Menerima Gelar Doktor dari UGM, Ini Prestasi Budi Karya Selama jadi Menhub

Pada Senin (23/5), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumardi menerima gelar doktor honoris causa atau doktor kehormatan di bidang transportasi dari UGM. Lantas apa yang membuatnya layak untuk mendapatkan gelar tersebut?

Shani Ramadhan Rasyid
Oleh Shani Ramadhan Rasyid - Reporter
Menerima Gelar Doktor dari UGM, Ini Prestasi Budi Karya Selama jadi Menhub
Budi Karya menerima anugerah doktor kehormatan. ©Instagram/@ugm.yogyakarta

Pada Senin (23/5), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumardi menerima gelar doktor honoris causa atau doktor kehormatan di bidang transportasi dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Gelar itu diberikan langsung oleh Rektor Prof Panut Mulyono.

“Beliau memberikan intervensi intelektual dalam menjalankan tugasnya sehingga menghasilkan karya yang luar biasa secara berkelanjutan,” kata Panut dalam sambutannya, mengutip dari ANTARA.

Budi pun berterima kasih atas pemberian gelar itu. Baginya, kinerja dia selama menjadi Menhub tak lepas dari jasa UGM yang sanggup membuat suatu kolaborasi dengan berbagai pihak, tak terkecuali Kementerian Perhubungan.

“Tentu pemberian gelar ini adalah suatu amanah kepada saya dan bukan akhir pengabdian saya kepada bangsa,” kata Budi.

Lantas apa yang membuatnya layak untuk mendapatkan gelar tersebut? Berikut selengkapnya:

Jasa Budi Karya

Melalui Surat Keputusan (SK) Rektor UGM, penganugerahan gelar itu mempertimbangkan jasa Budi Karya yang luar biasa dalam pengembangan transportasi nasional di seluruh Indonesia sehingga menjadi bagian dalam sistem transportasi dan perekonomian bangsa.

“Melalui gagasan ‘transportasi merajut Nusantara’, Budi Karya sebagai ahli di bidang arsitektur dan perencanaan wilayah aktif dan konsisten dalam mengimplementasikan perubahan paradigma Jawa sentris menjadi Indonesia sentris,” kata Ketua Tim Promotor Ahmad Munawar.

Lebih lanjut, Munawar mengatakan dengan konsep itu pembangunan transportasi tak hanya melayani masyarakat maju di kota besar, tapi juga menyentuh masyarakat tertinggal termasuk di daerah terluar dan terdepan NKRI.

Pembangunan Tol Laut

Munawar mengatakan, salah satu terobosan Budi Karya selama menjabat sebagai menteri adalah pembangunan tol laut. Menurutnya, pembangunan tol laut merupakan salah satu terobosan Budi dalam meningkatkan konektivitas Nusantara sebagai jalur pelayaran bebas hambatan kapal yang menghubungkan hampir seluruh pelabuhan di Nusantara. Walau begitu, pembangunan itu harus diikuti dengan kemudahan konektivitas dari pelabuhan menuju tempat tujuan.

Oleh karena itu, pada tahun 2017 Budi Karya mendorong regulator dan para operator menyediakan berbagai jenis moda transportasi pendukung pada simpul Tol Laut, salah satunya adalah dengan melakukan integrasi antarmoda untuk meningkatkan konektivitas pelabuhan Tanjung Priok dengan Stasiun Gedebage menggunakan kereta api peti kemas.

“Implementasi antarmoda transportasi itu meningkatkan efisiensi dan memudahkan pergerakan angkutan barang atau logistik menuju tempat tujuan,” kata Munawar, mengutip dari ANTARA.

Aspek Kerakyatan dari Transportasi

Dalam pidatonya, Budi Karya mengatakan kalau membangun infrastruktur transportasi itu tidak hanya membangun bandara, pelabuhan, stasiun, dan terminal, atau sekedar mengadakan pesawat, bus, kapal, dan kereta api. Tapi lebih dari itu, yang perlu diperhatikan pula adalah membangun sistem keselamatan, keamanan, dan pelayanan yang akan menciptakan harapan dan peradaban baru.

“Salah satu tujuan pembangunan infrastruktur transportasi adalah mendukung aspek kerakyatan. Transportasi juga turut mendorong perkembangan produk UMKM dengan memberikan akses kepada pelaku UMKM, baik di bandara, terminal, pelabuhan, maupun stasiun,” pungkas Budi, mengutip dari ANTARA pada Senin (23/5).

Rekomendasi