Pada awal Juni lalu, kasus COVID-19 di Kudus melonjak akibat menyebarnya varian Delta di sana. Karena varian mematikan itu, Kudus masuk dalam zona merah penularan virus Corona.
Gedung-gedung rumah sakit dibanjiri pasien. Pasien yang tak tertampung harus menjalani isolasi mandiri. Bahkan kabupaten itu sempat menjadi perhatian nasional karena menjadi awal terdeteksinya penyebaran COVID-19 varian Delta di Indonesia.
Namun setelah sebulan berlalu, kini kabupaten itu telah keluar dari zona merah dan beralih ke zona oranye. Hal inilah yang disampaikan langsung oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.
“Kudus melandai. Bahkan sekarang sudah oranye dan kalau dari data epidemologis, wilayah itu sudah masuk zona oranye,” kata Ganjar, mengutip dari Jatengprov.go.id pada Selasa (6/7).
Dengan kondisi Kudus yang terus membaik, Ganjar berharap tren ini dapat diikuti oleh daerah-daerah di sekitarnya. Berikut selengkapnya:
Advertisement
Jepara Meningkat
Ganjar mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih terus memantau penanganan zona merah di daerah sekitar Kudus. Sebagai catatan, walaupun grafik kasus COVID-19 di Kudus melandai, namun wilayah Jepara yang berbatasan langsung dengan Kudus justru meningkat.
“Jepara sedang meningkat sekarang. Jadi terus kami perhatikan,” kata Ganjar.
Advertisement
Tingkatkan BOR
Dalam kesempatan itu, Ganjar juga meminta daerah lain di Jateng terus meningkatkan Bed Occupacy Rate (BOR) di masing-masing rumah sakit sehingga jika terjadi lonjakan kasus tidak akan timbul kepanikan.
“Semua saya minta tak boleh berdiam diri. Pengalaman di Banjarnegara kemarin kasusnya biasa saja. Sekarang terjadi peningkatan cukup tinggi. Maka kemarin saya rapat, saya minta Kadinkes Banjarnegara siapkan segalanya,” kata Ganjar, mengutip dari Jatengprov.go.id.
Advertisement
Tak Boleh Sembarang Buang Limbah
Masih dari Kudus, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kudus, Mawar Hartopo meminta warga untuk tidak sembarangan membuang limbah masker. Hal ini dilakukan untuk menghindari penularan penyakit terhadap petugas pengolah sampah maupun orang-orang yang terlibat di dalamnya.
Menurutnya, pembuangan limbah masker harus dipisahkan, disimpan di wadah khusus, dan diberi tanda untuk memudahkan proses pengelolaannya.
“Karena sampah masker merupakan limbah infeksius, maka pengelolaannya juga harus lebih berhati-hati. Kami mengajak masyarakat untuk ikut peduli, masing-masing bertanggung jawab atas masker yang digunakan,” kata Mawar, mengutip dari ANTARA pada Selasa (6/7).