Keseruan Polres Sukoharjo dan Petani Berburu Hama Tikus, Gunakan Cara Alami
Merdeka.com - Hama tikus merupakan salah satu momok bagi petani. Kelakuan mereka menggerogoti tanaman sering kali menyebabkan kerusakan pada tanaman padi mulai dari saat persemaian hingga siap panen. Bahkan tikus juga bisa menyerang padi yang sudah disimpan di gudang penyimpanan.
Karena kerugian yang ditimbulkan sungguh luar biasa, berbagai cara dilakukan petani untuk membasmi hama tikus itu. Salah satunya adalah dengan memasang jebakan listrik. Sayangnya banyak kasus penggunaan jebakan listrik yang justru menjadi senjata makan tuan bagi petani. Banyak dari mereka yang tersengat listrik dan kemudian meninggal dunia.
Polres Sukoharjo berkali-kali menekankan pada petani agar mereka menggunakan cara aman dalam menjebak tikus. Salah satu caranya adalah dengan cara “gropyokan”.
Pada Jumat (21/1), mereka menggelar acara gropyokan hama tikus bersama para petani di area persawahan Desa Ponowaren, Kecamatan Tawangsari. Intip potret keseruannya ini:
Semangat Menangkap Tikus

©YouTube/Polres Sukoharjo
Dalam kegiatan itu, para polisi tampak begitu semangat menangkap tikus. Dengan menggunakan sebilah bambu, mereka berlarian ke sana ke mari memburu tikus yang keluar dari tempat persembunyian.
“Kegiatan ini merupakan upaya Pemerintah, TNI, dan Polri dalam membantu petani membasmi hama tikus. Karena sesuai arahan pimpinan kami akan mencanangkan membasmi tikus dengan cara manual seperti gropyokan tikus atau dengan predator Serak Jawa,” ujar Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan dikutip dari kanal YouTube resmi mereka.
Dorong Petani Gunakan Cara Aman

©YouTube/Polres Sukoharjo
Kapolres mengatakan, dalam acara itu jajarannya mendorong para petani untuk menggunakan cara-cara aman dalam menangkap hama tikus. Selain itu, kegiatan itu juga sebagai tindak lanjut dari arahan Kapolri agar Polri hadir membantu menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.
“Kita ketahui bersama sudah banyak korban meninggal karena jebakan listrik. Harapannya dengan acara ini petani juga mendapat suntikan semangat demi meningkatkan kuantitas dan mutu hasil panen padi di wilayah Kabupaten Sukoharjo,” kata AKBP Wahyu.
Kegiatan Penting

©YouTube/Polres Sukoharjo
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukoharjo, Bagas Windaryanto mengatakan bahwa kegiatan membasmi hama tikus itu penting dilakukan agar hewan-hewan itu tidak mengganggu pertanian.
“Kegiatan ini sangat penting dilakukan karena Kabupaten Sukoharjo saat ini sedang melaksanakan program super prioritas. Yaitu program IP400 atau pola tanam 4 kali dan panen 4 kali dalam setahun,” ungkap Bagas.
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya