Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

HUT RI Ke-77 Semakin Dekat, Begini Kesibukan Para Perajin Bendera di Jateng

HUT RI Ke-77 Semakin Dekat, Begini Kesibukan Para Perajin Bendera di Jateng Penjualan Bendera Merah Putih. ©2020 Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Perayaan hari kemerdekaan tinggal menghitung hari. Setiap warga kini mulai mempersiapkan diri menyambut hari penting dalam perjalanan bangsa Indonesia itu. Lomba-lomba mulai digelar, rumah-rumah hingga jalan-jalan kampung mulai dipasangi bendera. Semarak kali ini begitu terasa karena tak dapat dirasakan dua tahun sebelumnya karena pandemi COVID-19.

Semarak HUT RI ke-77 juga mulai dirasakan para perajin bendera di Jawa Tengah. Mendekati hari kemerdekaan, mereka mulai kebanjiran pesanan. Bahkan mereka mengalami kenaikan pemesanan bendera sebesar 100 persen dibandingkan tahun lalu, atau naik 20 kali lipat dibandingkan hari-hari biasanya.

Lantas seperti apa kesiapan mereka menjelang HUT RI ke-77? Berikut selengkapnya:

Pesanan Naik 100 Persen

penjualan bendera merah putih

©2021 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Para perajin bendera merah putih di Kecamatan Mojosongo, Boyolali tampak lebih sibuk dari tahun lalu. Sejak pertengahan Juni lalu mereka mendapatkan pesanan bendera merah putih dua kali lipat. Bila tahun lalu mereka mendapat pesanan 50 kodi, tahun ini mereka mendapat pesanan hingga 100 kodi.

Pesanan itu datang dari sejumlah toko di Kota Solo, Klaten, Boyolali, hingga Bandung dan Kalimantan. Mereka mengaku, pesanan yang meningkat itu juga membuat harga bendera ikut naik.

Untuk bendera ukuran kecil 60x90 cm naik dari Rp100 ribu menjadi Rp120 ribu rupiah per kodi. Sementara untuk bendera ukuran sedang 80x120 cm naik dari Rp150 ribu menjadi Rp170 ribu per kodi. Sedangkan untuk bendera ukuran besar 120x180 cm naik dari Rp600 ribu menjadi Rp700 ribu per kodi.

Penjualan Bendera Merah Putih Meningkat

penjualan bendera merah putih

©2020 Liputan6.com/Faizal Fanani

Sementara itu, penjualan bendera merah putih para pedagang di pinggir jalan Kota Semarang juga meningkat. Bahkan para penjual tampak sudah menjamur di pinggir-pinggir jalan. Para pedagang itu menjajakan berbagai jenis bendera merah putih, umbul-umbul, hingga suvenir.

Para pedagang mengaku permintaan suvenir tahun ini meningkat 20 persen. Bendera dan umbul-umbul itu banyak dipasang di tepi jalan, di perkantoran, sekolah, maupun gang-gang di perkampungan. Bendera itu dijual mulai Rp5.000 hingga Rp250.000 tergantung bahan dan ukuran bendera.

“Biasanya Sabtu-Minggu itu ramai. Ya Alhamdulillah tetap ada pembeli karena saat ini keuangan sulit dan kebutuhan sehari-hari mahal,” kata Agus Kamaludin, salah seorang pedagang bendera di Semarang, mengutip dari YouTube Liputan6. 

(mdk/shr)
ATAU
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP
Bahaya Ulang Tahun saat Bertugas, Prajurit TNI Ini Dapat Kejutan Tapi Enggan Terima
Bahaya Ulang Tahun saat Bertugas, Prajurit TNI Ini Dapat Kejutan Tapi Enggan Terima

Tengah berulang tahun di lokasi tugas, sosoknya mendapat kejutan.

Baca Selengkapnya icon-hand
Dirikan Tenda Hajatan di Tengah Rel Kereta Api, Warga Terancam Denda Rp15 Juta
Dirikan Tenda Hajatan di Tengah Rel Kereta Api, Warga Terancam Denda Rp15 Juta

Mengetahui ada kegiatan di lokasi terlarang, polisi segera membubarkan kegiatan tersebut.

Baca Selengkapnya icon-hand
Kejari Serang Hentikan Penuntutan Kasus Pengembala Ternak Jadi Tersangka karena Lawan Pencuri
Kejari Serang Hentikan Penuntutan Kasus Pengembala Ternak Jadi Tersangka karena Lawan Pencuri

Kejari Serang menyatakan kasus Muhyani tidak layak untuk dilimpahkan ke pengadilan pengembala ternak itu melakukan pembelaan terpaksa.

Baca Selengkapnya icon-hand
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Kereta Ini Tak Pernah Diharapkan Kehadirannya, Jika Keluar dari Sarangnya, Berarti Ada Hal Buruk Terjadi
Kereta Ini Tak Pernah Diharapkan Kehadirannya, Jika Keluar dari Sarangnya, Berarti Ada Hal Buruk Terjadi

Indonesia memiliki sebuah kereta yang kehadirannya sama sekali tidak diharapkan, jika kereta tersebut keluar, berarti sedang ada hal buruk yang terjadi.

Baca Selengkapnya icon-hand
Heboh Pohon Beringin Tua di Alun-Alun Kota Blitar Tumbang, Puluhan Orang Luka-Luka
Heboh Pohon Beringin Tua di Alun-Alun Kota Blitar Tumbang, Puluhan Orang Luka-Luka

Kejadian itu bertepatan dengan hujan disertai angin kencang yang melanda Blitar.

Baca Selengkapnya icon-hand
Nahas, 3 Emak-Emak di Garut Tertabrak saat Menyeberang Sepulang Pengajian
Nahas, 3 Emak-Emak di Garut Tertabrak saat Menyeberang Sepulang Pengajian

Tiga orang emak-emak di Garut Jawa Barat tertabrak mobil saat menyeberang usai menghadiri kegiatan pengajian

Baca Selengkapnya icon-hand
Menjelajahi Zaman Es di Dataran Tinggi Magetan, Bermain Hujan Salju hingga Kenalan dengan Hewan Purba
Menjelajahi Zaman Es di Dataran Tinggi Magetan, Bermain Hujan Salju hingga Kenalan dengan Hewan Purba

Pada momen libur Natal dan Tahun Baru, setiap hari sekitar 3.000 pengunjung asyik bermain hujan salju.

Baca Selengkapnya icon-hand
Menyusuri Bekas Rumah Pemotongan Hewan Peninggalan Belanda di Semarang, Kini Kondisinya Angker dan Terbengkalai
Menyusuri Bekas Rumah Pemotongan Hewan Peninggalan Belanda di Semarang, Kini Kondisinya Angker dan Terbengkalai

Rumah itu sempat menjadi tempat tidur para pemulung dan anak jalanan.

Baca Selengkapnya icon-hand
Rekrutmen Petugas Kesehatan Haji 2024 Gratis, Laporkan ke Nomor Ini Jika Ada Pungli
Rekrutmen Petugas Kesehatan Haji 2024 Gratis, Laporkan ke Nomor Ini Jika Ada Pungli

Proses rekrutmen telah dibuka secara online sejak 18 Desember 2023 lalu dan berakhir pada 31 Desember 2023 melalui website https://daftarin.kemkes.go.id.

Baca Selengkapnya icon-hand