Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ciri-Ciri Gurindam dan Berbagai Jenisnya, Perlu Diketahui

Ciri-Ciri Gurindam dan Berbagai Jenisnya, Perlu Diketahui Ilustrasi menulis. shutterstock

Merdeka.com - Puisi merupakan salah satu karya sastra baru yang masih populer dan digemari banyak masyarakat. Bahkan hingga kini, buku-buku antologi yang memuat kumpulan berbagai sajak puisi pun masih beredar dan laku di pasaran. Selain itu, puisi juga masih mendapatkan kolom ruang di media massa seperti harian koran, majalah dan lain sebagainya.

Selain puisi, ada pula karya sastra lama yang tidak kalah menarik, yaitu gurindam. Gurindam merupakan karya sastra lama yang mirip seperti puisi. Berisi rangkaian kata-kata penuh makna yang disusun dalam jajaran baris. Namun, gurindam mempunyai aturan yang lebih terbatas dibandingkan puisi, yaitu satu bait gurindam hanya terdiri dari dua baris saja.

Selain itu, terdapat ciri-ciri gurindam lain yang tidak kalah menarik untuk disimak. Mulai dari aturan rima, kaitan antar setiap bait gurindam yang ditulis, sifat dari pesan yang terkandung, hingga jumlah kata yang dirangkai dalam satu bait. Jika Anda termasuk penggemar karya sastra lama, gurindam mungkin menjadi salah satu favorit Anda.

Selain terdapat beberapa ciri-ciri gurindam yang khas, gurindam juga memiliki beberapa jenis yang memiliki karakteristik berbeda. Dilansir dari Kapanlagi.com, berikut kami merangkum pengertian, ciri-ciri gurindam, jenis dan contohnya yang perlu diketahui.

Mengenal Gurindam

ilustrasi membaca buku

©Pixabay

Sebelum mengetahui ciri-ciri gurindam, perlu dipahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan gurindam. Gurindam merupakan karya sastra lama yang berasal dari bahasa India, yaitu kirindam yang berarti asal dan perumpamaan. Gurindam ini berupa sajak yang terdiri dari dua baris dalam setiap baitnya. Biasanya sajak pada gurindam mengandung pesan nasihat dan petuah.

Tidak jauh berbeda seperti puisi, sajak pada gurindam ditulis dengan menggunakan rima yang sama. Namun biasanya dua baris dalam satu bait gurindam merupakan satu kesatuan yang utuh. Pada baris pertama umumnya berisi suatu masalah atau persoalan, lalu pada baris selanjutnya memuat jawaban dari masalah yang ada. Sehingga sering kali, sajak pada gurindam mengandung hubungan sebab akibat.

Ciri-Ciri Gurindam

Setelah mengetahui pengertiannya, berikutnya terdapat ciri-ciri gurindam yang khas dan unik. Ciri-ciri gurindam ini dapat dilihat dari struktur penulisannya, jumlah baris dalam satu bait, penggunaan rima, hingga jumlah katanya. Berikut beberapa ciri-ciri gurindam yang perlu diketahui:

  • Satu bait gurindam terdiri dari dua baris kalimat.
  • Pada setiap baris biasanya terdiri dari 10 hingga 14 kata.
  • Antara baris pertama dan kedua, biasanya menunjukkan hubungan sebab akibat.
  • Sajak pada gurindam dirangkai dengan menggunakan bunyi rima yang sama, yaitu A-A, B-B, C-C, dan seterusnya.
  • Isi atau pesan dari sajak gurindam biasanya terletak pada baris kedua.
  • Pesan yang terkandung pada gurindam dapat berupa nasihat atau petuah, filosofi, dan lain sebagainya.
  • Perbedaan Gurindam dengan Pantun dan Pesan Nilainya

    003 febrianti diah kusumaningrum

    shutterstock

    Setelah mengetahui ciri-ciri gurindam, berikutnya Anda tentu bertanya apa perbedaan gurindam dengan pantun. Gurindam dan pantun memang sama-sama masuk dalam kategori puisi lama. Jika dibaca sekilas, gurindam dan pantun memang terkesan sama. Namun, terdapat perbedaan khusus dari kedua karya sastra lama ini.

    Perbedaan gurindam dengan pantun pertama terletak pada jumlah baris dalam setiap baitnya. Jika pantun memiliki 4 baris dalam setiap bait, gurindam hanya terdiri dari 2 baris dalam satu baitnya. Selain itu, rima dalam pantun biasanya berupa A-B-A-B, sedangkan gurindam menggunakan rima yang sama yaitu A-A- atau B-B dan sebagainya.

    Pada sajak gurindam juga memuat nilai-nilai tertentu. Nilai atau pesan yang terkandung pada gurindam bisa berupa nilai moral tentang kearifan, kejujuran, kesederhanaan, keberanian, kewaspadaan, kesetiaan, kebersamaan, atau penghormatan sesama manusia. Selain itu, nilai moral pada gurindam juga bisa meliputi hubungan manusia dengan Tuhan seperti nilai kepercayaan dan istiqomah.

    Jenis Gurindam dan Contohnya

    Setelah mengetahui ciri-ciri gurindam dan berbagai pesan moralnya, terakhir terdapat dua jenis gurindam yang perlu Anda ketahui. Secara umum, gurindam dibagi menjadi dua jenis yaitu gurindam berkait dan gurindam berangkai. Berikut penjelasan lebih lanjut yang bisa Anda simak.

    Gurindam berkait

    Gurindam berkait yaitu jenis gurindam yang memiliki keterkaitan antara bait pertama dengan bait berikutnya. Keterkaitan antar bait pada gurindam ini akan menggambarkan isi atau pesan moral yang lebih jelas. Berikut contoh sajak gurindam berkait.

    Siapa tak ingin sesat dunia akhiratMaka cepatlah taubat sebelum terlambat

    Tapi siapa yang lekas bertaubat sebelum kiamatMaka didapatlah itu yang namanya selamat

    Gurindam berangkai

    Gurindam berangkai yaitu jenis gurindam yang memiliki kesamaan kata pada baris pertama di setiap baitnya. Jika dibaca, gurindam berangkai mempunyai rima seperti puisi namun dengan struktur yang mirip seperti pantun. Berikut contoh sajak gurindam berangkai.

    Jika bekerja tidak berhati lurusPikiran akan menjadi tergerus

    Jika pikiran selalu tergerusPikiran tak karuan tubuh menjadi kurus

    Itulah di antaranya beberapa hal tentang ciri-ciri gurindam, berikut pengertian dan contohnya. Semoga bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan.

    (mdk/ayi)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP