Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gejala Diabetes pada Wanita, Ketahui Dampaknya pada Kehamilan

Gejala Diabetes pada Wanita, Ketahui Dampaknya pada Kehamilan ilustrasi diabetes. ©www.huffingtonpost.com

Merdeka.com - Diabetes merupakan salah satu penyakit kronis yang dapat mengancam siapa saja. Baik pria maupun wanita dan berbagai kalangan usia, sama-sama mempunyai risiko tinggi terhadap penyakit yang berhubungan dengan kadar gula darah dalam tubuh ini. Hal ini terutama terjadi pada orang-orang yang mempunyai gaya hidup tidak sehat.

Seiring waktu, berdasarkan perkembangan penelitian ditemukan bahwa kaum wanita mengalami peningkatan risiko terkena diabetes dua kali lebih tinggi. Begitu juga dengan tingkat kematian wanita penderita diabetes yang semakin memburuk setiap tahunnya. Sedangkan pria, mengalami pergeseran distribusi di mana mempunyai risiko lebih tinggi pada diabetes tipe 2.

Masing-masing jenis kelamin memang mempunyai kondisi risiko sama besarnya. Begitu juga dengan gejala yang dialami, secara umum pria maupun wanita mempunyai gejala diabetes yang serupa. Namun biasanya, terdapat beberapa gejala diabetes pada wanita yang memiliki kondisi unik. Gejala diabetes pada wanita ini biasanya berhubungan dengan berbagai dampak pada organ intim.

Dengan begitu, setiap wanita perlu menyadari dan memahami apa saja gejala diabetes pada wanita yang mungkin muncul dan berbagai kondisi uniknya. Dengan memahami setiap gejala yang mungkin terjadi, bisa menjadi upaya untuk melakukan deteksi awal guna mencegah kondisi yang semakin parah. Dilansir dari Healthline, berikut kami merangkum beberapa gejala diabetes pada wanita dan berbagai dampak yang ditimbulkan, perlu diketahui.

Gejala Diabetes pada Wanita dan Pria

011 siti rutmawati

©www.huffingtonpost.com

Sebelum mengetahui gejala diabetes pada wanita secara spesifik, perlu diketahui terdapat beberapa gejala diabetes pada wanita dan pria yang umum terjadi. Sebagian gejala diabetes berikut sering kali muncul namun juga terkadang beberapa di antaranya tidak terdeteksi sama sekali. Berikut beberapa gejala diabetes pada wanita dan pria yang umum terjadi:

  • meningkatkan rasa haus dan lapar
  • sering buang air kecil
  • penurunan atau kenaikan berat badan tanpa sebab yang jelas
  • kelelahan
  • penglihatan kabur
  • luka yang sembuh perlahan
  • mual
  • infeksi kulit
  • bercak kulit yang lebih gelap di area tubuh yang memiliki lipatan
  • sifat lekas marah
  • napas yang memiliki bau manis, buah, atau aseton
  • berkurangnya perasaan di tangan atau kaki
  • Meskipun terdapat berbagai gejala diabetes yang muncul, namun biasanya pada diabetes tipe dua tidak memiliki gejala yang terlihat. Dengan begitu, bagi setiap orang yang memiliki risiko tinggi perlu memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan kondisi.

    Gejala Diabetes pada Wanita

    Setelah mengetahui beberapa gejala umum, terdapat beberapa gejala diabetes pada wanita yang unik dan tidak terjadi pada kaum pria. Gejala diabetes pada wanita yang bersifat unik ini biasanya berhubungan dengan organ intim atau reproduksi wanita. Berikut beberapa gejala diabetes pada wanita yang perlu diketahui.

    1. Infeksi jamur vagina, jamur mulut, dan sariawan vagina

    Pertumbuhan jamur berlebih yang disebabkan oleh jamur Cndida dapat menyebabkan infeksi jamur vagina, infeksi jamur mulut, dan sariawan vagina. Ketika terjadi infeksi di area vagina, umumnya muncul beberapa gejala seperti:

  • gatal
  • rasa sakit
  • keputihan
  • seks yang menyakitkan
  • Infeksi jamur rongga mulut seringkali menyebabkan lapisan putih di lidah dan di dalam mulut. Kadar glukosa yang tinggi dalam darah memicu tumbuhnya jamur.

    2. Infeksi saluran kencing

    Gejala diabetes pada wanita juga bisa menyebabkan infeksi saluran kencing. Wanita penderita diabetes diketahui mempunyai risiko saluran kencing lebih tinggi. Infeksi ini berkembang saat bakteri masuk melalui ke dalam saluran kemih, kemudian akan memunculkan beberapa gejala seperti :

  • buang air kecil yang menyakitkan
  • sensasi terbakar
  • urin berdarah atau keruh
  • Ada risiko infeksi ginjal jika gejala ini tidak diobati. ISK umum terjadi pada wanita penderita diabetes, sebagian besar karena sistem kekebalan yang terganggu karena hiperglikemia.
  • 3. Disfungsi seksual wanita

    Gajala diabetes wanita berikutnya juga bisa mengakibatkan disfungsi seksual wanita. Dalam hal ini, neuropati diabetes terjadi ketika glukosa darah tinggi kemudian merusak serabut saraf. Ini dapat memicu kesemutan dan hilangnya perasaan di berbagai bagian tubuh, termasuk:

  • tangan
  • kaki
  • Kondisi ini juga dapat mempengaruhi sensasi di area vagina dan menurunkan gairah seks wanita.

    4. Sindrom ovarium polikistik

    Gejala diabetes wanita yang terakhir juga bisa menyebabkan sindrom ovarium polikistik atau biasa dikenal dengan sebutan PCOS. Tanda-tanda sindrom ovarium polikistik (PCOS) meliputi:

  • periode tidak teratur
  • penambahan berat badan
  • jerawat
  • depresi
  • infertilitas
  • PCOS juga dapat menyebabkan jenis resistensi insulin yang menyebabkan peningkatan kadar gula darah dan meningkatkan risiko diabetes.

    Pengaruh pada Kehamilan

    ilustrasi hamil

    ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Subbotina Anna

    Setelah mengetahui beberapa gejala diabetes pada wanita, penting untuk diketahui pula dampak yang bisa ditimbulkan saat wanita sedang dalam kondisi hamil. Dalam hal ini, wanita penderita diabetes masih bisa mendapatkan kondisi kehamilan yang sehat meskipun telah didiagnosis diabetes tipe 1 atau tipe 2. Namun penting untuk mengelola kondisi Anda sebelum dan selama kehamilan untuk menghindari komplikasi.

    Jika Anda berencana untuk hamil, yang terbaik adalah mendapatkan kadar glukosa darah Anda sedekat mungkin dengan kisaran target Anda sebelum Anda hamil. Rentang target Anda saat hamil mungkin berbeda dengan rentang saat Anda tidak hamil.

    Saat Anda hamil, glukosa darah dan keton berjalan melalui plasenta ke bayi. Bayi membutuhkan energi dari glukosa seperti Anda. Tetapi bayi berisiko mengalami cacat lahir jika kadar glukosa Anda terlalu tinggi. Mentransfer gula darah tinggi ke bayi yang belum lahir menempatkan mereka pada risiko kondisi yang meliputi:

  • gangguan kognitif
  • keterlambatan perkembangan
  • tekanan darah tinggi
  • Diabetes Gestasional

    Gejala diabetes pada wanita hamil juga memberikan risiko kondisi diabetes gestasional yang dapat terjadi pada siapa saja. Berbeda dengan diabetes tipe 1 dan 2, diabetes gestasional terjadi sekitar 9,2 persen kehamilan. Pada kondisi ini, Diabetes gestasional sering berkembang di akhir kehamilan.

    Pada kebanyakan wanita, diabetes gestasional hilang setelah kehamilan. Jika Anda pernah menderita diabetes gestasional, risiko diabetes tipe 2 akan meningkat. Dokter Anda mungkin merekomendasikan pengujian diabetes dan prediabetes setiap beberapa tahun.

    Faktor Risiko Diabetes pada Wanita

    ilustrasi diabetes

    Shutterstock/Rustle

    Setelah mengetahui beberapa gejala diabetes pada wanita dan dampaknya pada kehamilan, terdapat beberapa faktor risiko yang membuat sebagian wanita lebih rentan terserang penyakit ini. Berikut adalah beberapa faktor risiko diabetes pada wanita yang perlu diketahui:

  • wanita usia di atas 45
  • kelebihan berat badan atau obesitas
  • memiliki riwayat keluarga diabetes (orang tua atau saudara kandung)
  • pernah memiliki bayi dengan berat lahir lebih dari 9 kilogram
  • pernah menderita diabetes gestasional
  • memiliki tekanan darah tinggi
  • memiliki kolesterol tinggi
  • berolahraga kurang dari tiga kali seminggu
  • memiliki kondisi kesehatan lain yang terkait dengan masalah penggunaan insulin, seperti PCOS
  • memiliki riwayat penyakit jantung atau stroke
  • (mdk/ayi)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP