Gejala Endometriosis dan Penyebabnya, Perempuan Wajib Tahu
Merdeka.com - Nyeri saat menstruasi atau dismenore adalah gejala yang umum dirasakan oleh banyak wanita. Dismenore biasanya terjadi pada beberapa hari sebelum atau selama menstruasi dan dapat dirasakan sebagai rasa sakit atau kram pada perut bagian bawah, punggung, atau panggul.
Gejala nyeri haid ini dapat bervariasi dari ringan hingga parah. Mungkin sebagian wanita hanya mengalami nyeri yang ringan dan tidak mengganggu aktivitas harian, namun sebagian wanita lain mungkin mengalami gejala yang parah hingga membuatnya harus berbaring di tempat tidur.
Meski begitu, jika Anda mengalami gejala nyeri panggul dan perut yang semakin parah, perlu diwaspadai sebab ini bisa menjadi tanda dari kondisi endometriosis. Endometriosis adalah kondisi di mana terdapat jaringan yang tumbuh mirip dengan jaringan pelapis bagian rahim, yang sering kali menyebabkan rasa sakit.
Selain ditandai dengan gejala nyeri parah saat haid, gejala endometriosis juga dapat dilihat dari berbagai tanda lainnya. Seperti rasa sakit saat berhubungan seksual, rasa nyeri saat buang air besar atau kecil, hingga masalah infertilitas. Selain gejalanya, Anda juga perlu memahami faktor apa saja yang menjadi penyebab endometriosis.
Dilansir dari Mayoclinic, berikut kami merangkum gejala endometriosis, penyebab, hingga risiko komplikasinya, perlu Anda ketahui.
Pengertian dan Gejala Endometriosis

© boldsky.com
Endometriosis adalah kondisi tumbuhnya jaringan yang mirip dengan jaringan pelapis bagian rahim yang sering kali menyebabkan rasa sakit. Jaringan ini biasanya tumbuh di luar rahim, paling sering melibatkan ovarium, saluran tuba, dan jaringan yang melapisi panggul .
Pada kondisi ini, jaringan mirip endometrium bertindak seperti jaringan endometrium, yang menebal, rusak dan berdarah pada setiap siklus menstruasi. Tetapi karena jaringan ini tidak dapat keluar dari tubuh, maka sering kali terperangkap.
Perempuan yang mengalami kondisi ini, sering kali merasakan sakit luar biasa, terutama ketika periode menstruasi. Berikut beberapa gejala endometriosis yang perlu Anda perhatikan:
Tingkat keparahan rasa sakit Anda mungkin bukan indikator yang dapat diandalkan untuk mengetahui sejauh mana kondisi Anda. Anda bisa mengalami endometriosis ringan dengan rasa sakit yang parah, atau Anda bisa mengalami endometriosis lanjut dengan sedikit atau tanpa rasa sakit.
Penyebab dan Faktor Risiko

©Shutterstock
Setelah mengetahui pengertian dan gejala endometriosis, berikutnya akan dijelaskan penyebab dan faktor risiko dari kondisi ini. Hingga saat ini, penyebab kondisi endometriosis belum dapat dipastikan dengan jelas. Namun, terdapat beberapa faktor pemicu yang dapat menyebabkan endometriosis, yaitu meliputi:
Sementara itu, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko endometriosis pada wanita. Beberapa faktor risiko endometriosis ini meliputi:
Endometriosis biasanya berkembang beberapa tahun setelah timbulnya menstruasi (menarche). Tanda dan gejala endometriosis dapat membaik sementara dengan kehamilan dan dapat hilang sama sekali dengan menopause, kecuali jika Anda mengonsumsi estrogen.
Risiko Komplikasi Endometriosis

© boldsky.com
Setelah mengetahui gejala endometriosis dan penyebabnya, terakhir akan dijelaskan risiko komplikasi yang dapat terjadi dari kondisi ini. Secara umum, kondisi endometriosis yang dialami wanita dapat meningkatkan risiko infertilitas dan penyakit kanker.
Komplikasi utama endometriosis adalah gangguan kesuburan. Sekitar sepertiga hingga setengah dari wanita dengan endometriosis mengalami kesulitan untuk hamil.
Agar kehamilan terjadi, sel telur harus dilepaskan dari ovarium, berjalan melalui tuba falopi tetangga, dibuahi oleh sel sperma dan menempel pada dinding rahim untuk memulai perkembangan.
Pada kondisi ini, endometriosis dapat menyumbat tuba dan mencegah sel telur dan sperma bersatu. Namun kondisi ini juga dapat mempengaruhi kesuburan dengan cara yang tidak langsung, seperti merusak sperma atau sel telur.
Selain masalah kesuburan, kanker ovarium juga lebih berisiko pada wanita yang memiliki kondisi endometriosis. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa endometriosis meningkatkan risiko tersebut, tetapi masih relatif rendah. Meskipun jarang, jenis kanker lain seperti adenokarsinoma terkait endometriosis, dapat berkembang di kemudian hari pada mereka yang pernah menderita endometriosis.
(mdk/ayi)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya