Eco Enzyme punya banyak manfaat seperti digunakan untuk disinfektan, sabun mandi, pembersih rumah, dan cairan pestisida.
Puluhan ibu rumah tangga menyulap limbah organik pangan rumah tangga menjadi Eco Enzyme. Kegiatan ini dinilai dapat memberikan nilai edukasi pada masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga sehingga lebih bermanfaat dan berdaya ekonomi.
Eco Enzyme yang sudah diolah itu punya banyak nilai manfaat seperti digunakan untuk disinfektan, sabun mandi, pembersih rumah, dan cairan pestisida yang efektif untuk tanaman buah.
Advertisement
Mengutip YouTube Liputan6, cara pembuatan Eco Enzyme juga cukup mudah. Ampas sampah organik berupa buah dan sayuran dimasukkan ke dalam galon yang sudah terisi air.
Lalu campurkan gula jawa, serta sisakan ruang untuk sedikit udara, kemudian simpan di tempat yang sejuk.
Setelah tiga bulan, cairan fermentasi Eco Enzyme ini sudah siap digunakan atau diolah menjadi berbagai produk berguna seperti disinfektan, sabun mandi, pembersih rumah, atau cairan pestisida yang efektif untuk tanaman buah.
Selain itu, sisa ampas rendaman kulit buah ini tidak dibuang begitu saja, melainkan bisa diolah lagi menjadi produk terapi untuk meredakan sakit kepala, luka, dan gatal.
Advertisement
“Sebagian daur ulang sampah itu membuat eco enzyme, lalu kerajinan dari limbah anorganik. Harapannya sampah di kota Tegal bisa terkurangi dari dalam rumah,”
kata Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kota Tegal, Indriani Winarti, mengutip YouTube Liputan6 pada Kamis (14/12).
Roro Hendarti, pegiat Eco Enzyme asal Purbalingga, mengatakan bahwa kegiatan seperti ini bisa membuat sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Apalagi proses pengolahannya tidak sulit dilakukan.
“Bahan-bahannya ada gabus, bekas botol mineral, dan ada tutup botolnya,” kata Roro.
Advertisement
Pelatihan daur ulang sampah rumah tangga itu sudah berjalan tiga tahun. Kegiatan itu dilakukan di pusat kegiatan belajar mengajar Sakila Kerti.
“Setiap hari Jumat itu anak-anak membawa sampah, lalu dikumpulkan, terus diolah. Harapannya dapat berguna bagi masyarakat dan mengenang jasa ibu,” kata Yusqon, Pengelola TBM-PKBM Sakila Kerti Kota Tegal.
Advertisement
Dengan pelatihan ini, diharapkan dapat mengurangi limbah pangan rumah tangga serta bermanfaat bagi warga Kota Tegal.