Macam-Macam Paragraf dalam Tulisan, Pahami Fungsi dan Karakteristiknya

Kamis, 18 Agustus 2022 12:00 Reporter : Ayu Isti
Macam-Macam Paragraf dalam Tulisan, Pahami Fungsi dan Karakteristiknya Ilustrasi membaca buku. ©Pixabay

Merdeka.com - Dalam karya tulisan Bahasa Indonesia, paragraf merupakan bagian tulisan yang tersusun dari beberapa kalimat. Antara satu kalimat dengan kalimat yang lain harus disusun secara runtut sehingga saling terhubung. Dengan begitu, susunan kalimat dalam sebuah paragraf dapat memberikan pemahaman isi yang utuh saat dibaca.

Terdapat macam-macam paragraf yang sering digunakan dalam tulisan. Dalam hal ini, jenis paragraf dapat dibedakan menjadi dua kategori, yaitu paragraf berdasarkan tujuan dan paragraf letak gagasan utama. Masing-masing jenis paragraf ini dibagi menjadi beberapa macam. Mulai dari paragraf deskriptif, naratif, ekspositif, persuatif, argumentatif, deduktif, hingga induktif.

Macam-macam paragraf dalam tulisan ini memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Karakteristik ini dapat dilihat dari kerangka tulisan, jenis kalimat yang digunakan, hingga cara penyampaian ide pokok. Dengan begitu, setiap penulis bisa menggunakan macam paragraf yang berbeda sesuai dengan tujuannya.

Sebagai salah satu pengetahuan umum, penting untuk memahami macam-macam paragraf dalam tulisan. Bukan hanya berguna untuk para penulis, pengetahuan ini juga membantu Anda untuk memahami setiap bacaan yang dibaca. Baik tulisan yang didapat dari buku, koran, atau media lainnya. Dari berbagai sumber, berikut kami merangkum penjelasan macam-macam paragraf lengkap dengan tujuan dan karakteristiknya, bisa disimak.

2 dari 3 halaman

Macam-Macam Paragraf Berdasarkan Tujuan

Macam-macam paragraf dalam tulisan yang pertama dibedakan berdasarkan tujuan. Jenis paragraf yang termasuk dalam kategori ini meliputi paragraf naratif, deskriptif, ekspositif, persuatif, dan argumentatif. Masing-masing jenis paragraf ini memiliki tujuan yang berbeda-beda, begitu juga dengan karakteristiknya.

puisi
©Unsplash

Berikut penjelasan lebih lengkap yang bisa disimak:

  • Paragraf Naratif

Macam-macam paragraf berdasarkan tujuan yang pertama adalah naratif. Paragraf ini ditulis untuk menerangkan suatu peristiwa secara kronologis sehingga menggunakan alur gagasan yang jelas dan runtut. Dengan begitu, penulis harus merangkai setiap alur cerita dalam kalimat secara berkesinambungan, sehingga pembaca bisa memahami dengan baik.

Karakteristik dari paragraf naratif tentu adanya suatu peristiwa yang akan diceritakan, kemudian di dalamnya terdapat pelaku atau tokoh, serta waktu, latar belakang, dan penggunaan alur yang jelas. Dalam hal ini, penulis bisa menggunakan alur maju atau alur mundur sesuai dengan keinginan. Selama cerita ditulis dengan jelas, baik alur maju maupun alur mundur tetap bisa memberikan pemahaman yang baik kepada pembaca.

  • Paragraf Deskriptif

Macam-macam paragraf berdasarkan tujuan berikutnya yaitu deskriptif. Sesuai dengan namanya, jenis paragraf ini dibuat untuk menjelaskan atau menggambarkan sesuatu secara rinci dan detail. Oleh karena itu, penulis harus peka dalam menggunakan inderanya, sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat, mendengar, meraba, mencium aroma, dan sebagainya dari deskripsi yang ditulis.

Bukan hanya digunakan untuk menggambarkan suatu benda, jenis paragraf ini dapat digunakan untuk menjelaskan berbagai macam hal. Mulai dari orang atau tokoh, hewan, tanaman, hingga tempat secara jelas. Dengan mengandalkan indera, tulisan ini mengajak pembaca untuk berimajinasi membayangkan gambaran dari tulisan yang disampaikan.

  • Paragraf Ekspositif

Macam-macam paragraf berdasarkan tujuan selanjutnya adalah ekspositif. Sesuai dengan namanya, eksposisi definisi bertujuan untuk memaparkan atau menerangkan pengertian dari suatu topik. Biasanya, jenis paragraf ini cenderung fokus pada karakteristik dari topik yang sedang dibahas.

Meskipun terdengar sama seperti deskriptif, namun paragraf eskpositif lebih mengandalkan definisi yang menampilkan langkah-langkah, metode, atau cara melakukan suatu tindakan. Jenis paragraf ini tidak hanya mengandung unsur 5 W, yaitu what, who, when, where, dan why, tetapi juga menambahkan satu unsur penting di dalamnya, yaitu 1 H atau how, yang menjelaskan cara.

  • Paragraf Persuatif

Macam-macam paragraf berdasarkan tujuan berikutnya termasuk persuatif. Sesuai dengan sebutannya, jenis paragraf ini dibuat untuk mempersuasi, membujuk, atau mengajak pembaca melakukan sesuatu yang disampaikan dalam tulisan tersebut. Dengan kata lain, paragraf ini ditulis untuk mempengaruhi pembaca untuk bersikap sesuai yang diharapkan.

Dengan begitu, penulis harus dapat memaparkan data dan penjelasan yang dapat meyakinkan pembaca tentang apa yang disampaikan. Selanjutnya, penulis memasukkan kalimat-kalimat ajakan atau anjuran sehingga pembaca dapat tertarik dan melakukan sesuai dengan ajakan atau anjuran yang diberikan.

  • Paragraf Argumentatif

Macam-macam paragraf berdasarkan tujuan yang terakhir adalah argumentatif. Jenis paragraf ini ditulis untuk menyampaikan ide, gagasan, atau pendapat tentang suatu hal. Bukan hanya menyampaikan pendapat, penulis juga harus menyertakan data dan analisis yang jelas tentang suatu isu yang diangkat.

Dengan data dan analisis yang disampaikan, penulis ingin meyakinkan pembaca bahwa idea tau gagasan yang diangkatnya adalah benar dan dapat dibuktikan. Paragraf ini cenderung bertujuan untuk mempengaruhi pembaca dari sisi kognitif atau pikiran. Meskipun begitu, tak jarang jenis paragraf ini juga dapat mempengaruhi cara orang bersikap setelah menyetujui argument yang didapatkan.

3 dari 3 halaman

Macam-Macam Paragraf Berdasarkan Letak Gagasan Utama

Berikutnya adalah macam-macam paragraf berdasarkan letak gagasan utamanya. Kategori paragraf ini dibedakan menjadi dua yaitu paragraf deduktif dan induktif. Terdapat perbedaan yang jelas antara dua jenis paragraf ini, yaitu di mana gagasan utama diletakkan dalam paragraf tersebut. Berikut penjelasannya:

  • Paragraf Deduktif

Paragraf deduktif adalah satu dari macam-macam paragraf yang menempatkan gagasan utamanya di awal paragraf. Dengan begitu, penulis menuliskan gagasan utama di kalimat pertama paragraf kemudian disambung dengan kalimat-kalimat selanjutnya yang berfungsi untuk menjelaskan gagasan utama.

Karakteristik khas dari paragraf ini adalah gagasan utama yang berupa penyataan umum. Karena ditempatkan di awal paragraf, maka pembaca dapat langsung menangkap maksud inti dari topik yang sedang dibaca. Selanjutnya, pemahaman topik semakin berkembang dan luas setelah membaca kalimat-kalimat penjelas setelahnya.

  • Paragraf Induktif

Macam-macam paragraf berdasarkan letak gagasan utama yang terakhir adalah induktif. Berlawanan dengan deduktif, paragraf induktif menempatkan gagasan utama di bagian akhir. Oleh karena itu, di awal paragraf penulis biasanya memaparkan suatu peristiwa atau penjelasan khusus yang diarahkan kepada gagasan utama.

Kemudian di akhir paragraf, penulis akan memberikan kesimpulan yang memuat inti gagasan yang dimaksud. Tak heran, jika paragraf ini sering menggunakan kata-kata konjungsi seperti “jadi”, “akhirnya”, “akibatnya”, “oleh karena itu”, “maka dari itu”, “berdasarkan uraian di atas”, atau “dengan demikian”. Kata-kata konjungsi ini digunakan untuk memperjelas atau mempertegas gagasan utama yang akan disampaikan.

[ayi]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini