Masjid Cheng Ho, Bukti Akulturasi Budaya Tiongkok, Jawa, dan Islam di Jawa Timur

Jumat, 14 Februari 2020 21:00 Reporter : Rizka Nur Laily M
Masjid Cheng Ho, Bukti Akulturasi Budaya Tiongkok, Jawa, dan Islam di Jawa Timur Masjid Cheng Hoo Banyuwangi. ©2020 Merdeka.com/pinterest.fr

Merdeka.com - Cheng Ho melakukan ekspedisinya antara tahun 1405 sampai tahun 1433. Ia merupakan orang kepercayaan Kaisar Yongle dari Tiongkok. Cheng Ho menjadi seorang pelaut dan penjelajah ulung yang berhasil menanamkan pengaruhnya di kawasan Asia dan Afrika. Di Indonesia, namanya diabadikan dalam sejumlah tempat ibadah.

Di Semarang, Jawa Tengah, namanya diabadikan sebagai nama kelenteng termasyur, Sam Poo Kong. Itu tidak lain adalah nama lain dari Laksamana Cheng Ho. Diceritakan bahwa awak kapal yang turut dalam pelayaran Cheng Ho banyak yang beraliran Budha dan Tao.

Nama Cheng Ho juga tersohor di kalangan kaum muslim. Belasan masjid di berbagai penjuru di Indonesia, khususnya daerah-daerah yang pernah disinggahi Laksamana Cheng Ho mengabadikan namanya sebagai nama masjid. Di Jawa Timur sendiri, ada tiga masjid yang menggunakan nama Cheng Ho.

Baca Selanjutnya: Masjid Muhammad Cheng Hoo di...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini