • Kacang-kacangan dan polong-polongan
  • Ikan hasil tangkapan liar
  • Alpukat
  • Teh herbal
  • Lemon
  • Jenis Makanan yang Dihindari

    merah

    ©2015 Merdeka.com/shutterstock/Brent Hofacker

    Selain mengetahui beberapa jenis makanan yang direkomendasikan, berikutnya terdapat beberapa makanan yang perlu dihindari. Beberapa jenis makanan ini dinilai memiliki pengaruh pada ketidakseimbangan hormon yang lebih tinggi.

    Sehingga dalam rencana diet hormon, beberapa makanan ini perlu dihilangkan dari konsumsi hari. Berikut beberapa makanan dalam diet hormon yang perlu dihindari :

  • Daging merah
  • Alkohol
  • Gula
  • Pemanis buatan
  • Buah
  • Kafein
  • Biji-bijian
  • Susu
  • Makanan transgenik
  • Pro dari Diet Hormon

    Setelah mengetahui beberapa makanan yang direkomendasikan dan yang perlu dihindari dalam diet hormon, berikutnya Anda perlu mengetahui sisi positif dari rencana diet ini. Diet hormon ini berfokus pada makanan utuh, konsumsi berbagai jenis sayuran, dan protein tanpa lemak.

    Tentu beberapa makanan ini memiliki nutrisi baik yang dapat diserap tubuh dan risiko ketidakseimbangan hormon yang lebih kecil. Dengan begitu, sistem metabolisme dapat bekerja lebih baik dan lancar yang mendukung penurunan berat badan.

    Kontra dari Diet Hormon

    badan

    © elembarazo.net

    Meskipun memiliki pengaruh ketidakseimbangan hormon yang lebih kecil, namun terdapat beberapa kekurangan dari rencana diet hormon yang perlu Anda pertimbangkan. Dalam hal ini, diet hormon menghilangkan beberapa kelompok makanan yang memiliki nutrisi tinggi seperti buah-buahan dan biji-bijian.

    Upaya menghindari beberapa kelompok makanan ini dapat mendorong gaya diet terlalu ketat bagi sebagian orang. Tentu ini juga memberikan pengaruh tersendiri pada kondisi kesehatan.

    Selain itu rencana diet hormon juga cenderung membutuhkan biaya lebih mahal karena perlu memilih makanan yang organik. Diet hormon juga dinilai mendorong penurunan berat badan yang tidak realistis.

    Seperti disebutkan sebelumnya bahwa diet ini dapat mendukung penurunan berat badan hingga 15 pon dalam 21 hari. Sedangkan tingkat penurunan berat badan yang sehat adalah antara satu dan dua pon per minggu, atau bahkan kurang tergantung pada berat badan Anda saat ini, persentase lemak tubuh, dan kesehatan.

    Penurunan berat badan melalui diet hormon ini juga dinilai hanya singkat dan tidak berkelanjutan dalam jangka panjang. Dengan begitu, jika Anda merencanakan program penurunan berat badan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi supaya mendapatkan saran yang lebih tepat dan sesuai dengan kondisi tubuh dan kesehatan.

    (mdk/ayi)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP