Mahasiswa adalah agen perubahan. Berbagai inovasi dilakukan para mahasiswa demi memberi perubahan di tengah masyarakat ke arah yang lebih baik.
Hal itulah yang dilakukan para mahasiswa UNY ini. Mereka melakukan inovasi berupa makanan sehat yang memiliki kandungan gizi tinggi.
Sabtu, 8 Juni 2024 kemarin, para mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Tata Boga Fakultas Teknik UNY menggelar festival bertajuk “Tempe for Gen-Z: Tempecadabra”.
Diselenggarakannya festival ini merupakan cerminan keragaman produk tempe dari lauk tradisional menjadi makanan yang bervariasi dan lebih sehat.
“Gen-Z yang mempunyai selera makan masa kini dipertemukan dengan tempe yang mewakili selera tradisional,” kata Ketua Departemen Pendidikan Teknik Boga dan Busana Ichda Chayanti, dikutip dari Liputan6.com pada Kamis (13/6).
Ketua Panitia Festival, Julianti Salma mengatakan, tempe telah berhasil menarik perhatian karena kekayaan protein nabati dan nutrisinya. Oleh karena itu perlu inovasi yang dibuat, salah satunya adalah melalui festival tempe tersebut.
Advertisement
Salma mengatakan, festival itu diadakan bukan sekedar untuk memilih makanan, namun juga demi mengambil langkah nyata untuk membangun kesehatan pribadi, merawat lingkungan, dan menciptakan masa depan yang lebih baik. Baginya, tema itu tidak hanya mengangkat nilai tempe dengan lebih superior, namun juga menjadi inspirasi agen perubahan dalam dunia kuliner yang lebih sehat.
Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata DIY, Iwan Pramana, mengatakan bahwa saat ini budaya makan tempe tidak hanya di Indonesia, namun sudah mendunia.
“Harapannya tempe bisa lebih digemari oleh Gen-Z sehingga menjadi diplomasi budaya di dunia. Dinas Pariwisata DIY siap berkolaborasi untuk berbagai acara khususnya pengembangan ekonomi kreatif,” kata Iwan dikutip dari Liputan6.com.
Selain tempe, mahasiswa Tata Boga UNY juga melakukan inovasi dengan memodifikasi makanan Gyoza atau pangsit mini dari Cina dengan ikan tongkol dan tepung mocaf menjadi Gyoza Mocaf Tongkol.
Bila Gyoza dibuat dengan bahan dasar tepung terigu, mahasiswa UNY ini, Dimas Wahyu Nugroho, membuat kuliner itu dari bahan dasar tepung mocaf.
Advertisement
Tak cukup sampai di situ, Gyoza yang biasanya diisi daging cincang atau ayam yang ini diganti dengan isian ikan tongkol. Dimas memilih isian ikan tongkol karena memiliki kandungan kalsium yang lebih tinggi dibandingkan dengan ayam. Selain itu ikan tongkol juga memiliki kandungan omega 3 yang baik untuk kesehatan.
“Pemilihan ikan tongkol juga untuk meningkatkan pemanfaatan dan hasil olah ikan tongkol,” kata Dimas dikutip dari Liputan6.com.